Kelelahan di Tengah Duka, Menteri KP Pingsan Saat Lepas Korban ATR 42-500

Kelelahan di Tengah Duka, Menteri KP Pingsan Saat Lepas Korban ATR 42-500

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pingsan saat memimpin upacara penghormatan dan pelepasan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.

(Kompas.com) 26/01/26 09:53 114033

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pingsan saat memimpin upacara penghormatan dan pelepasan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Upacara berlangsung di Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Peristiwa terjadi ketika prosesi penyerahan jenazah dari keluarga kepada negara untuk dimakamkan secara kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Jenazah yang dilepas merupakan tiga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Korban terdiri dari Ferry Irawan, Yoga Naufal, dan pilot Capt. Andy Dahananto.

Ketiganya gugur saat menjalankan tugas. Pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Dalam prosesi tersebut, kakak Ferry Irawan, Muhammad Hidayat, membacakan pernyataan penyerahan jenazah kepada negara.

“Dengan ini saya atas nama keluarga menyerahkan jenazah Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan alm. Capt. Andy Dahananto kepada negara Republik Indonesia untuk dimakamkan secara kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Muhammad.

Sesaat setelah pernyataan dibacakan, Trenggono terlihat membisikkan sesuatu kepada ajudannya. Ia kemudian jatuh tak sadarkan diri.

Suara benturan terdengar di dalam auditorium. Situasi sempat memicu kepanikan peserta upacara.

Sejumlah petugas dan pegawai KKP segera memberikan pertolongan. Trenggono dibawa ke ruangan lain menggunakan tandu dan tabung oksigen.

Prosesi upacara sempat terhenti. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan mengambil alih tugas sebagai inspektur upacara hingga acara selesai.

Usai upacara, Didit memastikan kondisi Trenggono telah membaik.

“Sudah sadar, tidak apa-apa. Dia kecapekan,” kata Didit.

Presiden Prabowo Subianto turut memberi perhatian. Kepala Negara menelepon langsung Trenggono untuk menanyakan kondisi kesehatannya.

Informasi tersebut disampaikan Trenggono melalui akun Instagram resminya, @swtrenggono, Minggu (25/1/2026).

“Terima kasih atas perhatian dan doa masyarakat semuanya terhadap saya. Wabilkhusus Pak Presiden @presidenrepublikindonesia @prabowo yang menelpon langsung dan menanyakan kondisi saya hari ini,” tulis Trenggono.

Trenggono menyebut kondisi kesehatannya dalam keadaan baik. Hasil observasi dokter menunjukkan kelelahan fisik dan mental.

“Alhamdulillah observasi dokter menyatakan tidak ada masalah, hanya kelelahan,” ujar Trenggono.

Ia menjelaskan kelelahan dipicu padatnya aktivitas sepekan terakhir. Duka mendalam keluarga besar KKP akibat kecelakaan pesawat ATR 42-500 turut memengaruhi kondisi tersebut.

Selain itu, Trenggono baru menjalani tugas negara mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja ke London, Inggris, dan Davos, Swiss.

Trenggono menegaskan kehadirannya sebagai inspektur upacara merupakan bentuk tanggung jawab kepada jajaran yang gugur saat bertugas.

"Walau tengah menjalankan tugas negara mendampingi Presiden di London (Inggris) dan Davos (Swiss), sebagai komandan di KKP saya selalu bersama pasukan baik suka dan duka, menjadi inspektur upacara bagi mereka yang berpulang adalah wujud pendampingan terakhir," tuturnya.

Ia kembali menyampaikan apresiasi atas dukungan dan doa masyarakat.

“Sekali lagi terima kasih atas doa dan dukungan semuanya. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” tutup Trenggono.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

#menteri-kp #sakti-wahyu-trenggono-pingsan #menteri-kp-pingsan

https://money.kompas.com/read/2026/01/26/095338726/kelelahan-di-tengah-duka-menteri-kp-pingsan-saat-lepas-korban-atr-42-500