Laba Bersih Matahari Department Store (LPPF) Susut 12,4% Sepanjang 2025
Pendapatan dan laba bersih Matahari Department Store (LPPF) turun 9,6% dan 12,4% di 2025, dengan pendapatan bersih Rp5,78 triliun dan laba bersih Rp725,4 miliar.
(Bisnis.Com) 02/03/26 10:34 151597
Bisnis.com, JAKARTA – Laba bersih PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) tercatat anjlok 12,4% sepanjang tahun berjalan 2025 sejalan dengan penyusutan pendapatan bersih.
Berdasarkan laporan keuangan per akhir Desember 2025, emiten ritel tersebut meraup pendapatan bersih senilai Rp5,78 triliun. Pendapatan bersih ini terkoreksi 9,6% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024 sebesar Rp6,39 triliun.
Penurunan pendapatan bersih tersebut dipicu oleh semua pos penjualan. Penurunan secara tahunan terjadi untuk penjualan dari segmen eceran dari Rp3,65 triliun pada akhir Desember 2024 menjadi Rp3,3 triliun pada Desember 2025.
Pendapatan dari penjualan konsinyasi juga turun dari Rp2,7 triliun sepanjang 2024 menjadi Rp2,4 triliun sepanjang 2025. Begitupun dengan pendapatan jasa yang tergerus dari Rp10,37 pada 2024 miliar menjadi Rp6,7 miliar pada 2025.
Secara geografis, Pulau Jawa masih menjadi tulang punggung bagi pendapatan LPPF dengan kontribusi Rp3,35 triliun. Disusul Sumatera Rp1,09 triliun, kawasan Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku sebesar Rp1,03 triliun, serta wilayah lainnya Rp300,62 miliar.
Sejalan dengan turunnya pendapatan bersih tersebut, laba bersih LPPF susut 12,4% secara tahunan menjadi Rp725,4 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp827,7 miliar.
Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp 315,38 per akhir 2025.
Di tengah penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan ditekan menjadi Rp1,97 triliun pada 2025 dari Rp2,13 triliun. Namun, laba kotor tetap turun menjadi Rp3,81 triliun dari Rp4,26 triliun. Beban usaha juga menyusut menjadi Rp2,78 triliun dari Rp2,97 triliun.
Sisi lain pos keuntungan lainnya yang melonjak tajam menjadi Rp103,37 miliar dari hanya Rp20,03 miliar. Meski demikian, laba operasi tetap turun tipis menjadi Rp1,12 triliun dari Rp1,27 triliun.
Sementara itu, jika melihat dari posisi neraca, total aset LPPF tercatat per akhir Desember 2025 sebesar Rp5,13 triliun, turun tipis dari Rp5,14 triliun pada akhir 2024. Liabilitas berada di level Rp4,86 triliun, bengkak dari Rp4,81 triliun. Hal yang sama terjadi untuk porsi ekuitas menyusut menjadi Rp272,9 miliar dari Rp325,78 miliar pada akhir tahun sebelumnya.
#pendapatan-matahari #laba-bersih-matahari #penurunan-pendapatan-lppf #laba-bersih-lppf #pendapatan-bersih-lppf #penjualan-eceran-lppf #penjualan-konsinyasi-lppf #pendapatan-jasa-lppf #kontribusi-penda