Ciputra Life Bidik Aset Tumbuh Double Digit di 2026, Ini Strateginya
Ciputra Life menargetkan pertumbuhan aset double digit pada 2026, setelah aset tumbuh 33% YoY di 2025. Fokus pada peningkatan kualitas aset dan kerja sama.
(Bisnis.Com) 13/02/26 14:16 135874
Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menargetkan pertumbuhan aset double digit pada 2026. Target ini berkaca pada pertumbuhan aset sampai akhir 2025 mencapai 33% year-on-year (YoY).
Menilik laporan keuangannya, aset anak usaha dari PT Ciputra International dan PT Tunas Andalan Pratama ini pada Desember 2025 mencapai Rp1,32 triliun, tumbuh 33,2% YoY dari Rp997,3 miliar.
“Pada tahun 2026 ini, kami menargetkan pertumbuhan aset double digit. Selain pertumbuhan nilai aset, kami juga terus melakukan peningkatan kualitas aset,” ucap Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso kepada Bisnis, Kamis (12/2/2026).
Hengky melanjutkan, peningkatan kualitas aset, terutama aset investasi dilakukan perusahaan supaya bisa memberikan imbal hasil investasi yang optimal dan berkelanjutan.
Untuk mengelola aset investasi, Ciputra Life selalu memperhatikan faktor manajemen risiko, kesesuaian antara profil aset dan liabilitas di samping kesesuaian antara tingkat risiko dan imbal hasil.
“Dari sisi pengembangan bisnis, tahun 2026 ini, kami fokus mengembangkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis kami, dan mengembangkan produk-produk asuransi baru sesuai dengan kebutuhan dari mitra-mitra bisnis kami dan nasabah mereka,” beber Hengky.
Adapun, produk Ciputra Life yang akan menjadi andalan pada 2026 adalah asuransi jiwa kredit. Pasalnya, produk ini menjadi salah satu kontributor utama pendapatan premi perusahaan melalui kerja sama dengan lebih dari 22 bank, multifinance, dan institusi keuangan lainnya.
Selain karena hal itu, Hengky berpendapat langkah pemerintah dalam meningkatkan penyaluran kredit kepada UMKM dan pembentukan Koperasi Merah Putih dapat mendukung pertumbuhan bisnis asuransi jiwa kredit.
“Di samping, asuransi jiwa kredit, kami juga terus menyasar segmen korporasi dengan menggunakan produk-produk asuransi jiwa, kesehatan dan kecelakaan kumpulan yang ditujukan bagi karyawan nasabah korporasi kami. Segmen korporasi diharapkan menjadi salah satu kontributor utama selain asuransi jiwa kredit,” jelasnya.
Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan aset industri asuransi bisa tumbuh sebesar 5%-7% year-on-year (YoY) pada 2026. Menanggapi hal ini, Ciputra Life menyambut baik dan optimistis akan outlook yang disampaikan OJK.
“Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah serta berbagai insentif yang telah dikucurkan oleh pemerintah, tentu diharapkan akan menjaga pertumbuhan konsumsi domestik dan menciptakan iklim investasi yang baik, dimana kedua sektor ini adalah penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutur Hengky.
Dengan tercapainya target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah, imbuhnya, tentu target pertumbuhan aset industri asuransi yang disampaikan oleh OJK sangat realistis untuk dicapai.
Sebelumnya, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya optimistis bahwa industri jasa keuangan tetap tumbuh secara berkelanjutan pada 2026, misalnya untuk industri asuransi.
Sebab demikian, dia menyampaikan OJK memproyeksikan aset industri asuransi pada 2026 bisa mencapai 5%-7% YoY.
“Kami memberikan outlook aset dana pensiun akan tumbuh 5%-7%,” tuturnya dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) OJK, Kamis (5/2/2025).
#ciputra-life #pertumbuhan-aset #aset-double-digit #asuransi-jiwa-kredit #aset-investasi #manajemen-risiko #produk-asuransi-baru #kerja-sama-bisnis #peningkatan-kualitas-aset #imbal-hasil-investasi #se