Evaluasi Nataru 2025/2026, Kemenhub Temukan Penumpukan Kendaraan di Pelabuhan

Evaluasi Nataru 2025/2026, Kemenhub Temukan Penumpukan Kendaraan di Pelabuhan

Evaluasi Nataru 2025/2026: Penumpukan kendaraan memerlukan tambahan personel dan kapal. Kecepatan tol meningkat, kecelakaan menurun 7,2%, pelanggaran naik 3%.

(Bisnis.Com) 15/01/26 17:30 104685

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengungkapkan masih terdapat beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Misalnya, terkait penumpukan kendaraan, Aan memandang perlu penambahan personel di titik-titik penyekatan untuk mengurai kepadatan saat puncak mobilitas masyarakat.

“Perihal pembagian pelabuhan terutama jalur Merak-Bakauheni perlu ada penambahan ketersediaan kapal di pelabuhan alternatifnya seperti Ciwandan dan BBJ,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).

Selain itu, dari evaluasi Mudik Gratis arahan Menhub, perlu penambahan kuota dan kota tujuan untuk mengalihkan dari penggunaan sepeda motor atau mobil pribadi sehingga dapat meningkatkan kelancaran dan keselamatan.

Secara umum, Aan menyampaikan bahwa pelaksanaan angkutan Nataru 2025/2026 berjalan dengan baik, lancar, dan terkendali sesuai kebijakan serta rencana operasi yang disusun.

Dirinya berharap pelaksanaan Nataru tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi untuk penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini yang akan berlangsung tak lama lagi.

Sementara itu, Badan Kebijakan Transportasi (BKT) mencatat hasil evaluasi menunjukkan pergerakan angkutan penyeberangan pada periode Nataru 2025/2026 mengalami peningkatan sebesar 35,05% dibandingkan Nataru tahun lalu. Sementara, pada angkutan jalan mengalami penurunan sebesar 5,11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam hal kecepatan dan waktu tempuh rata—rata kumulatif kendaraan di ruas jalan tol Jakarta—Semarang, terdapat peningkatan dari periode yang sama tahun lalu dari 81,54 km/jam dengan waktu tempuh 5 jam 21 menit menjadi 85,69 km/jam dengan waktu tempuh 5 jam 4 menit.

Untuk ruas tol Semarang—Jakarta juga mengalami peningkatan dibandingkan angkutan Nataru tahun sebelumnya, dari kecepatan 77,73 km/jam dengan waktu tempuh 5 jam 38 menit menjadi 85,73 km/jam dengan waktu tempuh 5 jam 4 menit.

Di sisi lain, Kabag Ops Korlantas Polri Aries Syahbudin menerangkan pada penyelenggaraan angkutan Nataru tahun ini terdapat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 247 kejadian atau 7,20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Korban meninggal dunia menurun sebanyak 150 orang atau 27,12% dan kerugian materil mengalami penurunan sebesar 3,13%," jelasnya.

Adapun, pihaknya menuturkan jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas pada angkutan Nataru tahun ini mengalami kenaikan sebanyak 1.264 perkara atau 3% dengan rincian penindakan melalui ETLE sebanyak 25.891 atau 57,6%, penindakan melalui Non ETLE sebanyak 3.532 atau 7,5%, dan teguran sebanyak 15.535 perkara atau 34,6%.

Sementara itu, meski sudah ada kebijakan pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas saat periode Nataru 2025/2026, masih terdapat pelanggaran.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Jasa Marga memperlihatkan, ada 63% kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas yang melakukan pelanggaran pembatasan di jalan tol. Selain itu, terdapat 36% kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas yang melanggar di jalur arteri.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi pun menyampaikan, kebijakan angkutan barang selama Nataru kemarin menjadi salah satu acuan untuk angkutan lebaran di kemudian hari.

Termasuk persoalan window time yang sebelumnya sempat diberlakukan, dan kemudian dihapus. Alhasil, kendaraan sumbu tiga atau lebih dilarang secara penuh melalui jalan tol selama periode tersebut.

“Pada Januari kita harapkan sudah bisa memberikan keputusan bagaimana mekanisme pengaturan transportasi logistik khususnya yang ada di jalan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenhub, Senin (5/1/2026).

#nataru-2025 #penumpukan-kendaraan #urgensi-kapal-tambahan #direktur-perhubungan-darat #penyekatan-kendaraan #pelabuhan-merak-bakauheni #mudik-gratis-menhub #evaluasi-nataru #peningkatan-angkutan-penye

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260115/98/1944541/evaluasi-nataru-20252026-kemenhub-temukan-penumpukan-kendaraan-di-pelabuhan