Cegah Tol Tangerang-Merak Banjir, Pemerintah Bangun Tanggul Sungai Cidurian
Tol Tangerang-Merak banjir, pemerintah bangun tanggul darurat di Sungai Cidurian dan rencanakan infrastruktur permanen untuk cegah banjir di masa depan.
(Bisnis.Com) 05/02/26 07:57 126247
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan darurat pascabanjir yang merendam ruas Jalan Tol Tangerang–Merak tepatnya di KM 50. Selain pemulihan konektivitas, pemerintah merencanakan pembangunan infrastruktur pengendali banjir permanen untuk mengantisipasi luapan Sungai Cidurian.
Menteri PU, Dody Hanggodo menjelaskan langkah jangka pendek yang diambil saat ini adalah membangun tanggul darurat sepanjang 300 meter di sisi jalan tol.
Konstruksi sementara ini menggunakan kombinasi geobag dan Movable Concrete Barrier (MCB) guna menahan limpasan air agar tidak kembali masuk ke badan jalan tol yang menjadi jalur vital logistik Jawa–Sumatra.
“Kementerian PU berkomitmen untuk terus memberikan dukungan infrastruktur pengendalian banjir, baik melalui langkah darurat maupun penanganan jangka panjang, agar resiko dapat diminimalkan,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (3/2/2026).
Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWS C3) memastikan ruas tol KM 50 kini telah pulih dan dapat dilalui secara aman oleh seluruh golongan kendaraan. Kendati demikian, siaga alat berat dan personel masih dilakukan mengingat debit Sungai Cidurian dilaporkan masih relatif tinggi.
Selain di area jalan tol, BBWS C3 juga mengerahkan dua unit mobile pump berkapasitas 250 liter per detik di Kabupaten Tangerang. Pompa tersebut difokuskan untuk mengatasi genangan di fasilitas pendidikan, khususnya di wilayah Kecamatan Kresek yang terdampak langsung oleh kenaikan debit sungai.
Kepala BBWS Cidanau–Ciujung–Cidurian, Dedi Yudha Lesmana mengatakan bahwa seluruh peralatan dan material kebencanaan telah disiapkan di lokasi-lokasi strategis. Menurutnya, penentuan metode penanganan lanjutan akan terus disesuaikan dengan kondisi aksesibilitas dan cuaca di lapangan.
“Peralatan dan material kebencanaan milik BBWS C3 sudah siap digunakan. Namun, kami tetap memperhatikan kondisi lapangan, terutama akses menuju lokasi, sebelum menentukan metode penanganan yang paling tepat,” ujar Dedi.
Adapun, untuk solusi jangka panjang, pemerintah telah menyiapkan desain tanggul permanen Sungai Cidurian. Rencana ini mencakup perkuatan tanggul dengan pemasangan parapet serta pembangunan pintu air sebagai skema pengendalian banjir yang lebih komprehensif bagi kawasan tersebut.
Dalam pelaksanannya, Dedi menekankan bahwa pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan PT Marga Mandalasakti selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
#tol-tangerang-merak #banjir-tol-tangerang #sungai-cidurian #pembangunan-tanggul #infrastruktur-pengendali-banjir #menteri-pekerjaan-umum #geobag-mcb #logistik-jawa-sumatra #bbws-cidanau-ciujung-ciduri