Bisnis.com, JAKARTA – Saham-saham yang baru ditambahkan ke dalam indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) kategori Small Cap Indexes mayoritas menghijau saat IHSG melemah hari ini, Kamis (6/11/2025).
Berdasarkan data RTI Infokom, saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) memimpin penguatan dengan kenaikan 5,25% menjadi Rp1.905 pada pukul 09.31 WIB.
Selanjutnya saham PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) menguat 2,97% menjadi Rp520. Menyusul berikutnya saham terafiliasi konglomerat Happy Hapsoro PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) yang naik 2,44% menjadi Rp4.190.
Sementara itu, saham terafiliasi konglomerat Hashim Djojohadikusumo PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) naik 0,61% menjadi Rp3.280 bersama saham PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) yang menguat 0,56% menjadi Rp895.
Di sisi lain, saham PT Timah Tbk. (TINS) yang juga baru masuk indeks MSCI Small Cap Indexes tak mampu naik ke zona hijau karena melemah 0,68% menjadi Rp2.900. Begitu pula saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) yang turun 2,65% menjadi Rp1.285.
Pada saat bersamaan, IHSG terpantau melemah tipis 0,07% ke level 8.312. Sebanyak 286 saham menguat, 222 saham melemah, dan 185 saham stagnan di lantai bursa pagi ini.
Adapun, lembaga penyusun indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis hasil tinjauan berkala indeks saham untuk November 2025. Berdasarkan pengumuman resmi MSCI pada 5 November 2025, perubahan komposisi indeks akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 24 November 2025 dan mulai berlaku pada 25 November 2025.
Dalam tinjauan terbaru tersebut, untuk kategori MSCI Small Cap Indexes, MSCI menambahkan tujuh saham baru, yakni PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG), PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), PT MNC Studios International Tbk. (MSIN), PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI), dan PT Timah Tbk. (TINS).
Adapun tiga saham yang dikeluarkan dari indeks ini adalah BRMS, PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM), dan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk. (ULTJ).
Secara global, MSCI menambah 69 saham dan menghapus 64 saham dari MSCI ACWI Index, yang merupakan gabungan indeks saham negara maju dan berkembang di dunia. Adapun untuk MSCI Global Small Cap Indexes, terdapat 207 saham yang ditambahkan dan 224 saham yang dihapus.
Selain itu, MSCI Global Investable Market Indexes mencatat 199 saham baru dan 211 saham yang dikeluarkan, sementara MSCI Global All Cap Indexes menambahkan 175 saham dan menghapus 71 saham. Untuk MSCI Frontier Markets Index, terdapat delapan saham baru dan dua saham yang dihapus, termasuk tiga penambahan terbesar yakni Vietnam Airlines JSC (Vietnam), Meezan Bank (Pakistan), dan Bank Al Etihad (Yordania).
MSCI juga menyatakan bahwa perubahan komposisi indeks untuk pasar Bangladesh belum akan diberlakukan, karena adanya kendala aksesibilitas pasar di negara tersebut.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.