Emiten Kongsi Grup Salim-Bakrie BRMS Targetkan Produksi Emas 80.000 Ons pada 2026

Emiten Kongsi Grup Salim-Bakrie BRMS Targetkan Produksi Emas 80.000 Ons pada 2026

PT Bumi Resources Minerals (BRMS) menargetkan produksi emas 80.000 oz pada 2026 dengan ekspansi kapasitas pabrik di Palu dan tambang bawah tanah.

(Bisnis.Com) 16/02/26 17:35 138206

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tambang mineral milik Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Recources Minerals Tbk. (BRMS) tengah menjalankan ekspansi bisnis untuk menggenjot produksi emas pada tahun ini.

Direktur BRMS Herwin Wahyu Hidayat menjelaskan, produksi emas BRMS pada 2024 mencapai 64.000 ons, dan pada 2025 mencapai 70.000 sampai 72.000 ons emas. Tahun ini, produksi emas perseroan ditargetkan akan tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi emas di anak usaha BRMS, PT Citra Palu Mineral (PT CPM).

"Pada 2026 salah satu pabrik emas kami di Palu akan ditingkatkan kapasitasnya dari 500 ke 2.000 ton bijih per hari. Target produksi emas BRMS di 2026 adalah sekitar 80.000 ons emas," ujar Herwin kepada Bisnis, Senin (16/2/2026).

Menilik kinerja operasional BRMS, perseroan sukses menggenjot pertumbuhan produksi emas secara signifikan sejak 2020. Saat itu, produksi emas BRMS baru mencapai 2.271 ons, kemudian meningkat menjadi 23.270 ons pada 2023 dan 64.983 oz pada 2024.

Herwin mengatakan, dalam 2 tahun ke depan, produksi emas BRMS akan meningkat seiring dengan pengerjaan tambang emas bawah tanah yang kini sedang berlangsung.

"Di semester kedua tahun 2027 nanti, BRMS akan mulai mengoperasikan tambang emas bawah tanah di Poboya, Palu, dengan kadar emas tinggi yaitu di kisaran 3,5 sampai 4,9 gram per ton. Sehingga diharapkan produksi emas akan naik lagi di akhir 2027 atau awal 2028 nanti," tandasnya.

Adapun, BRMS memiliki dua anak usaha yang menjadi ujung tombak perseroan mengeruk emas, yaitu PT Citra Palu Mineral (PT CPM) dan PT Gorontalo Minerals (PT GM) yang juga menghasilkan tembaga. PT GM, yang 80% sahamnya dimiliki BRMS, telah memiliki hak kontrak kerja atas konsesi pertambangan seluas 24.995 hektare (ha) yang terletak di Kabupaten Bone Bolango Sulawesi.

Saat ini, GM sedang melakukan pekerjaan eksplorasi di lokasi Sungai Mak dan Cabang Kiri dan telah melaporkan Estimasi Sumber Daya JORC sebesar 392 juta ton (0,49% tembaga dan 0,43 gram per ton emas) dari lokasi Sungai Mak, Cabang Kiri, Kayu Bulan, dan Motomboto.

Izin pembangunan dan produksi PT GM disetujui pada Februari 2019 untuk periode pembangunan selama 3 tahun dan periode produksi selama 30 tahun hingga 2052.

Sementara itu, PT CPM yang 96,97% sahamnya dimiliki BRMS memiliki hak Kontrak Kerja atas konsesi pertambangan seluas 85.180 Ha di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Area kontrak CPM terdiri dari lima blok terpisah, di mana Blok Poboya dinilai menjadi kawasan paling potensial.

Saat ini, pabrik emas carbon in leach (CIL) pertama di Poboya Blok-I yang telah beroperasi sejak kuartal I/2020 telah memproduksi 500 ton per hari. Kemudian, pembangunan pabrik emas CIL ke-2 yang beroperasi sejak kuartal IV/2022 memiliki kapasitas 4.000 ton per hari. Terakhir, ada pabrik emas ke-3 (heapleach) yang ditargetkan perseroan mulai beroperasi akhir 2025 lalu.

Menilik kinerja keuangan perseroan selama 9 bulan 2025, penjualan BRMS melonjak dari US$108,48 juta menjadi US$183,58 juta atau sekitar Rp3,09 triliun (kurs Rp16.824 per dolar AS). Dari angka ini, penjualan emas berkontribusi atas 97% dari total penjualan, tepatnya mencapai US$178,50 juta. Pundi-pundi penjualan emas ini tumbuh dari US$106,48 juta pada periode yang sama 2024.

Kenaikan nilai penjualan tersebut sejalan dengan harga jual emas yang dihasilkan PT CPM pada 9 bulan 2025, naik dari US$2.347 per ons pada periode 2024 menjadi US$3.156 per ons pada 2025.

Dengan kinerja top line yang kuat ini, BRMS sampai kuartal III/2025 membukukan laba bersih sebesar US$37,91 juta atau setara Rp637,74 miliar (kurs Rp16.824 per dolar AS). Angka itu naik hampir dua kali lipat dibanding laba bersih periode yang sama 2024 sebesar US$15,65 juta.

Analis Astronacci Sekuritas Gema Goeyardi dalam risetnya yang terbit 7 Januari 2026 memproyeksi laba bersih BRMS sepanjang 2025 akan ada di Rp843 miliar, atau melesat 112,87% year on year (YoY). Di sisi top line, penjualan BRMS periode 2025 ditaksir akan tumbuh 54,73% YoY menjadi Rp4,08 triliun.

Proyeksi yang solid itu didasarkan atas lonjakan harga emas global yang akan menjadi katalis utama BRMS untuk memperkuat prospek pertumbuhan kinerja perseroan. Gema bilang, sebagai produsen emas murni kapasitas produksi yang terus meningkat dari emas berkadar tinggi yang dihasilkan membuat BRMS berpotensi memperoleh manfaat langsung dari kenaikan realisasi harga jual emas melalui perbaikan margin dan arus kas yang lebih kuat.

"Didukung oleh ekspansi kapasitas pengolahan di Palu serta rencana tambang emas bawah tanah, tren kenaikan harga emas yang berkelanjutan diperkirakan akan secara signifikan meningkatkan pendapatan, profitabilitas, serta nilai jangka panjang bagi pemegang saham BRMS," ujarnya.

Adapun, untuk ongkos ekspansi yang dilakukan perseroan, BRMS melaporkan telah memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi jangka panjang senilai US$625 juta. Pendanaan ini akan digunakan untuk mendukung ekspansi kapasitas pengolahan emas di Palu dari 500 ton menjadi 2.000 ton per hari pada kuartal IV 2026, penyelesaian tambang emas bawah tanah berkadar tinggi pada 2027, serta kelanjutan kegiatan eksplorasi emas, perak, dan tembaga di sejumlah wilayah utama.

Dengan tenor enam tahun hingga 2031, Gema menilai pinjaman tersebut dapat mendukung BRMS menggenjot produksi emas mulai akhir 2026 dan memperkuat nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Atas outlook positif ini, Gema merekomendasikan beli saham BRMS dengan target harga Rp1.400. Pada penutupan Jumat (13/3/2026), BRMS menguat 0,93% ke Rp1.080.

Melansir Bloomberg Terminal, 15 dari 17 analis (88,2%) merekomendasikan beli saham BRMS dengan target harga Rp1.201 dalam 12 bulan ke depan. Target itu mencerminkan potensial return sebesar 8,8% dari harga Rp1.105.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#brms #produksi-emas #grup-salim #grup-bakrie #tambang-emas #citra-palu-mineral #gorontalo-minerals #kapasitas-produksi #tambang-bawah-tanah #harga-emas #ekspansi-bisnis #laba-bersih #penjualan-emas #k

https://market.bisnis.com/read/20260216/192/1953288/emiten-kongsi-grup-salim-bakrie-brms-targetkan-produksi-emas-80000-ons-pada-2026