IHSG Diprediksi Tembus Level 9.100 Hari Ini (15/1), Cermati Saham BREN, PGEO & WIIM

IHSG Diprediksi Tembus Level 9.100 Hari Ini (15/1), Cermati Saham BREN, PGEO & WIIM

IHSG berpeluang lanjut menguat menguji level 9.077–9.100 pada perdagangan hari ini, Kamis (15/1/2026). Saham BREN, PGEO hingga WIIM direkomendasikan analis.

(Bisnis.Com) 15/01/26 08:12 103933

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area 9.077–9.100 pada perdagangan akhir pekan, Kamis (15/1/2026). Saham BREN, PGEO hingga WIIM masuk dalam daftar rekomendasi analis hari ini.

Tim Analis MNC Sekuritas mencatat IHSG ditutup menguat 0,94% ke level 9.032 pada perdagangan Rabu (14/1/2026), disertai peningkatan volume beli. Area penguatan terdekat di level 9.032 yang sebelumnya diproyeksikan, telah tercapai.

“Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat menguji 9.077–9.100,” tulis Tim MNC Sekuritas dalam risetnya, Kamis (15/1/2026).

Untuk perdagangan hari ini, level support IHSG diperkirakan berada di kisaran 8.908–8.852, sementara resistance berada pada rentang 9.077–9.012. Adapun saham-saham yang direkomendasikan antara lain Barito Renewables Energy (BREN), Bank Syariah Indonesia (BRIS), Pertamina Geothermal Energy (PGEO), hingga Wismilak Intimakmur (WIIM).

BREN - Buy on Weakness

Saham BREN menguat 4,89% ke 9,650 dan disertai adanya tekanan jual, meskipun pergerakannya mampu berada di atas MA20. Kami memperkirakan, posisi BREN saat ini nampaknya sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave B.

  • Buy on Weakness: 9,250-9,550
  • Target Price: 9,900, 10,050
  • Stoploss: below 9,175

BRIS - Buy on Weakness

Saham BRIS menguat 6,64% ke 2,250 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA20. Kami memperkirakan, posisi BRIS saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave 1 dari wave (3) pada label hitam.

  • Buy on Weakness: 2,190-2,230
  • Target Price: 2,330, 2,390
  • Stoploss: below 2,160

PGEO - Buy on Weakness

Saham PGEO terkoreksi 0,79% ke 1,260 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun kembali ke bawah MA200. Kami memperkirakan, posisi PGEO saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave 2 dari wave (3).

  • Buy on Weakness: 1,160-1,240
  • Target Price: 1,325, 1,375
  • Stoploss: below 1,145

WIIM - Buy on Weakness

Saham WIIM menguat 3,96% ke 1,705 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatan WIIM juga mampu berada di atas MA20. Kami perkirakan, posisi WIIM saat ini sedang berada di awal wave (iii) dari wave [v].

  • Buy on Weakness: 1,670-1,725
  • Target Price: 1,840 1,905
  • Stoploss: below 1,660

Sebelumnya, OCBC Sekuritas memproyeksikan IHSG pada 2026 berada di level 9.500 untuk skenario dasar, dengan potensi menguat hingga 9.700 pada skenario optimistis.

Equity Research Analyst OCBC Sekuritas Farell Nathanael menilai sejumlah sektor, terutama perbankan, berpeluang diuntungkan oleh penguatan sinergi kebijakan antara Bank Indonesia (BI) dan pemerintah guna mempercepat penyaluran kredit serta menopang ekspansi ekonomi yang berkelanjutan.

Di tengah tren penurunan suku bunga acuan dan persaingan yang semakin ketat, Farell menilai margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan berpotensi tertekan akibat penurunan imbal hasil kredit. Namun, tekanan tersebut dinilai dapat diredam oleh penurunan cost of fund seiring perbaikan likuiditas, baik melalui injeksi likuiditas pemerintah, kebijakan moneter yang lebih longgar, maupun penurunan imbal hasil obligasi pemerintah.

Selain itu, insentif likuiditas makroprudensial dari BI diharapkan mampu mempercepat transmisi penurunan BI Rate ke suku bunga kredit.

Dengan kondisi tersebut, sejumlah saham perbankan seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), hingga Bank Negara Indonesia (BBNI) dinilai masih mampu memberikan imbal hasil yang kompetitif.

“Prospek sektor perbankan, khususnya saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, tetap menarik seiring valuasi yang relatif murah serta imbal hasil dividen yang kompetitif, terutama dari bank-bank BUMN,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (14/1/2026).

Farell menambahkan, industri perbankan nasional menunjukkan tanda-tanda penguatan menjelang akhir 2025. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang mencapai 7,7% secara tahunan (year on year/YoY) pada November 2025, meningkat dari 7,4% pada Oktober 2025.

Meski demikian, permintaan kredit masih relatif terbatas akibat sikap wait and see pelaku usaha, meningkatnya penggunaan pembiayaan internal korporasi, serta dampak penurunan suku bunga yang berlangsung bertahap.

Ke depan, Farell memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2026 berada di kisaran 8%–12%, didorong oleh perbaikan pertumbuhan ekonomi seiring kebijakan fiskal yang lebih ekspansif dan pelonggaran moneter yang lebih agresif.

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ihsg-hari-ini #ihsg-prediksi #saham-bren #saham-pgeo #saham-wiim #ihsg-level-9100 #ihsg-support-resistance #buy-on-weakness #saham-bris #saham-bbca #saham-bmri #saham-bbri #saham-bbni #sektor-perbanka

https://market.bisnis.com/read/20260115/189/1944402/ihsg-diprediksi-tembus-level-9100-hari-ini-151-cermati-saham-bren-pgeo-wiim