XLSMART (EXCL) Layani 73 Juta Pelanggan pada 2025, Jumlah BTS 225.000 Unit
XLSMART (EXCL) targetkan 73 juta pelanggan pada 2025 dengan 225.000 BTS. Fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, ARPU naik, dan layanan 5G di 33 kota.
(Bisnis.Com) 13/02/26 11:08 135649
Bisnis.com, JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melayani total 73 juta pelanggan pada 2025. Ratusan ribu pemancar digunakan untuk memberikan pengalaman internet yang lebih baik kepada mereka.
Emiten telekomunikasi ini juga mengoperasikan lebih dari 225.000 Base Transceiver Station (BTS) yang menopang pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan secara signifikan.
Presiden Direktur & CEO XLSMART Rajeev Sethi mengatakan bahwa fokus perusahaan saat ini adalah meningkatkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dari peningkatan Average Revenue Per User (ARPU) yang disertai dengan pengalaman pelanggan yang membaik.
“Kami bersyukur dan bangga dengan hasil pencapaian perusahaan dari fase awal merger hingga sepanjang akhir tahun 2025 ini,” ujarnya dikutip dari siaran pers, Jumat (13/2/2026).
Tercatat, ARPU campuran XLSMART berada di angka Rp39,500 pada akhir 2025. Secara kuartalan, ARPU pada kuartal IV/2025 naik menjadi Rp44,800 dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar Rp38,900.
Manajemen menyebut peningkatan ARPU ini merupakan hasil dari efektivitas strategi monetisasi serta penyederhanaan produk dan tarif. Selain itu, kecepatan unduh bagi pelanggan meningkat hingga 83% sebagai dampak langsung dari integrasi jaringan.
Dari sisi infrastruktur, jumlah BTS yang mencapai lebih dari 225.000 unit mencerminkan peningkatan 36% YoY. Perusahaan itu juga telah mengintegrasikan sekitar 34.500 objek jaringan untuk mendukung lonjakan trafik layanan yang tumbuh 38% menjadi 14.566 Petabytes.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, XLSMART telah menggelontorkan belanja modal (Capex) sekitar Rp11,2 triliun hingga akhir 2025. Dana tersebut sebagian besar dialokasikan untuk integrasi jaringan dan peluncuran layanan 5G serentak di 33 kota/kabupaten.
XLSMART membukukan total pendapatan sebesar Rp42,5 triliun sepanjang 2025. Angka ini tumbuh 23% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan tersebut berdampak langsung pada profitabilitas perusahaan. Laba bersih yang dinormalisasi (Normalized PAT) tercatat melesat 63% YoY mencapai Rp3,0 triliun.
Selain itu, EBITDA yang dinormalisasi turut mengalami kenaikan sebesar 13% YoY menjadi Rp20,1 triliun. Capaian ini menghasilkan margin EBITDA yang dinormalisasi sebesar 47%, dengan kontribusi pendapatan layanan data dan digital mendominasi lebih dari 90% total pendapatan perseroan.
Rajeev mengatakan perusahaan berhasil menyelesaikan tahapan integrasi lebih cepat dari rencana awal. Menurutnya, keberhasilan ini memberikan ruang fiskal yang lebih baik bagi perusahaan.
"Target sinergi efisiensi yang lebih besar juga berhasil kami capai sehingga bisa memberikan ruang untuk meningkatkan margin pertumbuhan di tahun berikutnya," tambahnya.
#xlsmart-pelanggan-2025 #excl-telekomunikasi #base-transceiver-station #pertumbuhan-kinerja-keuangan #average-revenue-per-user #peningkatan-arpu #integrasi-jaringan #kecepatan-unduh-pelanggan #belanja