Pakar: Charger yang Dibiarkan Tercolok Berisiko Sebabkan Kebakaran
Membiarkan charger tercolok dapat menyebabkan kebakaran, kerusakan perangkat, dan pemborosan listrik. Cabut charger setelah digunakan untuk menghindari risiko.
(Bisnis.Com) 17/02/26 19:40 138909
Bisnis.com, JAKARTA — Membiarkan adaptor atau charger tetap terpasang di stop kontak ternyata memiliki risiko yang patut diperhatikan. Di antaranya adalah kebakaran dan kerusakan pada smartphone.
Banyak orang enggan mencabut charger karena alasan malas. Padahal, kebiasaan sederhana ini bisa menimbulkan sejumlah dampak serius. Para ahli kelistrikan mengingatkan pentingnya lebih bijak dalam menggunakan perangkat pengisi daya.
Berikut ini dampak dan resiko apabila membiarkan charger tetap tercolok.
1. Konsumsi Listrik Tersembunyi (vampire Power)
Salah satu dampak yang sering tidak disadari adalah konsumsi listrik tersembunyi atau yang dikenal sebagai vampire power. Meski tidak sedang mengisi daya perangkat, charger modern tetap menarik sedikit listrik dari stopkontak, biasanya sekitar 0,1 hingga 0,5 watt per jam per charger.
Sekilas jumlah tersebut terlihat kecil. Namun, jika ada banyak charger di rumah yang terus tercolok sepanjang hari, konsumsi listriknya bisa terakumulasi dan menyebabkan tagihan listrik membengkak.
Pakar energi sekaligus CEO Suntrek Solar Ethan Heine, menegaskan pentingnya mencabut pengisi daya setelah digunakan.
"Pengisi daya laptop dan pengisi daya ponsel cepat menyebabkan beban hantu terbesar dan harus selalu dicabut setelah digunakan," ujar Heine, dikutip dari The Spruce, Selasa (17/2/2026).
2. Lonjakan Listrik (Power Surge)
Selain pemborosan energi, charger yang terus terpasang juga berisiko terdampak lonjakan listrik (power surge). Lonjakan ini bisa terjadi akibat sambaran petir, gangguan jaringan listrik, fluktuasi pasokan daya, atau beban tinggi pada sistem kelistrikan.
Jika charger tetap tercolok saat terjadi lonjakan, komponen di dalam adaptor bisa rusak. Bahkan, perangkat yang terhubung juga berpotensi ikut terdampak. Dalam kasus ekstrem, kondisi ini bisa memicu percikan api atau korsleting.
3. Kebakaran
Risiko lain yang tidak kalah penting adalah potensi kebakaran. Beberapa charger dapat menjadi panas apabila terus terhubung ke listrik dalam waktu lama.
Risiko ini meningkat jika menggunakan charger berkualitas rendah, memakai charger yang tidak kompatibel atau mengisi perangkat berdaya besar seperti sepeda listrik, skuter listrik, atau baterai berkapasitas besar.
Adaptor yang terus teraliri listrik bisa mengalami overheat, komponen internalnya lebih cepat aus, bahkan dalam kondisi tertentu dapat memicu kebakaran.
4. Kerusakan Perangkat
Selain itu, charger yang dibiarkan terus terhubung juga cenderung memiliki umur pakai lebih pendek. Aliran listrik yang konstan menghasilkan panas, yang dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan komponen di dalamnya.
Tidak Semua Harus Dicabut
Meski demikian, tidak semua perangkat harus selalu dicabut. Teknisi listrik bersertifikat Carl Murawski, menjelaskan beberapa perangkat memang dirancang untuk tetap terhubung ke sumber listrik.
Beberapa di antaranya adalah bel pintu video, kamera keamanan atau CCTV, alat kesehatan rumahan, dan pengisi daya sikat gigi elektrik.
Perangkat-perangkat tersebut umumnya memiliki konsumsi daya rendah dan memang dirancang untuk selalu aktif. (Nur Amalina)
#charger-tercolok #risiko-kebakaran #kerusakan-perangkat #vampire-power #konsumsi-listrik-tersembunyi #lonjakan-listrik #power-surge #charger-berkualitas-rendah #overheat-charger #kebakaran-listrik #ch