IHSG Dibuka Menguat Tembus 8.400, Didorong AMMN, BYAN dan TLKM Cs
IHSG dibuka menguat 0,30% ke 8.421, didorong saham AMMN, BYAN, dan TLKM. Penguatan ini dipengaruhi pembatalan tarif AS dan belanja pemerintah yang meningkat.
(Bisnis.Com) 24/02/26 09:23 145267
Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (24/2/2026). Saham dengan bobot indeks besar, AMMN, BYAN sampai TLKM kompak dibuka di zona hijau.
Melansir IDX Mobile pukul 09.02 WIB, IHSG menguat 0,30% ke 8.421. Pasar mengawali sesi dengan transaksi 1,51 miliar saham senilai Rp885,5 miliar. Kapitalisasi pasar IHSG dibuka di Rp15.176 triliun.
Sejalan dengan laju indeks komposit, sebanyak 273 saham kompak dibuka menguat, lalu sisanya 196 saham dibuka melemah dan 489 saham belum berubah.
Saham dengan market cap terbesar yang dibuka menguat hari ini antara lain adalah saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang naik 0,32% ke Rp7.825, saham PT Astra International Tbk. (ASII) naik 0,38% ke Rp6.650, dan saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) naik 0,93% ke Rp8.150.
Selanjutnya, ada saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang dibuka naik 0,93% ke Rp2.160, saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) naik 0,35% ke Rp14.250, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) naik 1,06% ke Rp7.175, sampai saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang dibuka menguat 0,28% ke Rp3.560.
Pada Senin (23/2/2026) kemarin, IHSG ditutup menguat 1,50% ke level 8.396. Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai indeks komposit berpeluang melanjutkan penguatan bila mampu berada di level 8.400.
Adapun, penguatan pada perdagangan Senin kemarin dinilai merupakan respons positif investor atas dibatalkannya pemberlakukan tarif resiprokal Presiden Trump oleh Mahkamah Agung AS (20/2), meskipun Presiden Trump kemudian menyatakan akan memberlakukan tarif global baru sebesar 15%. Investor berharap perjanjian dagang antara AS-Indonesia yang sudah ditandatangani pada pekan lalu (19/2) dapat batal, karena dalam perjanjian tersebut tarif yang ditetapkan lebih tinggi, yaitu 19%.
Diperkirakan IHSG hari ini akan bergerak di level resistance 8.500 dan support di level 8.300. Secara teknikal, level IHSG dalam penutupan pasar sebelumnya memperlihatkan histogram MACD berlanjut bergerak menguat di teritori positif dan didukung oleh kenaikan volume beli. Namun, Stochastic RSI mulai melambat dan berada di area overbought. IHSG juga ditutup di atas level MA20.
"Diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji level 8.450-8.500, jika dapat ditutup di atas level 8.400," tulis sekuritas, Selasa (24/2/2026).
Sentimen yang menyertai pasar adalah data realisasi belanja pemerintah per Januari 2026 yang mencapai Rp227,3 triliun, atau tumbuh sebesar 25,7% YoY. Phintraco Sekuritas mengatakan kenaikan ini menunjukkan akselerasi belanja pemerintah sejak awal tahun, khususnya untuk mendukung program prioritas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Secara terperinci, belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 131,9 triliun dan transfer ke daerah (TKD) senilai Rp95,3 triliun. Melihat lajunya, belanja pemerintah pusat meningkat hingga 53,3% YoY, sementara transfer ke daerah hanya tumbuh tipis 0,6% YoY.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ihsg-menguat #indeks-saham-gabungan #saham-ammn #saham-byan #saham-tlkm #pasar-saham-indonesia #kapitalisasi-pasar-ihsg #saham-astra-international #saham-barito-renewables #saham-telkom-indonesia #per