FTSE Bekukan Rebalancing Indeks RI, Analis Tegaskan Bukan Penurunan Kelas
Penundaan tinjauan indeks Indonesia oleh FTSE Russell murni bersifat teknis untuk mendukung reformasi transparansi saham free float.
(Bisnis.Com) 10/02/26 10:44 131560
Bisnis.com, JAKARTA — Penundaan tinjauan indeks Indonesia periode Maret 2026 oleh FTSE Russell murni bersifat teknis dan tidak berkaitan dengan penurunan kelas atau downgrade status pasar saham domestik.
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menjelaskan bahwa pembekuan sementara diambil untuk menyelaraskan data dengan reformasi kebijakan yang tengah digodok Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya terkait transparansi perhitungan saham free float.
“Kebijakan ini bersifat teknis dan sementara, serta tidak berkaitan dengan klasifikasi status pasar saham Indonesia dalam kerangka Equity Country Classification FTSE,” ucap Valdy dalam risetnya, Selasa (10/2/2026).
Menurut Valdy, langkah FTSE bertujuan memitigasi risiko distorsi indeks. Pasalnya, perubahan metodologi free float yang sedang berjalan memerlukan kepastian data agar likuiditas di pasar modal tetap terjaga selama masa transisi.
Dengan adanya penundaan tersebut, FTSE Russell membekukan segala bentuk penambahan atau penghapusan konstituen, perubahan segmen kapitalisasi, hingga penyesuaian bobot akibat aksi korporasi tertentu.
Namun demikian, aksi korporasi seperti pembagian dividen, stock split, konsolidasi saham, serta penghapusan pencatatan (delisting) akibat merger atau suspensi permanen tetap akan diproses sesuai metodologi yang berlaku.
Valdy menilai kebijakan ini akan berdampak pada tertahannya arus dana berbasis indeks FTSE di pasar saham Indonesia. Namun, di sisi lain, hal itu memberikan sentimen stabilitas bagi kepemilikan investor asing di lantai bursa.
“Arus dana berbasis indeks FTSE akan cenderung tertahan dalam jangka pendek. Namun, stabilitas kepemilikan asing relatif terjaga karena tidak adanya forced rebalancing selama periode penundaan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan FTSE memberikan dukungan penuh terhadap rencana aksi dan reformasi yang tengah dijalankan oleh otoritas.
“FTSE memberikan dukungan atas rencana aksi yang sedang dilakukan oleh BEI bersama OJK dan SRO. Mereka [FTSE] menekankan pada implementasinya agar sesuai dengan timeline yang sudah disampaikan,” ucapnya.
Senada dengan analisis pasar, Jeffrey juga menegaskan bahwa penundaan tinjauan yang dilakukan FTSE tidak berkaitan dengan profil risiko negara.
_______
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ftse-russell #indeks-indonesia #penundaan-indeks #pasar-saham-domestik #reformasi-kebijakan-ojk #bursa-efek-indonesia #transparansi-free-float #klasifikasi-pasar-saham #mitigasi-risiko-indeks #likuidi