Merdeka Copper (MDKA) Beberkan Progres Dual Listing EMAS di Bursa Hong Kong
Merdeka Gold Resources (EMAS) menjajaki rencana dual listing di Bursa Hong Kong, namun masih tahap awal dan belum ada keputusan final.
(Bisnis.Com) 29/01/26 17:59 118818
Bisnis.com, JAKARTA — Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) berencana melakukan dual listing di Bursa Hong Kong.
GM Corporate Communication MDKA Tom Malik mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan.
"Kami baru melihat kemungkinan. Setelah review baru dilihat apakah dilanjutkan atau tidak. Kita baru belajar persyaratan, juga konsekuensinya seperti apa," ujar Tom saat ditemui di Kantor Bisnis Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Tom menilai upaya menggalang dana dari publik punya plus minus. Untuk itu, dalam tahap penjajakan ini MDKA masih menimbang-nimbang.
"Oke mungkin secara cost money rendah, tapi yang pertama pasti kehilangan saham [dilepas di publik]. Kedua, ada kewajiban melaporkan yang pasti lebih ribet. Kalau di IDX, kita punya pengalaman 3 kali. Yang ini pengalaman yang baru. Pastinya akan dipelajari dengan lebih detail," tandasnya.
Menilik minat investor asing di saham MDKA, saham emiten terafiliasi Boy Thohir ini menjadi salah satu saham yang tetap \'diserok\' asing saat pasar saham dilanda aksi jual. Pada penutupan pasar Rabu (28/1), indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 7,35% yang dibarengi dengan net sell asing sebesar Rp6,17 triliun.
Di sisi lain, MDKA mengakhiri pasar dengan torehan net buy asing di pasar reguler Rp204 miliar. Harga MDKA pada penutupan pasar bahkan naik 0,93% ke Rp3.240. Namun, untuk saham EMAS tercatat net sell asing di pasar reguler sebesar Rp94,44 miliar. Hanya saja, besarnya transaksi beli dari investor domestik menopang harga EMAS tetap terjaga di Rp7.000, alias tak berubah.
Tom melihat persepsi investor atas saham-saham Merdeka Grup tetap bagus, sejalan dengan target produksi tambang emas yang dikelola EMAS.
"Memang potensi masih bagus, dengan Tambang Emas Pani akan mulai produksi di kuartal ini akan mendorong produksi emas Merdeka tahun ini. Karena ada dua source, di Banyuwangi dan Pani," tandasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Merdeka Gold Resources Adi Adriansyah Sjoekri menyampaikan perseroan masih dalam tahap awal untuk menjajaki kemungkinan pencatatan saham di Bursa Hong Kong.
“Oleh karena itu, perseroan belum memiliki rencana yang detail dan definitif terkait hal rencana pencatatan saham di Bursa Hong Kong,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (29/1/2026).
EMAS juga menegaskan pihaknya belum memiliki penjelasan lebih lanjut tentang tujuan utama, perkiraan waktu, dan dampak terhadap kinerja dan strategi jangka panjang perseroan atas rencana dual listing di Bursa Hong Kong.
Perseroan menambahkan pihaknya tidak memiliki informasi atau kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perseroan serta harga saham perseroan.
Adapun, rencana pencatatan saham di Bursa Hong Kong itu dirancang EMAS setelah go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 September 2025. PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) listing perdana di BEI dengan melepas 1,61 miliar saham atau persisnya 1.618.023.300 lembar saham.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#merdeka-copper #mdka #emas #dual-listing #bursa-hong-kong #saham-mdka #saham-emas #investor-asing #net-buy #net-sell #tambang-emas #produksi-emas #merdeka-gold-resources #bursa-efek-indonesia #go-publ