Sinyal Positif Hasil Nego Tarif AS untuk Komoditas Ekspor RI
Pemerintah RI berhasil negosiasi tarif ekspor komoditas andalan ke AS dengan optimal, menunggu penandatanganan kesepakatan oleh Presiden Prabowo dan Trump.
(Bisnis.Com) 29/01/26 15:33 118575
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkap terdapat sejumlah komoditas andalan ekspor dari Indonesia ke Amerika Serikat (AS) yang berhasil dinegosiasikan dengan optimal dengan pihak United States Trade Representative (USTR).
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan bahwa negosiasi dengan AS terkait dengan tarif impor itu sudah tuntas dan tinggal ditutup dengan pertemuan antara kedua pimpinan negara, yakni Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.
Pada Sabtu (24/1/2026), dia menyebut hasil negosiasi tarif antara RI dan AS membuahkan hasil yang optimal. Salah satunya yakni sejumlah komoditas andalan ekspor RI ke AS yang berhasil dinegosiasikan dengan \'sangat optimal\'.
"Nanti akan ada sedikit surprise beberapa komoditas yang ekspornya tinggi sekali ke Amerika, kami berhasil menegosiasikan sangat optimal dan menjadi pendorong ekonomi kita di quarter 1 di tahun 2026," terangnya pada acara Peringatan 2 Dekade Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP) di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Susiwojono mengatakan bakal segera menyampaikan secara resmi hasil negosiasi tarif tahap akhir dengan AS itu kepada publik. Kemudian, pemerintah RI dan AS juga tengah mencari waktu agar kedua kepala pemerintahan bisa menandatangani kesepakatan dagang dimaksud.
"Apapun itu, kami sudah bersyukur bisa menyelesaikan. Namun harus kami akui, instrumen tarif yang digunakan Trump ini sangat memengaruhi, bagaimana supply chain, logistik global, kemudian berbagai rantai pasok global," tuturnya.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo dan Presiden Trump pada 2025 lalu telah menyepakati tarif impor yang dikenai terhadap komoditas maupun barang dari Indonesia ke AS sebesar 19%. Sebelumnya, Trump sempat mengancam pengenaan tarif impor sebesar 32% untuk Indonesia.
Pada Desember 2025, Indonesia dan AS kemudian menyepakati pengecualian crude palm oil atau sawit dari tarif 19%.
#komoditas-andalan-ekspor #negosiasi-tarif-impor #tarif-impor-indonesia #komoditas-ekspor-ri #negosiasi-dengan-as #tarif-impor-as #komoditas-ekspor-amerika #kesepakatan-dagang-ri-as #tarif-impor-sawit #n-a