Garuda Indonesia (GIAA) Hengkang dari Bandara RHF Tanjungpinang Mulai 10 Februari

Garuda Indonesia (GIAA) Hengkang dari Bandara RHF Tanjungpinang Mulai 10 Februari

Garuda Indonesia (GIAA) akan hentikan rute Jakarta-Tanjungpinang di Bandara RHF mulai 10 Februari 2026, digantikan Citilink dengan penerbangan harian.

(Bisnis.Com) 29/01/26 17:44 118784

Bisnis.com, BATAM — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mempertimbangkan untuk setop layanan penerbangan rute Jakarta–Tanjungpinang melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) mulai 10 Februari 2026. Sebagai pengganti, maskapai Citilink akan disiapkan untuk melayani penerbangan setiap hari menggunakan pesawat Airbus A320.

Kepastian tersebut disampaikan manajemen PT Garuda Indonesia kepada Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, dalam pertemuan pada Rabu (28/1/2026).

“Garuda Indonesia memang berencana menghentikan rute Jakarta–Tanjungpinang. Namun, sebagai gantinya, Citilink akan dioperasikan setiap hari atau tujuh kali dalam seminggu,” ujar Nyanyang.

Citilink adalah anak usaha Garuda Indonesia Group yang akan mengoperasikan pesawat Airbus A320 dengan kapasitas sekitar 180 penumpang. Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas surat permohonan keberlanjutan layanan penerbangan yang sebelumnya disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad kepada manajemen Garuda Indonesia pada awal Januari 2026.

“Selama ini, Garuda Indonesia melayani rute Jakarta–Tanjungpinang sebanyak tiga kali dalam seminggu, sementara Citilink beroperasi empat kali seminggu dari Bandara RHF,” kata nyanyang.

Nyanyang mengungkapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah meminta Garuda Indonesia untuk meninjau ulang rencana penghentian operasional tersebut. Salah satu upaya yang ditawarkan adalah komitmen Pemprov Kepri untuk memastikan perjalanan dinas aparatur sipil negara menggunakan maskapai Garuda Indonesia dari Bandara RHF.

“Kami juga akan mengajak Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan untuk melakukan hal serupa,” katanya.

Menurut Nyanyang, keberadaan Garuda Indonesia di Bandara RHF penting mengingat Pulau Bintan merupakan kawasan strategis investasi dan pariwisata. Ia optimistis jumlah penumpang akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan, seiring momentum perayaan Imlek, Cap Go Meh, hingga Hari Raya Idul Fitri.

“Kami meminta agar Garuda setidaknya menunda penghentian operasional hingga setelah Lebaran sambil dilakukan evaluasi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Komersial PT Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, menjelaskan bahwa rencana penghentian operasional di sejumlah bandara, termasuk Tanjungpinang, merupakan bagian dari upaya harmonisasi dan optimalisasi armada.

“Langkah ini tidak hanya terjadi di Tanjungpinang, tetapi juga di delapan hingga sembilan bandara lain di Indonesia,” kata dia.

Manajemen PT Garuda Indonesia dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, dalam pertemuan pada Rabu (28/1/2026) membahasa soal maskapai garuda yang akan pamit dari Bandara RHF/Istimewa
Manajemen PT Garuda Indonesia dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, dalam pertemuan pada Rabu (28/1/2026) membahasa soal maskapai garuda yang akan pamit dari Bandara RHF/Istimewa

#garuda-indonesia #citilink #bandara-rhf #jakarta-tanjungpinang #penerbangan-garuda #rute-penerbangan #pesawat-airbus-a320 #maskapai-penerbangan #kepulauan-riau #investasi-bintan #pariwisata-bintan #op

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260129/98/1948442/garuda-indonesia-giaa-hengkang-dari-bandara-rhf-tanjungpinang-mulai-10-februari