Panic Selling IHSG, Maybank Optimistis Prospek Jangka Panjang Saham RI Menjanjikan

Panic Selling IHSG, Maybank Optimistis Prospek Jangka Panjang Saham RI Menjanjikan

Maybank optimistis prospek saham Indonesia cerah meski IHSG turun 8% akibat panic selling. Reli logam dan ekonomi membaik jadi pendorong jangka panjang.

(Bisnis.Com) 29/01/26 10:33 118158

Bisnis.com, JAKARTA — Maybank Sekuritas mempertahankan posisi optimistis untuk prospek saham-saham Indonesia walaupun tengah dilanda panic selling saat ini.

Head of Research Maybank Sekuritas Jeffrosenberg Chen Lim mengatakan pihaknya tetap optimistis untuk prospek cerah saham Indonesia.

“Kami tetap percaya diri terhadap prospek jangka panjang saham Indonesia, yang ditopang oleh reli harga logam mulia dan logam industri serta prospek ekonomi yang kian membaik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (29/1/2026).

Adapun, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menerapkan trading halt atau pembekuan perdagangan sementara menyusul penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 8% pada Kamis (29/1/2026).

Saat ini, IHSG bertengger di level 7.654,66 atau turun 8% hanya berselang hampir 30 menit setelah perdagangan dibuka.

Sebanyak 658 saham bertumbangan di zona merah, sementara hanya 33 saham yang bertahan di zona hijau dan 20 saham lainnya bergerak stagnan.

Jeffrosenberg mengatakan pelemahan IHSG akibat pengumuman penyedia indeks global MSCI yang membekukan rebalancing saham asal Indonesia itu bersifat jangka pendek.

Menurutnya, regulator pasar modal saat ini berada di jalur yang sama untuk meningkatkan standar pengungkapan informasi, sehingga persyaratan transparansi MSCI diyakini akan segera terpenuhi.

“Kami meyakini MSCI akan memperoleh tingkat transparansi yang diperlukan terkait pelaporan kepemilikan, sejalan dengan tujuan regulator pasar modal dalam meningkatkan standar keterbukaan informasi,” ujar Jeffrosenberg

Meskipun prospek jangka panjang cerah, Jeffrosenberg mengingatkan adanya potensi volatilitas tinggi dalam waktu dekat karena reli pasar baru-baru ini sebagian besar digerakkan oleh investor ritel. Hal itu menimbulkan risiko koreksi yang lebih tajam pada saham yang didominasi kepemilikan ritel.

Efek domino dari koreksi ini diperkirakan memberikan tekanan pada saham-saham unggulan. Namun, Maybank Sekuritas melihat tekanan pada saham blue chip sebagai peluang strategis bagi investor untuk melakukan akumulasi.

“Mungkin juga akan ada tekanan limpahan pada saham-saham blue chip, yang kami pandang sebagai peluang beli saat terjadi pelemahan,” tuturnya.

Maybank Sekuritas pun menegaskan tetap mempertahankan target IHSG di level 9.250 hingga akhir 2026.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#panic-selling #ihsg #maybank-sekuritas #prospek-saham #saham-indonesia #trading-halt #bursa-efek-indonesia #indeks-harga-saham #msci #volatilitas-saham #saham-blue-chip #akumulasi-saham #target-ihsg #n-a

https://market.bisnis.com/read/20260129/189/1948263/panic-selling-ihsg-maybank-optimistis-prospek-jangka-panjang-saham-ri-menjanjikan