BPBD Garut Kerahkan Empat Personel Ahli Bantu Evakuasi Longsor Cisarua
BPBD Garut mengerahkan empat personel ahli untuk mendukung operasi SAR di Cisarua, Bandung Barat, pascalongsor akibat hujan deras, guna memastikan evakuasi aman dan efektif.
(Bisnis.Com) 27/01/26 11:33 115437
Bisnis.com, GARUT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mengerahkan empat personel ahli penanganan bencana untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Pengerahan ini dilakukan melalui skema bantuan kendali operasi (BKO) sebagai bentuk dukungan lintas daerah dalam situasi darurat bencana.
Empat personel yang diturunkan merupakan tenaga berpengalaman dalam penanganan kedaruratan dan evakuasi. Tim dipimpin oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Garut Daris Hilman, bersama tiga personel lainnya yakni M Raksa Perdana, Irsan Fauzan Ansori, dan M. Firdaus. Keempatnya langsung bergabung dengan pos komando utama dan tim SAR gabungan sejak hari pertama penugasan.
Kehadiran personel BPBD Kabupaten Garut difokuskan untuk memperkuat kapasitas lapangan, khususnya dalam pengaturan zona pencarian, asesmen risiko lanjutan, serta pendampingan teknis evakuasi di area rawan. Tim juga berperan dalam memastikan prosedur keselamatan kerja (safety operation) dijalankan secara ketat, mengingat lokasi longsor masih berpotensi mengalami pergerakan tanah susulan.
Pada pelaksanaan operasi, tim SAR gabungan membagi wilayah kerja menjadi tiga zona pencarian utama. Personel BPBD Kabupaten Garut ditempatkan secara strategis di zona dengan tingkat risiko tinggi, termasuk area permukiman terdampak dan jalur aliran material longsoran.
Penugasan tersebut mencakup koordinasi antarunsur, penguatan komunikasi lapangan, serta pemantauan kondisi geoteknis secara visual.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Garut Daris Hilman menyatakan, pengerahan personel dilakukan untuk memastikan proses evakuasi berjalan efektif dan terkoordinasi dengan baik.
“Kami dari BPBD Kabupaten Garut ditugaskan untuk membantu operasi pencarian dan pertolongan. Fokus kami adalah mendukung tim gabungan di lapangan, memastikan pembagian tugas berjalan jelas, dan menjaga keselamatan seluruh personel,” ujar Daris, Selasa (27/1/2026).
Selain terlibat langsung dalam pencarian korban, tim BPBD Kabupaten Garut juga membantu penguatan manajemen operasi darurat. Tugas tersebut meliputi pelaporan perkembangan lapangan kepada pos komando, pendataan awal dampak di sektor permukiman, serta koordinasi logistik dasar bagi personel SAR yang bekerja di area terdampak.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Cisarua dan Lembang, Kabupaten Bandung Barat sejak Jumat (23/1/2026) malam membuat kondisi tanah di lereng perbukitan berada pada titik jenuh.
Curah hujan berkepanjangan menyebabkan daya ikat tanah melemah, sementara aliran air dari hulu terus menekan tanah di kawasan dengan kemiringan curam dan struktur geologi rapuh.
Pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, sekira pukul 03.00 WIB, warga dikejutkan oleh suara gemuruh keras dari arah perbukitan. Tak lama berselang, massa tanah bercampur lumpur dan bebatuan meluncur deras mengikuti alur sungai dan lereng, menghantam permukiman warga di sejumlah kampung di Kecamatan Cisarua serta wilayah perbatasan Lembang. Longsoran terjadi secara cepat, memberi sedikit waktu bagi warga untuk menyelamatkan diri.
Material longsor tidak hanya berasal dari satu titik lereng, tetapi juga dipicu runtuhnya timbunan alami di hulu sungai yang sebelumnya menahan aliran air dan tanah. Jebolnya timbunan tersebut memicu aliran lumpur dengan daya rusak tinggi yang menyapu rumah, fasilitas umum, serta akses jalan, sehingga memperluas area terdampak bencana.
Sesaat setelah kejadian, warga yang selamat berupaya melakukan penyelamatan darurat secara mandiri sebelum tim gabungan tiba di lokasi. Aparat TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan segera dikerahkan untuk melakukan evakuasi, pencarian korban tertimbun, serta pendataan dampak kerusakan di tengah kondisi cuaca yang masih labil.
Hingga beberapa hari pascakejadian, longsor menyebabkan puluhan rumah rusak berat, ratusan warga mengungsi, serta korban jiwa dan orang hilang yang terus diperbarui jumlahnya.
Pemerintah daerah menetapkan status darurat bencana dan mengimbau warga di sekitar lereng rawan untuk menjauhi lokasi, mengantisipasi potensi longsor susulan akibat kondisi tanah yang masih labil.
#bpbd-garut #evakuasi-longsor #personel-ahli #longsor-cisarua #operasi-sar #bantuan-kendali-operasi #penanganan-bencana #desa-pasirlangu #kecamatan-cisarua #kabupaten-bandung-barat #zona-pencarian #kes