Laba Bersih BNI (BBNI) Susut, Raup Rp20,11 Triliun Selama 2025
Laba bersih BNI turun 7,15% YoY jadi Rp20,11 triliun di 2025, meski pendapatan bunga naik 4,22% YoY. Kredit tumbuh 15,94%, DPK naik 29,21% YoY.
(Bisnis.Com) 03/02/26 10:35 123697
Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) meraup laba bersih tahun berjalan sebesar Rp20,11 triliun hingga Desember 2025. Raihan tersebut menyusut 7,15% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp21,66 triliun.
Dikutip dari laporan kinerja perseroan yang dipublikasikan, bank dengan logo 46 itu membukukan pendapatan bunga sebesar Rp69,39 triliun, meningkat 4,22% YoY dari tahun sebelumnya Rp66,58 triliun. Pada saat yang sama, beban bunga juga naik 11,33% YoY menjadi Rp29,06 triliun.
Dengan realisasi tersebut, pendapatan bunga bersih yang diperoleh BNI sepanjang 2025 mencapai Rp40,33 triliun, turun tipis 0,36% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp40,48 triliun.
Beban operasional lainnya tercatat mengalami peningkatan. BNI melaporkan, beban operasional perseroan mencapai Rp16,68 triliun, naik 13,68% YoY dibandingkan tahun lalu Rp14,67 triliun.
Salah satu komponen beban operasional nonbunga yang membengkak yaitu impairment yang naik signifikan 27,52% YoY, dari Rp7,78 triliun menjadi Rp9,92 triliun hingga akhir 2025.
Adapun laba operasional menyusut 8,19% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp26,57 triliun menjadi Rp24,39 triliun sepanjang 2025. Di sisi lain, laba non operasional BNI mencapai Rp1,83 miliar, setelah sebelumnya membukukan rugi sebesar Rp3,79 miliar.
Dari sisi intermediasi, bank pelat merah ini membukukan pertumbuhan kredit sebesar Rp899,53 triliun, meningkat 15,94% YoY dibanding tahun lalu. Sepanjang 2024, BNI menyalurkan kredit senilai Rp775,87 triliun.
Kemudian dari sisi penghimpunan dana, BNI mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.040,83 triliun, meningkat 29,21% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp805,51 triliun.
Pertumbuhan DPK pada periode tersebut utamanya ditopang oleh simpanan giro yang tumbuh 43,75% YoY menjadi Rp439,49 triliun dari sebelumnya Rp305,73 triliun.
Simpanan deposito dan tabungan BNI juga mencatatkan pertumbuhan. Tercatat, simpanan deposito meningkat 29,99% YoY menjadi Rp314,87 triliun dan tabungan tumbuh 11,23% YoY menjadi Rp286,46 triliun hingga Desember 2025.
Melihat indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) BNI menyusut dari 21,40% menjadi 20,66% hingga akhir 2025. Untuk kualitas kredit, NPL Gross tercatat turun dari 1,97% menjadi 1,93%, dan NPL Net turun menjadi 0,70% dari 0,74%.
Adapun, pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) menyusut menjadi 3,80% dari periode yang sama tahun lalu 4,24%, sedangkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional meningkat dari 70,05% sepanjang 2024 menjadi 72,94% hingga akhir 2025.
#bbni-laba-bersih #bni-pendapatan-bunga #bni-beban-bunga #bni-laba-operasional #bni-kredit-tumbuh #bni-dana-pihak-ketiga #bni-simpanan-giro #bni-simpanan-deposito #bni-tabungan-tumbuh #bni-rasio-kpmm #n-a