IHSG Dibuka Melemah 0,56% ke 9.083, Saham UNTR hingga ASII Ambruk ke Zona Merah

IHSG Dibuka Melemah 0,56% ke 9.083, Saham UNTR hingga ASII Ambruk ke Zona Merah

IHSG dibuka melemah 0,56% ke 9.083 pada 21 Januari 2026, dengan saham UNTR dan ASII turun signifikan. Analis memproyeksikan potensi koreksi lanjutan.

(Bisnis.Com) 21/01/26 09:12 109163

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,56% ke level 9.083,46 pada perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026). Sejumlah saham seperti UNTR, ASII hingga INET terpantau kompak ambruk di zona merah pagi ini.

Data RTI Business pukul 09.01 WIB menunjukkan, IHSG turun 0,56% atau 51,23 poin ke level 9.083,46 pada awal sesi perdagangan. Rentang pergerakan IHSG berada di antara 9.075 hingga 9.104.

Total perdagangan saham mencapai 2,54 miliar lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp1,35 triliun dan frekuensi sebanyak 143.037 kali. Tercatat 243 saham menguat, 179 saham melemah, dan 226 saham stagnan. Kapitalisasi pasar atau market cap Bursa tercatat mencapai Rp16.531 triliun.

Dari jajaran emiten big caps, saham UNTR terpantau anjlok 13,06% atau 4.175 poin ke level harga Rp27.800 per lembar. Saham ASII juga turun 9,28% atau 675 poin ke posisi Rp6.600 per lembar. Sementara itu, saham INET terpantau turun 5,41% atau 30 poin ke level Rp710 per lembar.

Sementara itu, saham BRMS terpantau naik 3,44% ke posisi Rp1.355 per lembar, saham ANTM juga naik 1,46% menuju level Rp4.180 per lembar.

Adapun, penghuni top gainers pagi ini dihuni oleh INAI yang melejit 30,11% atau 56 poin ke level harga Rp242 per lembar. Saham RMKO juga melonjak 22,47% atau 200 poin ke posisi Rp1.090 per lembar. Tak ketinggalan saham IFII juga terbang 20% atau 60 poin ke level harga Rp350 per lembar.

Sebelumnya, Tim Analis MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini setelah indeks komposit memecahkan rekor all time high (ATH) baru. Pada penutupan perdagangan Selasa (20/1/2026), IHSG tercatat menguat tipis 0,01% ke level 9.134.

Namun demikian, MNC Sekuritas mencatat bahwa penguatan tersebut mulai disertai tekanan jual, seiring dengan tercapainya area target yang sebelumnya telah disampaikan kepada investor.

“Waspadai adanya potensi koreksi lanjutan ke area 9.088–9.106 yang masih merupakan bagian dari wave (v) dari wave [iii]. Adapun area penguatan selanjutnya berada di rentang 9.192–9.229,” tulis Tim Analis MNC Sekuritas dalam riset harian, Rabu (21/1/2026).

Untuk perdagangan hari ini, level support IHSG diperkirakan berada di kisaran 9.088 dan 8.956, sementara level resistance berada pada area 9.192 dan 9.227.

Adapun saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas meliputi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES), PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), serta PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP).

Sementara itu, Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai pada 2026 IHSG masih berada dalam tren yang konstruktif, dengan target base case di level 9.400 dan optimist case di 10.200. Prospek tersebut ditopang pemulihan laba emiten, perbaikan margin di sektor-sektor utama, pelonggaran kondisi keuangan domestik, serta premi pertumbuhan Indonesia di antara negara emerging markets.

“Meski volatilitas global tetap menjadi risiko, arah jangka menengah IHSG masih positif selama stabilitas makro dan kredibilitas kebijakan tetap terjaga,” ujar Andrey, Senin (19/1/2026).

Namun demikian, Andrey menilai pergerakan rupiah cenderung terbatas. Permintaan struktural terhadap dolar AS, ketidakpastian arah suku bunga global, serta kecenderungan investor asing melakukan lindung nilai membatasi ruang penguatan rupiah. Oleh karena itu, 2026 lebih tepat dipandang sebagai fase optimisme berbasis ekuitas dengan kehati-hatian di sisi mata uang.

Untuk diketahui, rupiah ditutup melemah tipis 0,01% atau 68 poin ke level Rp16.956 per dolar AS pada Selasa (20/1/2026). Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS juga melemah 0,74% ke level 98,66.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menambahkan bahwa pelemahan rupiah cenderung menguntungkan saham berorientasi ekspor. Sebaliknya, saham berbasis impor berpotensi tertekan akibat kenaikan biaya.

Pandangan serupa disampaikan Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan. Ia menilai sektor komoditas dan ekspor seperti emas, nikel, batu bara, serta crude palm oil (CPO), termasuk emiten dengan pendapatan dolar dan biaya rupiah, berpeluang diuntungkan jika rupiah terus melemah.

“Sebaliknya, sektor yang bergantung pada impor, seperti consumer goods tertentu, farmasi, dan manufaktur dengan bahan baku impor, berpotensi tertekan akibat kenaikan biaya dan tekanan margin,” tutur Ekky.

Sementara itu, Ekky menilai dampak pelemahan rupiah terhadap sektor perbankan relatif netral secara fundamental. Kendati demikian, besarnya porsi kepemilikan asing membuat saham perbankan tetap sensitif terhadap pergerakan arus modal.

_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ihsg-melemah #saham-untr #saham-asii #zona-merah #perdagangan-saham #kapitalisasi-pasar #saham-inet #saham-brms #saham-antm #top-gainers #saham-inai #saham-rmko #saham-ifii #mnc-sekuritas #support-ihs

https://market.bisnis.com/read/20260121/7/1945823/ihsg-dibuka-melemah-056-ke-9083-saham-untr-hingga-asii-ambruk-ke-zona-merah