Mendag Bantah MBG Bikin Pasokan Telur-Daging Ayam Menipis

Mendag Bantah MBG Bikin Pasokan Telur-Daging Ayam Menipis

Mendag Budi Santoso menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menyebabkan pasokan telur dan daging ayam menipis.

(Bisnis.Com) 18/02/26 14:35 139588

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) membantah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyebabkan pasokan telur ayam ras dan daging ayam menipis di pasar.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santosomengatakan MBG justru menciptakan kepastian permintaan yang membuat produksi unggas bergerak lebih stabil dan terukur.

“Enggak, jadi kan gini ya. Ini justru saya udah diskusi dengan teman-teman. Kalau dulu harga naik turun karena permintaannya naik turun. Permintaan naik turun, harga menjadi naik turun,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Menurut Budi, dengan adanya MBG, permintaan menjadi lebih pasti sehingga produsen dapat menyesuaikan produksi secara linear mengikuti kebutuhan. Kondisi tersebut, lanjutnya, justru membuat harga cenderung stabil dan tidak bergejolak.

Lebih lanjut, Budi juga menepis MBG memicu lonjakan harga pangan di pasar. Menurutnya, tidak ada bukti kenaikan harga secara tiba-tiba akibat program tersebut.

“Coba teman-teman lihat, apakah banyak terus tiba-tiba harga melonjak karena MBG? Kan nggak ada. Semua harga kan bagus juga,” ujarnya.

Adapun, Budi menyatakan pemerintah telah berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha dan UMKM. Dari hasil pertemuan tersebut, MBG dinilai memberikan dampak positif karena produksi meningkat seiring permintaan yang bersifat berkelanjutan.

Dalam catatanBisnis,Pengamat Pertanian dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Eliza Mardian menilai program MBG berpotensi memperberat tekanan harga pangan selama Ramadan apabila tidak diiringi perencanaan yang matang.

“Tanpa MBG saja harga daging ayam telur sudah naik karena kenaikan agregat demand sementara dari sisi supply terbatas karena ada periode produksi,” kata Eliza kepadaBisnis, Jumat (13/2/2026).

Eliza menilai masifnya operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendorong distributor lebih memprioritaskan pasokan ke SPPG dibandingkan ke pasar tradisional.

Menurutnya, distributor cenderung menyalurkan pasokan ke SPPG karena skema pembayaran yang bersifat tunai dan cepat, berbeda dengan pedagang pasar tradisional yang umumnya menggunakan sistem pembayaran tempo. Kondisi tersebut berpotensi membuat pasokan di pasar menjadi lebih terbatas.

Ke depan, Core Indonesia memperkirakan tekanan harga telur ayam masih berlanjut pada awal 2026, seiring rencana pemerintah menambah jumlah SPPG serta momentum Ramadan yang jatuh lebih awal pada Februari—Maret 2026.

#mendag-bantah-mbg #pasokan-telur-ayam #pasokan-daging-ayam #program-makan-bergizi #harga-pangan-stabil #produksi-unggas-stabil #permintaan-telur-ayam #permintaan-daging-ayam #harga-pangan-ramadan #dis

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260218/12/1953600/mendag-bantah-mbg-bikin-pasokan-telur-daging-ayam-menipis