Laporan MSI: Belanja Masyarakat Naik Jelang Ramadan, Tabungan Kelas Menengah Turun

Laporan MSI: Belanja Masyarakat Naik Jelang Ramadan, Tabungan Kelas Menengah Turun

Belanja masyarakat naik 3% menjelang Ramadan, didorong belanja esensial di supermarket dan restoran. Namun, tabungan kelas menengah turun, sementara kelas bawah naik.

(Bisnis.Com) 26/02/26 10:07 147864

Bisnis.com, JAKARTA — Mandiri Spending Index (MSI) mencatat bahwa belanja masyarakat menguat pada pertengahan Februari 2026 yang didorong oleh belanja esensial di supermarket serta di restoran. Secara bersamaan, indeks tabungan kelas menengah melambat.

Berdasarkan MSI per 15 Februari 2026, indeks belanja masyarakat meningkat 3% ke level 360,7 dari pekan sebelumnya. Pertumbuhan mingguan itu lebih tinggi dari pekan sebelumnya yakni 1,7%.

Pertumbuhan terjadi di seluruh wilayah. Hanya Bali dan Nusa Tenggara yang mengalami indeks pertumbuhan secara moderat yakni angka 1,9%.

Adapun peningkatan belanja pada pekan kedua Februari 2026 itu utamanya didorong oleh belanja esensial seperti belanja pendidikan yang tumbuh 3,8% dari pekan sebelumnya yakni ke level 385,1, belanja mobilitas tumbuh 3,65 ke level 428,8, serta barang konsumsi (consumer goods) yakni 2% ke 385,4.

Pada subkelompok consumer goods, pertumbuhan ini paling didorong oleh belanja di supermarket yang tumbuh 5,7% ke level 691,9. "Peningkatan belanja masih didorong belanja esensial. Supermarket meningkat signifikan (5,7% vs 3,4 minggu lalu), seiring meningkatnya kebutuhan pokok menjelang Ramadan," demikian dikutip dari laporan Mandiri Spending Index: Perkembangan Belanja Masyarakat Terkini, dikutip Rabu (25/2/2026).

Pertumbuhan pada subkelompok consumer goods juga didorong oleh belanja di restoran yakni 3% ke level 398,7 dan 1,5% pada belanja fashion (busana) ke level 184,3.

Belanja di sisi mobilitas juga tumbuh kuat, utamanya terlihat dari indeks belanja transportasi yang tumbuh hingga 8,2% ke level 927,9 khususnya tiket kereta. Belanja bensin juga tumbuh 2,1% dari pekan sebelumnya. Di tengah meningkatnya belanja esensial, terjadi kontraksi pada belanja elektronik yakni -0,6% ke level 564,9 usai sempat melonjak pada Desember 2025 ketika adanya momen Natal dan Tahun Baru.

Hal ini salah satunya tercermin pada belanja handphone, di mana proporsinya terhadap belanja keseluruhan masyarakat turun ke 13,3% pada Februari 2026 dari sebelumnya 13,9% pada Januari 2026. Bahkan, proporsi belanja handphone sempat menyentuh 15,3% dari keseluruhan belanja pada Desember 2025.

"Penurunan terutama terjadi pada kelompok bawah, dengan proporsi Februari 2026 sebesar 21,4% (vs 22,5% di Januari), dan kelompok menengah 12,8% (vs 13,7%). Sementara itu, pada kelompok atas, proporsi relatif stabil (8,0% di Februari vs 8,4% di Januari)."

Tabungan Kelas Menengah Turun

Di sisi lain, Mandiri Spending Index menunjukkan bahwa tabungan kelas menengah menunjukan penurunan. Sementara itu, tabungan kelas menengah atas relatif stabil dan kelas bawah menunjukkan kenaikan.

Adapun tabungan kelompok menengah ke bawah yakni kurang dari Rp1 juta, sedangkan menengah berkisar Rp1 juta sampai Rp10 juta dan menengah atas yakni Rp10 juta ke atas. "Tabungan kelompok menengah turun ke level 99,9 (vs 101,1 di Januari 2026)," tulis laporan tersebut.

Indeks tabungan masyarakat itu merupakan yang terendah sejak Februari 2025 (100,7) dan Februari 2024 (100,5). Sementara itu, indeks tabungan kelas menengah ke bawah terlihat mengalami kenaikan ke 73,7 pada Februari 2026 dari 72,5 pada Januari 2026. Tabungan kelas menengah ke atas relatif stabil di level 94,1 pada Februari 2026 atau sama dengan periode Januari 2026.

#belanja-masyarakat #tabungan-kelas-menengah #mandiri-spending-index #belanja-esensial #belanja-supermarket #belanja-restoran #belanja-pendidikan #belanja-mobilitas #barang-konsumsi #belanja-transporta

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260226/9/1955844/laporan-msi-belanja-masyarakat-naik-jelang-ramadan-tabungan-kelas-menengah-turun