Kabar Terbaru Hasil Negosiasi Otoritas Pasar Modal dengan MSCI dan FTSE Russell

Kabar Terbaru Hasil Negosiasi Otoritas Pasar Modal dengan MSCI dan FTSE Russell

BEI finalisasi aturan disclosure 1 persen, granularisasi investor, dan free float 15 persen usai negosiasi dengan MSCI dan FTSE.

(Kompas.com) 20/02/26 21:16 142580

JAKARTA, KOMPAS.com - Pejabat Sementara Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik memaparkan perkembangan negosiasi dengan dua global index provider, FTSE Russell dan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Rapat digelar Jumat (20/2/2026).

Jeffrey menyebut sejumlah isu strategis telah memasuki tahap akhir dan berjalan sesuai jadwal. Isu tersebut meliputi pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen, granularisasi kategori investor, ambang batas minimum free float 15 persen, serta shareholders concentration list.

Pengungkapan pemegang saham 1 persen dan granularisasi data telah masuk tahap finalisasi.

“Kepada global index provider antara lain MSCI dan FTSE pertama terkait dengan pengungkapan atau disclosure pemegang saham 1 persen dan granularisasi data itu sudah pada tahap final,” ujar Jeffrey saat konferensi pers di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Granularisasi kategori investor dibahas agar struktur kepemilikan pasar lebih rinci. Struktur Single Investor Identification di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia saat ini terdiri dari sembilan kategori. Struktur tersebut akan diperluas menjadi 28 subkategori.

Keterbukaan informasi kepemilikan saham juga diperluas. Ketentuan sebelumnya hanya mewajibkan pengungkapan kepemilikan di atas 5 persen. Ketentuan baru menurunkan batas menjadi di atas 1 persen.

Peraturan pencatatan terkait kewajiban free float minimum 15 persen telah memasuki tahap rule making rule per 19 Februari 2026. Proses berlanjut di internal bursa untuk finalisasi.

Jeffrey memastikan draf akhir akan diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan setelah pembahasan internal rampung.

“Kemudian untuk peraturan pencatatan yang terkait dengan free float 15 persen itu per tanggal 19 kemarin proses rule making rule, saat ini sudah memasuki tahap berikutnya di internal bursa, yang kemudian nanti draft final akan kami ajukan ke OJK, sehingga seluruhnya itu masih on schedule seperti yang kami sampaikan sebelumnya,” paparnya.

Kebijakan free float minimum 15 persen menjadi langkah Self-Regulatory Organization untuk memperdalam pasar dan meningkatkan likuiditas. Ketentuan ini juga menjadi perhatian lembaga pemeringkat indeks global dalam menilai aksesibilitas dan keterbukaan pasar.

Jeffrey juga memaparkan rencana penerbitan shareholders concentration list atau daftar saham dengan tingkat kepemilikan sangat terkonsentrasi. Penyusunan metodologi dan standard operating procedure telah memasuki tahap akhir.

Daftar tersebut nantinya disusun komite lintas divisi dan lintas SRO agar proses berjalan objektif dan transparan.

“Dan yang terakhir terkait dengan shareholders concentration list, kami akan memastikan prosesnya dilakukan secara proper dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, saat ini kami sedang dalam tahap final untuk penyusunan metodologi dan SOP, nantinya list ini akan disusun oleh komite yang terdiri dari lintas divisi dan lintas SRO,” lanjutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#bei #msci #ftse-russel #ftse-100-index

https://money.kompas.com/read/2026/02/20/211624126/kabar-terbaru-hasil-negosiasi-otoritas-pasar-modal-dengan-msci-dan-ftse