BPS: Inflasi Kepri 2,98% pada Januari, Batam Relatif Paling Stabil
Inflasi Kepri Januari 2026 mencapai 2,98% dengan Batam paling stabil di 2,74%. Kenaikan harga terjadi di hampir semua kelompok pengeluaran, terutama perawatan pribadi.
(Bisnis.Com) 03/02/26 15:54 124158
Bisnis.com, BATAM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat inflasiyear on year (yoy) Kepri pada Januari 2026 sebesar 2,98% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,98.
Perinciannya, inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Tanjungpinang sebesar 4,32 %dengan IHK 108,57. Sementara inflasi terendah tercatat di Kota Batam sebesar 2,74% dengan IHK 111,63. Adapun Kabupaten Karimun mengalami inflasi yoy sebesar 2,77% dengan IHK 108,58.
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau Toto Haryanto Silitonga menjelaskan, inflasi yoy tersebut dipicu oleh kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Dari 11 kelompok pengeluaran yang dihitung, sebanyak 10 kelompok mengalami kenaikan indeks harga.
"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 1,25%. Kelompok pakaian dan alas kaki naik 1,34%, disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang naik cukup tinggi sebesar 3,60%. Selain itu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,72%, kelompok kesehatan 1,95%, serta kelompok transportasi 2,09%,” kata dia.
Lanjut,Kenaikan juga terjadi pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,51%, kelompok pendidikan 1,37%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,42%, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 19,28%. Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tercatat tidak mengalami perubahan indeks harga.
Sejumlah komoditas tercatat menjadi penyumbang utama inflasi yoy Januari 2026, antara lain emas perhiasan, tarif listrik, angkutan udara, daging ayam ras, beras, sewa rumah, daging sapi, sigaret, biaya pendidikan perguruan tinggi, nasi dengan lauk, minyak goreng, serta sejumlah komoditas pangan lainnya.
“Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi, seperti cabai merah, bawang merah, cabai rawit, bawang putih, bayam, bensin, udang basah, telur ayam ras, kentang, dan aneka sayuran hijau,” tambah dia.
Secara bulanan, BPS mencatat Provinsi Kepulauan Riau mengalami deflasi month to month (mom) sebesar 0,09% pada Januari 2026. Deflasi terjadi karena penurunan IHK dari 111,08 pada Desember 2025 menjadi 110,98 pada Januari 2026.
Komoditas yang memberikan andil inflasi mom antara lain emas perhiasan, beras, sewa rumah, daging ayam ras, daging sapi, nasi dengan lauk, hingga angkutan laut. Sementara komoditas yang mendorong deflasi mom di antaranya cabai merah, cabai rawit, bayam, angkutan udara, bensin, telur ayam ras, bawang merah, serta beberapa jenis ikan dan sayuran.
Dari sisi kelompok pengeluaran, penyumbang terbesar inflasi yoy Januari 2026 berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil sebesar 1,23%. Disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,56 %, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,37%, serta kelompok transportasi sebesar 0,29%.
“Secara umum, inflasi Januari 2026 masih mencerminkan adanya tekanan harga, terutama dari kelompok perawatan pribadi serta kebutuhan rumah tangga, meski secara bulanan terjadi deflasi,” kata Toto.
#inflasi-kepri #inflasi-batam #inflasi-tanjungpinang #inflasi-karimun #bps-kepri #indeks-harga-konsumen #kelompok-pengeluaran #kenaikan-harga #deflasi-kepri #komoditas-inflasi #kelompok-makanan-minuman