Ekspedisi Laut Dalam Temukan 28 Spesies Baru hingga Jejak Sampah Manusia

Ekspedisi Laut Dalam Temukan 28 Spesies Baru hingga Jejak Sampah Manusia

Ekspedisi laut dalam di Argentina oleh Schmidt Ocean Institute menemukan 28 spesies baru dan sampah manusia, mengungkap kekayaan dan ancaman di laut dalam.

(Bisnis.Com) 07/02/26 08:32 128905

Bisnis.com, JAKARTA — Para ahli biologi kelautan di Schmidt Ocean Institute menemukan banyak makhluk laut dalam yang belum pernah dikenal sebelumnya di laut Argentina. Namun di saat yang sama, mereka juga menemukan sampah plastik buatan manusia.

Penelitian ini dilakukan oleh ilmuwan dari Schmidt Ocean Institute yang sering menjelajahi laut dalam menggunakan kapal riset bernama Falkor (also). Mereka memang sudah dikenal kerap menemukan spesies laut yang aneh dan langka. Awal tahun 2026 ini mereka membagikan penemuan yang mengejutkan.

Pada awalnya, para peneliti ingin mempelajari rembesan dingin, yaitu area di dasar laut tempat gas metana dan zat kimia lainnya keluar dari dasar laut. Zat ini menjadi sumber makanan bagi mikroba. Selanjutnya, mikroba tersebut dimakan oleh hewan laut lain seperti cacing tabung, kerang, dan remis. Area ini merupakan rantai makanan khusus di laut dalam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tim hanya menemukan satu rembesan dingin aktif. Tetapi, hal yang mengejutkan para peneliti adalah meskipun hanya satu rembesan dingin yang ditemukan, jumlah makhluk hidup di wilayah tersebut sangat banyak dan keanekaragaman spesiesnya sangat tinggi.

Hal ini membuat para peneliti tidak menyangka jika laut dalam Argentina memiliki kekayaan kehidupan yang luar biasa.

Mereka memperkirakan telah menemukan 28 spesies baru, seperti siput laut, landak laut, anemon, dan cacing laut. Sebagian besar hewan ini hidup di terumbu karang Bathelia candida terbesar yang pernah diketahui, dengan ukuran hampir sebesar Kota Vatikan.

Tidak hanya itu, para peneliti juga menemukan ubur-ubur yang sangat langka yang dikenal sebagai ubur-ubur hantu (Stygiomedusa gigantea). Ubur-ubur ini dapat tumbuh hingga sepanjang bus sekolah. Jika biasanya ubur-ubur kita anggap sebagai hewan lucu dan menggemaskan, pemandangan tersebut berbeda ketika ditemukan di laut dalam yang gelap dan menyeramkan.

Penemuan lainnya adalah bangkai paus yang ditemukan sekitar 2,4 mil di bawah permukaan laut. Bangkai tersebut kini menjadi habitat sementara bagi berbagai hewan laut, seperti hiu, kepiting, dan organisme laut lainnya.

Direktur Eksekutif Schmidt Ocean Institute, Jyotika Virmani, mengatakan bahwa laut menyimpan banyak misteri sebagai ruang hidup di Bumi. Kehidupan laut bisa sama banyak, atau bahkan lebih banyak dibandingkan kehidupan di darat. Menurutnya, manusia baru mengetahui sebagian kecil dari kehidupan laut.

“Mungkin lebih banyak lagi karena lautan mengandung 98 persen ruang hidup di planet ini,” kata Virmani dikutip dari Popular Science (7/2/2026).

Yang tidak kalah mengejutkan adalah ditemukannya sampah manusia yang telah mencapai wilayah laut yang sangat dalam dan jauh. Sampah tersebut meliputi kantong plastik, jaring ikan, hingga kaset VHS lama yang masih hampir utuh karena plastik sangat sulit terurai.

Selama beberapa tahun terakhir, para ilmuwan di atas kapal penelitian Falkor (also) telah menemukan cumi-cumi Antartika yang langka, beberapa gurita di dekat Kosta Rika, serta mengatalogkan lebih dari 100 spesies baru potensial di lepas pantai Chili. (Nur Amalina)

#laut-dalam #spesies-baru #sampah-laut #schmidt-ocean-institute #rembesan-dingin #keanekaragaman-spesies #terumbu-karang #ubur-ubur-hantu #bangkai-paus #kehidupan-laut #misteri-laut #ruang-hidup-bumi #n-a

https://teknologi.bisnis.com/read/20260207/84/1950910/ekspedisi-laut-dalam-temukan-28-spesies-baru-hingga-jejak-sampah-manusia