Bisnis.com, JAKARTA — Emiten bengkel spesialis kaki-kaki mobil, PT Jantra Grupo Indonesia Tbk. (KAQI), menetapkan susunan direksi baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (20/5/2026). Perseroan juga menargetkan penggunaan seluruh dana IPO pada semester I/2026.
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat Dodon Tri Koeswardana dari jabatan direktur perseroan. Sebagai penggantinya, KAQI mengangkat Simon Arosokhi Gulo sebagai direktur yang sekaligus menjalankan fungsi Sekretaris Perusahaan atau Corporate Secretary hingga ditunjuk pejabat definitif.
Direktur Utama KAQI Imam Sujono mengatakan Simon memiliki pengalaman di bidang corporate secretary, hukum perusahaan, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).
“Simon memiliki kompetensi yang kuat dalam aspek kepatuhan, manajemen risiko berbasis ISO 31000, serta pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan,” ujar Imam dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Simon Arosokhi Gulo merupakan lulusan Sarjana Hukum Universitas Pancasila. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Corporate Secretary dan General Manager Corporate Secretary di perusahaan terbuka, anggota Komite Audit, hingga Direktur Utama PT Sarana Bangun Sukses.
Susunan pengurus KAQI menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Jantra Al Rasyid
- Komisaris Independen: Febby Adriyani Tiwon
Direksi:
- Direktur Utama: Imam Sujono
- Direktur: Simon Arosokhi Gulo
Selain perubahan pengurus, pemegang saham juga menyetujui penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sesuai Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Imam menyampaikan tahun buku 2025 menjadi fase strategis bagi perseroan, terutama dalam penguatan operasional, pengelolaan keuangan, hingga persiapan menuju penawaran umum perdana saham atau IPO.
Menurut dia, fokus utama perseroan pada 2026 mencakup penguatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi sistem operasional dan layanan pelanggan, diversifikasi produk, serta ekspansi wilayah operasional.
“Pulau Jawa masih menjadi fokus utama saat ini, dengan rencana ekspansi ke Sumatera dan Sulawesi yang akan dijalankan secara bertahap,” kata Imam.
KAQI juga mulai mempersiapkan transformasi menuju era kendaraan listrik dan kendaraan otonom sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp76,84 miliar atau tumbuh 33,62% dibandingkan Rp57,51 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi usaha dan penguatan branding.
Laba kotor naik 19,45% menjadi Rp38,17 miliar, sedangkan laba bersih meningkat 3,11% menjadi Rp9,4 miliar.
Sementara itu, total aset perseroan melonjak 81,8% menjadi Rp137,9 miliar pada 2025 dari sebelumnya Rp75,86 miliar, terutama ditopang peningkatan aset tetap dan perlengkapan yang sebagian berasal dari dana IPO.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui penggunaan seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebagai cadangan umum sehingga perseroan tidak membagikan dividen.
“Keputusan tersebut diambil untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan,” ujar Imam.
KAQI juga melaporkan realisasi penggunaan dana IPO hingga 31 Desember 2025 telah mencapai Rp48,5 miliar atau 97,83% dari total dana hasil penawaran umum. Dana tersebut digunakan untuk belanja modal, kebutuhan operasional, serta pinjaman kepada entitas anak usaha.
Sementara itu, sisa dana IPO sebesar Rp1,07 miliar ditempatkan pada instrumen deposito perbankan yang bersifat likuid. Perseroan menargetkan seluruh sisa dana hasil IPO tersebut dapat direalisasikan sesuai prospektus pada semester I/2026.