Apa Itu Virus Nipah? Ini Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahannya

Apa Itu Virus Nipah? Ini Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahannya

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis berisiko tinggi dengan tingkat kematian hingga 75 persen. Simak penjelasan WHO mengenai gejala, penularan, tingkat kesembuhan, dan pencegahannya.

(Bisnis.Com) 04/02/26 18:09 125816

Bisnis.com, JAKARTA - Virus Nipah merupakan penyakit infeksi serius yang dapat mengancam kesehatan manusia karena tingkat fatalitasnya yang tinggi dan potensi penularan dari hewan ke manusia maupun antar manusia. Penyakit ini dikategorikan sebagai zoonosis yang berpotensi menimbulkan wabah dengan dampak kesehatan yang luas.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada akhir 1990-an di Malaysia, ketika terjadi wabah di peternakan babi. Dari kejadian tersebut, infeksi kemudian menyebar ke Singapura dan sejumlah negara Asia lainnya. Sejak saat itu, virus Nipah menjadi perhatian global karena sifat penularannya dan tingginya angka kematian.

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah atau Nipah virus (NiV) merupakan patogen dari keluarga Paramyxoviridae yang dapat menginfeksi manusia dan hewan. WHO menjelaskan bahwa inang alami virus ini adalah kelelawar buah (fruit bats) dari keluarga Pteropodidae. Hewan tersebut dapat membawa virus tanpa menunjukkan gejala, sehingga berperan penting dalam siklus penularan.

WHO juga menyatakan bahwa hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun terapi spesifik yang terbukti efektif untuk menyembuhkan infeksi virus Nipah. Penanganan medis difokuskan pada perawatan suportif guna mengatasi gejala dan komplikasi yang muncul.

Gejala dan Ciri Virus Nipah

Infeksi virus Nipah dapat menimbulkan spektrum gejala yang luas, mulai dari ringan hingga berat. Menurut WHO, masa inkubasi umumnya berkisar antara 3 hingga 14 hari, meskipun pada beberapa kasus dapat berlangsung lebih lama.

Gejala awal yang sering dilaporkan meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelemahan dan kelelahan
  • Batuk dan kesulitan bernapas
  • Mual dan muntah
  • Diare

Dalam perkembangannya, infeksi dapat menyebabkan komplikasi serius berupa ensefalitis atau peradangan otak. Kondisi ini ditandai dengan kebingungan, disorientasi, penurunan kesadaran, hingga kejang. Pada kasus berat, infeksi dapat berujung pada koma atau kematian.

Alur Penularan Virus Nipah

WHO mengidentifikasi beberapa jalur utama penularan virus Nipah, baik dari hewan ke manusia maupun antar manusia.

1. Penularan dari Hewan ke Manusia (Zoonosis)

Virus Nipah dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, terutama kelelawar buah. Penularan juga dapat terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi cairan tubuh hewan, seperti buah atau nira yang tercemar saliva atau urin kelelawar.

2. Manusia ke Manusia

Penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi melalui kontak dekat dengan penderita, termasuk paparan cairan tubuh seperti lendir, dahak, atau darah. Penularan jenis ini tercatat dalam beberapa wabah, terutama di lingkungan rumah tangga dan fasilitas kesehatan.

3. Kontaminasi Makanan

WHO mencatat bahwa konsumsi nira kurma mentah atau produk makanan lain yang terkontaminasi oleh kelelawar terinfeksi merupakan salah satu jalur penularan zoonotik yang signifikan di beberapa wilayah.

Tingkat Kesembuhan Virus Nipah

Virus Nipah tergolong penyakit dengan tingkat fatalitas tinggi. Berdasarkan laporan WHO, angka kematian pada wabah yang terdokumentasi berkisar antara sekitar 40 persen hingga 75 persen. Variasi ini dipengaruhi oleh lokasi kejadian, kecepatan deteksi kasus, serta kapasitas sistem kesehatan dalam memberikan perawatan intensif.

Hingga kini, perawatan yang tersedia terbatas pada supportive care, yaitu penanganan untuk menjaga fungsi vital tubuh dan mengelola komplikasi, terutama gangguan pernapasan dan neurologis.

Meskipun demikian, WHO menyebutkan bahwa sebagian pasien dapat pulih sepenuhnya, terutama jika diagnosis dilakukan lebih dini dan perawatan suportif diberikan secara optimal. Namun, pada beberapa penyintas, dapat muncul gangguan neurologis jangka panjang seperti kejang atau perubahan perilaku.

Cara Pencegahan Virus Nipah

Karena belum tersedia vaksin dan terapi khusus, WHO menekankan bahwa pencegahan merupakan strategi utama dalam mengurangi risiko infeksi virus Nipah.

Pencegahan Zoonotik (Hewan ke Manusia)

  1. Mengurangi kontak dengan kelelawar dan hewan yang berisiko, terutama di area di mana virus Nipah diketahui ada.
  2. Melindungi sumber makanan dari kontaminasi kelelawar, misalnya menutup tempat pengumpulan nira (palm sap) untuk mencegah kelelawar mengakses area tersebut.
  3. Memasak atau mendidihkan makanan/minuman yang berpotensi terkontaminasi sebelum dikonsumsi.

Pencegahan Penularan Antar Manusia

  1. Praktik kebersihan tangan yang ketat, termasuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terutama setelah kontak dengan orang sakit.
  2. Menggunakan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan atau orang yang merawat pasien yang diduga atau dikonfirmasi memiliki infeksi Nipah.
  3. Menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi untuk memutus rantai penularan.

WHO juga telah memasukkan virus Nipah ke dalam R&D Blueprint for Epidemics, yang menunjukkan bahwa patogen ini termasuk prioritas global dalam pengembangan vaksin, terapi, dan alat diagnostik yang lebih efektif.

#virus-nipah-gejala-dan-ciri-virus-nipah #alur-penularan-virus-nipah #tingkat-kesembuhan-virus-nipah #cara-pencegahan-virus-nipah-menurut-who

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260204/106/1950084/apa-itu-virus-nipah-ini-gejala-penularan-dan-cara-pencegahannya