Terungkap! Segudang Rahasia Misteri Ikan Teleskop Laut Dalam Bermata Besar

Terungkap! Segudang Rahasia Misteri Ikan Teleskop Laut Dalam Bermata Besar

Ikan teleskop, penghuni laut dalam dengan mata besar, hidup di perairan tropis dan subtropis. Spesies ini unik karena hermaprodit dan memiliki kemampuan melihat di kegelapan.

(Bisnis.Com) 23/01/26 17:19 112343

Bisnis.com, JAKARTA — Ikan teleskop menarik perhatian ilmuwan dengan bentuk tubuh dan mata unik di habitat laut dalam yang penuh misteri.

Lautan dalam masih menjadi salah satu wilayah paling misterius di Bumi. Minim cahaya, tekanan air yang ekstrim, dan jarak yang jauh dari aktivitas manusia membuat kehidupan di kedalaman laut sulit dijangkau dan belum sepenuhnya dipahami.

Dari banyaknya spesies yang hidup di sana, ikan laut dalam dikenal memiliki bentuk tubuh yang tidak biasa dan perilaku yang unik. Salah satu contohnya adalah ikan teleskop.

Ikan teleskop mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Sesuai namanya, ikan ini memiliki mata yang sangat besar dan menonjol, menyerupai teropong. Tubuhnya memanjang, berwarna keperakan, tidak bersisik, dan dilengkapi gigi-gigi runcing yang membentuk seringai khas.

Penampilannya yang tidak lazim seperti mahluk dari dunia lain. Namun, jika diperhatikan kembali ikan ini terlihat seperti ikan imut yang menggemaskan karena selalu tersenyum.

Ikan teleskop hidup di perairan tropis dan subtropis di seluruh dunia. Secara ilmiah, ikan ini terdiri dari dua spesies, yaitu Gigantura chuni dan Gigantura indica. Perbedaan keduanya hanya terdapat pada beberapa bagian sirip.

Meski namanya mengesankan ukuran besar, ikan teleskop dewasa sebenarnya hanya tumbuh hingga sekitar 26 sampai 30 sentimeter. Nama teleskop justru terinspirasi dari ukuran matanya yang luar biasa besar.

Yang membuat ikan teleskop semakin menarik adalah perjalanan hidupnya. Ikan ini merupakan hermaprodit sinkron, artinya satu individu memiliki organ reproduksi jantan dan betina.

Melansir dari Smithsonian Ocean, Kamis (22/1/2026), saat dewasa, ikan teleskop melepaskan telur dan sperma ke laut lepas. Sebagian kecil yang berhasil bertemu akan berkembang menjadi larva.

Pada tahap larva yang dikenal sebagai fase Rosaura ikan teleskop memiliki bentuk yang sama sekali berbeda. Tubuhnya kecil, bulat, dan gemuk, sangat jauh dari penampilan ikan dewasa.

Perbedaannya begitu ekstrem hingga selama lebih dari 80 tahun, para ilmuwan mengira larva dan ikan teleskop dewasa adalah dua spesies yang berbeda. Seiring pertumbuhan, larva ini mengalami transformasi besar, termasuk perubahan struktur tulang dan bentuk tubuh.

Hingga kini, para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami bagaimana proses perubahan luar biasa ini terjadi.

Penampilan aneh ikan teleskop dewasa merupakan hasil evolusi jutaan tahun di habitat ekstrim yang dikenal sebagai zona tengah malam atau mesopelagik. Zona ini hampir sepenuhnya gelap dan berada di kedalaman sekitar 500 hingga 2.500 meter di bawah permukaan laut. Dalam kondisi seperti ini, kemampuan melihat menjadi kunci utama untuk bertahan hidup.

Mata ikan teleskop berbentuk tabung dan menghadap ke atas, memungkinkan mereka menangkap cahaya sekecil apa pun. Kilatan cahaya dari organisme bioluminesen bisa menjadi petunjuk adanya mangsa.

Selain itu, dengan mengarahkan pandangan ke permukaan, ikan teleskop juga dapat melihat siluet mangsa yang berada di atasnya, yang tampak samar oleh cahaya matahari yang menembus laut.

Dalam beberapa ekspedisi, ikan teleskop bahkan terlihat melayang sejajar satu sama lain dengan posisi kepala mengarah ke atas, seolah sedang mengamati dunia di atasnya.

Keunikan ikan teleskop tidak berhenti pada matanya. Struktur rahangnya juga sangat luar biasa. Para ahli menyebut rahang ikan teleskop sebagai salah satu yang paling khas di antara ikan bertulang.

Dengan anatomi khusus dan tanpa struktur tulang rahang yang kaku, ikan ini mampu membuka mulutnya sangat lebar dan menelan mangsa yang ukurannya bisa lebih besar dari tubuhnya sendiri.

Cara makan ini dikenal sebagai raptorial feeding, mirip dengan kemampuan ekstrim belut moray. Dalam satu kasus, ilmuwan bahkan menemukan mangsa berukuran dua kali lipat tubuh ikan teleskop terlipat di dalam perutnya.

Karena banyak mangsanya memancarkan cahaya bioluminesensi, ikan teleskop memiliki perut berwarna hitam dan buram. Hal ini berfungsi untuk mencegah cahaya dari dalam tubuhnya terlihat oleh predator lain.

Hingga kini, ikan teleskop masih tergolong sangat jarang terlihat. Baru dua kali ikan ini berhasil direkam secara langsung, masing-masing dari spesies G. chuni dan G. indica. Menariknya, kedua penampakan tersebut menunjukkan ikan teleskop berenang berdampingan. (Nur Amalina)

#ikan-teleskop #laut-dalam #mata-besar #ikan-unik #habitat-ekstrim #spesies-laut #ikan-hermaprodit #zona-mesopelagik #raptorial-feeding #ikan-bertulang #ikan-bioluminesen #ikan-tropis #ikan-subtropis #n-a

https://teknologi.bisnis.com/read/20260123/84/1946708/terungkap-segudang-rahasia-misteri-ikan-teleskop-laut-dalam-bermata-besar