Telkomsel Sambut Baik Target Komdigi Tekan Harga Broadband 2026 Lebih Terjangkau
Telkomsel mendukung target Komdigi untuk menurunkan harga broadband menjadi 4% dari pendapatan per kapita pada 2026, dengan cakupan 4G/LTE mencapai 97,50%.
(Bisnis.Com) 23/01/26 11:13 111891
Bisnis.com, JAKARTA— PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menyambut positif arah kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam mendorong peningkatan keterjangkauan layanan broadband bagi masyarakat.
Komdigi menargetkan rasio harga layanan jaringan pita lebar tetap terhadap pendapatan per kapita berada di level 4% pada 2026. Target tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya dan mencerminkan upaya pemerintah untuk menghadirkan layanan internet yang semakin terjangkau. Ketentuan ini tercantum dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029.
VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi mengatakan, berdasarkan berbagai kajian konsultan independen, harga layanan internet bergerak di Indonesia saat ini dinilai berada pada tingkat yang relatif terjangkau dan kompetitif dibandingkan negara lain, khususnya jika dilihat dari rasio harga terhadap pendapatan.
“Selama ini, operator seluler, termasuk Telkomsel, terus berupaya menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga, kualitas layanan, dan keberlanjutan investasi,” kata Fahmi kepadaBisnis, Jumat (23/1/2026).
Fahmi menjelaskan, upaya tersebut dilakukan melalui efisiensi operasional, modernisasi jaringan, serta pengembangan paket data yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan pelanggan.
Ke depan, Telkomsel menilai pentingnya sinergi kebijakan yang berkelanjutan antara pemerintah dan industri agar target keterjangkauan layanan dapat dicapai secara optimal.
Fahmi menambahkan, struktur biaya industri telekomunikasi termasuk berbagai komponen biaya regulasi dan kewajiban operasional menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ruang gerak operator dalam menghadirkan tarif yang semakin terjangkau.
Dalam konteks tersebut, Telkomsel berharap adanya dukungan kebijakan dari pemerintah guna menciptakan ekosistem industri yang lebih efisien, sehat, dan berkelanjutan.
Menurut Fahmi, dengan dukungan kebijakan yang tepat, operator dapat terus memperluas jaringan, meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan harga yang semakin inklusif bagi masyarakat.
“Telkomsel meyakini kolaborasi erat antara pemerintah dan industri akan menjadi kunci dalam mewujudkan layanan broadband yang terjangkau, berkualitas, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara jangka panjang,” kata Fahmi.
Selain aspek keterjangkauan harga, Komdigi juga menargetkan cakupan layananmobile broadbandminimal 4G/LTE mencapai 97,50% dari total wilayah permukiman pada 2026.
Dalam dokumen Renstra 2025–2029, indikator jangkauan jaringan pita lebar bergerak per populasi ditetapkan meningkat secara bertahap hingga mencapai 98% pada 2029. Secara rinci, cakupanmobile broadbandditargetkan mencapai 97,50% pada 2026, meningkat menjadi 97,75% pada 2027, kemudian 97,90% pada 2028, dan mencapai 98% pada 2029.
Adapun capaian pada 2024 tercatat sebesar 97,16% dari total wilayah permukiman, sedikit di bawah target 2025 yang ditetapkan sebesar 97,30%.
Selain itu, persentase luas permukiman dan jalur transportasi utama yang masih mengalamiblank spotsinyal 5G ditargetkan tetap berada di level 4,44%. Komdigi juga menargetkan terbentuknya satu kota berkonsepgigacitypada 2026 serta penambahan 29 kabupaten/kotagigacitypada 2027.
#telkomsel-broadband #harga-broadband #komdigi-target #layanan-broadband #internet-terjangkau #kebijakan-komdigi #telkomsel-layanan #sinergi-pemerintah-industri #modernisasi-jaringan #paket-data-inklus