#30 tag 24jam
VinFast Produksi Lokal VF MPV 7, Tambah Fitur Baru untuk Konsumen Indonesia
Fitur-fitur yang disematkan berasal dari masukan calon konsumen di Indonesia. [254] url asal
#vinfast #mobil-listrik #vf-mpv-7 #subang #fitur-mobil #keluarga-indonesia #konektivitas #desain-modern #spesifikasi-kendaraan #harga-mobil #vinfast-vf-mpv-7
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- VinFast resmi memproduksi lokal mobil listrik tujuh penumpang VF MPV 7 di fasilitas perakitan perusahaan di Subang, Jawa Barat. Bersamaan dengan itu, VinFast juga menghadirkan sejumlah penyempurnaan fitur untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan VF MPV 7 kini tampil lebih modern dengan berbagai pembaruan yang difokuskan pada kenyamanan dan kepraktisan penggunaan keluarga.
“VF MPV 7 hasil produksi Subang resmi hadir dengan desain yang lebih modern dan berbagai penyempurnaan yang dirancang agar semakin relevan dengan kebutuhan keluarga Indonesia,” kata Kariyanto di Jakarta, Rabu.
Beberapa fitur baru yang kini tersedia antara lain konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto, retractable mirror atau spion lipat otomatis, serta kamera 360 derajat untuk membantu manuver kendaraan.
Selain itu, VinFast juga menambahkan rear ducktail, roof bar tambahan, serta pilihan warna interior cokelat yang diklaim memberi kesan lebih elegan.
Head of Training Department VinFast Indonesia Rinaldi Ginanjar Ramdani menjelaskan perubahan terbesar berada pada sisi fitur, sementara spesifikasi dasar kendaraan sebagian besar tetap dipertahankan.
“Jadi fitur-fitur ini tentu memudahkan bagi konsumen Indonesia. Kalau secara spesifikasi, total hampir 80-90 persen masih sama,” ujarnya.
VF MPV 7 juga kini dibekali fitur one touch tumble di kedua sisi kursi baris kedua. Sebelumnya fitur tersebut hanya tersedia di satu sisi. Teknologi ini memungkinkan kursi terlipat otomatis hanya dengan satu tarikan tuas untuk mempermudah akses ke baris ketiga maupun memperluas ruang bagasi. Fitur-fitur baru yang disematkan ini, kata Renaldi, berasal dari masukan calon konsumen di Indonesia saat perkenalan awal di IIMS 2026 lalu.
Deretan Film April 2026 yang Wajib Ditonton, Ada The Super Mario Galaxy Movie
Deretan film April 2026, dari animasi hingga drama, siap tayang di bioskop. Temukan aksi, horor, dan cerita keluarga dari berbagai negara yang wajib ditonton. [2,000] url asal
#super-mario-galaxy-movie #film-april-2026 #film-wajib-ditonton #animasi-mario #film-horor-indonesia #film-aksi-indonesia #drama-keluarga-indonesia #film-project-hail-mary #film-ayah-ini-arah-kemana
(Bisnis.Com - Terbaru) 30/03/26 13:10
v/176343/
Bisnis.com, JAKARTA — Bagi pecinta film, bulan April akan dipenuhi berbagai judul baru dari berbagai genre dan negara yang siap tayang di bioskop dan bisa menjadi pilihan hiburan.
Deretan film yang hadir tidak hanya dari Hollywood, tetapi juga produksi Indonesia dengan cerita yang beragam. Mulai dari animasi, horor, aksi, hingga drama keluarga, semuanya hadir untuk berbagai kalangan penonton.
Berikut daftar film yang akan tayang sepanjang April 2026:
1. The Super Mario Galaxy Movie (1 April)
Film animasi ini kembali membawa Mario dan Luigi melintasi galaksi, menghadapi ancaman baru dari Bowser Jr. yang ingin membebaskan ayahnya dan menegakkan kembali kekuasaan keluarga. Perjalanan mereka tak cuma soal aksi, tapi juga persahabatan lama dan baru yang diuji di setiap planet.
Chris Pratt dan Charlie Day kembali menghidupkan karakter ikonik ini, sementara Anya Taylor-Joy memerankan Putri Peach yang cerdas dan penuh akal. Suasana film dipenuhi humor ringan dan momen mendebarkan yang cocok buat penonton segala usia.
Brian Tyler kembali mengisi musik, menambah sensasi petualangan dan epik setiap lompatan Mario antar planet. Alur yang cepat dan warna-warni membuat film ini terasa hidup, seolah penonton ikut terbang di angkasa bareng Mario bersaudara.
2. Aku Harus Mati (2 April)
Mala diperankan oleh Hana Saraswati yang hidup di kota besar yang penuh hutang dan tekanan gaya hidup, hingga suatu hari dia memutuskan kembali ke panti asuhannya. Pertemuan dengan sahabat lama dan Ki Jogo membuka kembali kenangan masa kecil, tapi juga menimbulkan misteri yang tak terduga.
Ketika Mala dan teman-temannya menelusuri rumah misterius di hutan, mereka dihadapkan pada gangguan roh jahat yang terus menakut-nakuti. Setiap langkah membawa mereka lebih dekat ke rahasia gelap masa lalu keluarga yang ternyata tersimpan rapi selama bertahun-tahun.
Sutradara Hestu Saputra mengemasnya dengan nuansa horor dan dramatis yang saling berpadu, membuat penonton tetap tegang tapi penasaran. Film ini bukan cuma soal takut, tapi juga pencarian jati diri dan keberanian menghadapi masa lalu.
3. The Hostage’s Hero (2 April)
Ketika kapal tanker MT Pematang dibajak perompak bersenjata di Selat Malaka, 36 awak kapal harus bertahan hidup di tengah situasi kritis. Waktu menjadi musuh utama, karena setiap menit bisa menentukan nyawa mereka.
TNI AL segera mengerahkan KRI Karel Satsuitubun-356 di bawah komando Letkol Taufiq untuk operasi pembebasan yang presisi. Mereka harus cepat, senyap, dan menghindari korban jiwa, tapi medan yang sulit dan perompak yang agresif menambah tekanan.
Film ini menyoroti dilema moral dan integritas TNI AL, saat mereka berjuang menyelamatkan sandera tanpa mengorbankan prinsip. Ketegangan memuncak di operasi malam yang menentukan nasib semua orang, membuat penonton rasanya ikut menahan napas.
4. They Will Kill You (2 April)
Seorang wanita muda harus bertahan hidup semalaman di markas sesat sekte iblis yang penuh jebakan mematikan. Film ini menggabungkan horor, aksi, dan komedi gelap yang bikin penonton deg-degan tapi juga terkekeh.
Dia bekerja sebagai housekeeper di gedung tinggi NYC tanpa tahu sejarah gelapnya. Saat menyadari misteri di sekitarnya, dia harus bertarung bukan cuma untuk hidupnya, tapi juga menghadapi rahasia yang mengerikan.
Kirill Sokolov mengarahkan adegan dengan tempo cepat, membuat ketegangan terasa nyata di tiap sudut gedung. Humor gelap yang muncul kadang tak terduga, menyeimbangkan kengerian dengan keseruan tontonan.
5. David (3 April)
Film animasi ini bercerita tentang David, gembala muda yang berani menghadapi raksasa Goliath demi melindungi bangsanya. Petualangan ini sarat musik dan cerita keluarga yang hangat.
Brent Dawes dan Phil Cunningham menyutradarai dengan pendekatan modern tapi tetap menghormati kisah klasik Alkitab. Suara pengisi karakter dan lagu-lagu ceria membuat perjalanan David terasa hidup dan menginspirasi.
Keberanian David membawa pesan tentang tekad dan kesetiaan, dari anak kecil menjadi pahlawan yang mempersatukan rakyatnya. Film ini cocok buat penonton muda maupun keluarga, dengan pesan moral yang kuat tanpa kehilangan keseruan animasi.
6. Project Hail Mary (8 April)
Ryland Grace diperankan oleh Ryan Gosling terbangun sendirian di pesawat ruang angkasa jauh dari Bumi, tanpa ingatan bagaimana dia bisa sampai di sana. Dia perlahan sadar sedang dalam misi menyelamatkan Matahari dan seluruh kehidupan di Bumi.
Persahabatan yang tak terduga dengan makhluk asing menjadi kunci misi ini. Film ini memadukan sains, humor, dan ketegangan yang membuat penonton terus penasaran.
Phil Lord dan Christopher Miller menghadirkan alur yang seru dan visual yang memukau. Dari rasa cemas hingga momen lucu, penonton dibawa mengikuti perjalanan Grace di luar angkasa dengan intensitas tinggi.
7. Ayah, Ini Arah Kemana, Ya? (9 April)
Mawar De Jongh sebagai Dira yang tumbuh dalam rumah warung Soto Bu Lia yang tampak akrab tapi penuh rahasia keluarga. Kehadiran ayahnya, Yudi diperankan Dwi Sasono, terasa ada tapi tak benar-benar menuntun, sehingga Dira harus belajar menanggung beban orang dewasa lebih awal.
Segalanya berubah ketika ledakan kompor merusak rumah dan menimpa Lia diperankan Unique Priscilla. Rumah yang semula aman berubah jadi krisis darurat, membuka utang, luka lama, dan ketidakpastian yang tersembunyi di balik senyum keluarga.
Dira ditarik ke garis depan perjuangan, belajar menghadapi kenyataan tanpa sosok ayah yang seharusnya memberi arah. Sutradara Kuntz Agus menghadirkan drama keluarga yang menegangkan tapi terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
8. Warung Pocong (9 April)
Tiga pemuda Jakarta, Kartono (Fajar Nugra), Agus (Sadana Agung), dan Makmur (Randhika Djamil), punya masalah keuangan yang membuat hidup mereka serba salah. Tawaran kerja di warung terpencil dengan gaji fantastis membuat mereka tergiur, tanpa tahu bahaya menunggu.
Sesampainya di desa Lali Jiwo, mereka mulai merasakan teror gaib dari sosok pocong. Film ini memadukan horor dan komedi, bikin penonton takut tapi tetap ketawa saat pemuda-pemuda ini kewalahan menghadapi hal-hal supranatural.
Bendolt Tiga berhasil menyajikan cerita seram dengan bumbu humor yang pas. Setiap adegan menambah ketegangan dan rasa penasaran, bikin penonton pengen terus nonton sampai akhir.
Deretan Film April 2026 yang Wajib Ditonton, Dari The Super Mario Galaxy Movie hingga Ayah, Ini Arah Kemana, Ya?
9. Yohanna (9 April)
Biarawati muda Yohanna diperankan Laura Basuki berangkat ke Sumba untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan, tapi truk berisi donasi dicuri. Dia harus turun langsung ke lapangan, menghadapi kerasnya realitas sosial dan ketidakadilan yang ada di sana.
Dalam proses pencarian, Yohanna bertemu anak-anak yang hidupnya penuh risiko dan penderitaan. Perjalanan ini mengubah pandangannya tentang pelayanan dan iman, membuatnya sadar bahwa membantu tak hanya soal materi tapi juga hati dan keberanian.
Sutradara Razka Robby Ertanto membungkus kisah ini dengan nuansa dramatis tapi menyentuh. Penonton diajak merasakan perjuangan Yohanna dan pesan kemanusiaan yang kuat di setiap adegannya.
10. Ip Man: Kung Fu Legend (10 April)
Di Hong Kong 1950-an, Ip Man menghadapi ekspansi brutal pedagang Inggris dan triad Tiongkok yang menghancurkan pabrik tanpa peduli rakyat. Dia berjuang membela pekerja dan menghadapi tekanan dari segala arah, termasuk tuduhan pembunuhan.
Di dalam penjara, jebakan mematikan dari triad menunggu. Ip Man harus mengandalkan strategi, ketangkasan, dan prinsipnya untuk bertahan dan membersihkan nama baiknya.
Li Liming menyajikan film laga klasik yang sarat seni bela diri dan drama. Pertarungan Ip Man bukan sekedar fisik, tapi juga soal integritas dan keberanian menghadapi ketidakadilan.
11. Ready Or Not 2: Here I Come (15 April)
Samara Weving berperan sebagai Grace, kembali dihadapkan dengan permainan mematikan keluarga Le Domas. Kali ini ia harus menyelamatkan adiknya, Faith diperankan oleh Kathryn Newton, sambil bertahan hidup dari empat keluarga yang siap melakukan apapun.
Permainan brutal ini menjadi satu-satunya cara mereka bertahan hidup sekaligus menembus organisasi misterius yang katanya bisa menguasai dunia. Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett membuat ketegangan tak pernah reda, tiap adegan bikin penonton deg-degan.
Film ini menggabungkan aksi, strategi, dan horor gelap dengan pacing cepat. Penonton akan terus bertanya-tanya siapa yang bisa selamat sampai akhir.
12. Lee Cronin’s The Mummy (15 April)
Kehidupan seorang jurnalis diperankan Jack Reynor, berubah total saat putrinya, Katie, menghilang di gurun pasir. Delapan tahun kemudian, Katie kembali, tapi tak lagi seperti dulu, membawa mimpi buruk yang membekas.
Kembalinya Katie menimbulkan kengerian baru bagi keluarga yang semula bahagia. Lee Cronin menghadirkan horor psikologis yang penuh misteri, membuat penonton merasakan ketegangan di setiap adegannya.
Plot berlapis misteri dan emosi keluarga menyatu dalam adegan yang mencekam. Penonton diajak bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi dan apakah keluarga bisa kembali utuh.
13. Ghost In Cell (16 April)
Di lapas Labuhan Angsana, para napi hidup dengan penindasan dan kekerasan sehari-hari. Kehidupan berubah drastis ketika napi baru masuk, dan satu per satu napi mati dengan cara mengerikan.
Ternyata ada hantu yang membunuh berdasarkan energi negatif, memaksa para napi berusaha menjadi lebih baik. Joko Anwar menghadirkan horor sekaligus pesan moral: di tengah kejahatan, kebaikan bisa jadi penyelamat.
Mereka harus bersatu, melawan penindas dan hantu sekaligus, demi bertahan hidup. Film ini menegangkan tapi juga memberi pandangan tentang perubahan diri di lingkungan ekstrem.
14. Tiba-Tiba Setan (16 April)
Kakak-beradik tiba di hotel tua yang ditinggalkan, percaya ayah mereka menyembunyikan harta karun. Tanpa mereka tahu, penjaga hotel menyewa orang berpura-pura jadi hantu, tapi ritual itu membangkitkan roh wanita yang terbunuh.
Sekarang mereka jadi korban teror gaib yang nyata. Etienne Caesar menyajikan horor yang bikin penonton tegang, tapi tetap ada unsur misteri yang memancing rasa penasaran.
Cerita ini menyatukan ketegangan, misteri, dan strategi bertahan hidup. Setiap adegan menguji keberanian para tokoh, sambil bikin penonton ikut deg-degan.
15. Dalam Sujudku (16 April)
Vinessa Inez sebagai Aisyah, hidup harmonis dengan suami jarak jauh dengan Farid diperankan Marcell Darwin, sampai dia tahu perselingkuhannya. Hatinya hancur, dan dia harus memilih antara rasa sakit atau semakin mendekat pada Tuhan.
Dalam titik terendahnya, sujud jadi tempat Aisyah mencari kekuatan. Rico Michael menghadirkan drama emosional yang dekat dengan pengalaman banyak pasangan, penuh ketegangan dan refleksi spiritual.
Film ini menunjukkan bahwa pengampunan dan iman bukan hal mudah. Penonton diajak merasakan perjalanan Aisyah menghadapi luka, pilihan, dan harapan baru.
16. Michael (22 April)
Film dokumenter ini menelusuri perjalanan Michael Jackson yang diperankan Jaafar Jackson keponakan dari Michael Jackson, dari bintang muda Jackson 5 hingga “King of Pop”. Cerita menghadirkan sisi kehidupan pribadi dan karier legendaris yang jarang diketahui publik.
Antoine Fuqua menampilkan kilas balik masa kecil, tekanan dari ayahnya, hingga hits ikonik seperti Thriller. Film ini memberi perspektif baru tentang perjuangan, ambisi, dan kreativitas yang membentuk legenda.
Penonton bisa melihat sisi manusiawi Michael, bukan cuma penampilannya di panggung. Kisah ini jadi inspirasi tentang dedikasi, bakat, dan dampak besar musik terhadap dunia.
17. Kupilih Jalur Langit (23 April)
Zee Asadel sebagai Amira yang bahagia karena perjodohannya dengan Furqon diperankan Emir Mahira, ustadz yang dikaguminya sejak pesantren. Tapi sejak malam pernikahan, Furqon tak kunjung menyentuhnya, menimbulkan kecurigaan dan prasangka.
Apakah ada kelainan, atau Furqon menyimpan rahasia lain? Archie Hekagery membangun drama rumah tangga yang kompleks, penuh ketegangan dan pertanyaan tentang cinta dan kepercayaan.
Cerita ini menyoroti konflik batin dan ketidakpastian dalam pernikahan muda. Penonton diajak merasakan kekecewaan, harapan, dan pergulatan emosi Amira.
18. Para Perasuk (23 April)
Desa Latas terkenal dengan pesta kerasukan yang jadi hiburan warga. Angga Yunanda sebagai Bayu bertekad jadi Perasuk Utama untuk menyelamatkan mata air keramat dari penggusuran.
Namun ambisi saja tidak cukup, dia harus memahami makna sejati kepemimpinan spiritual. Wregas Bhanuteja mengemas kisah ini dengan budaya lokal dan nuansa mistis yang kental, membuat film terasa hidup dan berbeda.
Penonton ikut merasakan perjuangan Bayu, dari ambisi hingga pembelajaran spiritual. Cerita menekankan pentingnya tanggung jawab dan niat tulus dalam tradisi turun-temurun.
19. Songko (23 April)
Di akhir 1980-an, keluarga Mikha yang diperankan Annette Edoarda diusir karena ibu tirinya dituduh sebagai jelmaan Songko. Sosok gaib berjubah hitam ini terus meneror desa, meski keluarga sudah diasingkan.
Film ini memadukan horor budaya lokal dan ketegangan keluarga yang menegangkan. Gerald Mamahit menghadirkan kisah klasik Minahasa dengan adegan yang bikin penonton tegang tapi penasaran terus.
Songko bukan sekadar legenda, tapi ancaman nyata yang menguji keberanian dan ikatan keluarga. Cerita menekankan hubungan keluarga dan keberanian menghadapi tradisi serta misteri lokal.
20. Ikatan Darah (30 April)
Tokoh Mega yang diperankan Livi Ciananta, mantan atlet Pencak Silat, harus menyelamatkan kakaknya, Bilal diperankan Derby Romero, yang diburu gangster. Mereka terjebak di kampung yang pintu keluarnya dijaga para preman, menimbulkan ketegangan tinggi.
Untuk selamat, Mega dan Bilal harus bekerja sama meski nyawa menjadi taruhannya. Sidartha Tata mengarahkan film laga yang memadukan aksi, strategi, dan emosi keluarga, membuat penonton terus terpaku pada layar.
Film ini menunjukkan pentingnya ikatan keluarga dan keberanian menghadapi bahaya. Setiap adegan aksi terasa realistis dan intens, menambah sensasi mendebarkan sepanjang cerita.
Membangun Ketahanan Finansial Jangka Panjang dengan Perlindungan Jiwa Syariah
Perencanaan keuangan keluarga Indonesia kini tak lagi berhenti pada kebutuhan domestik. [486] url asal
#perencanaan-keuangan-keluarga-indonesia #ketahanan-finansial #ekonomi-domestik #ekonomi-indonesia
Jakarta: Perencanaan keuangan keluarga Indonesia kini tak lagi berhenti pada kebutuhan domestik. Pendidikan anak di luar negeri, investasi global, hingga perencanaan warisan lintas generasi menjadi bagian dari strategi finansial modern. Di tengah dinamika ekonomi dunia dan fluktuasi nilai tukar, kebutuhan akan instrumen perlindungan berbasis mata uang global semakin relevan.Menjawab kebutuhan tersebut, PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) melalui PRUHeritage Syariah Essential Plan USD memberikan produk perlindungan jiwa syariah jangka panjang dalam denominasi dolar AS. Solusi ini dirancang untuk membantu keluarga menjaga kesinambungan nilai aset, sekaligus mengantisipasi risiko inflasi dan volatilitas kurs dalam perencanaan jangka panjang.
Dalam beberapa tahun terakhir, eksposur keluarga Indonesia terhadap kebutuhan berdenominasi dolar AS semakin meningkat. Data Bank for International Settlements (BIS) menunjukkan bahwa lebih dari 80% transaksi perdagangan internasional masih menggunakan dolar AS sebagai mata uang utama. Fakta ini menegaskan posisi USD sebagai acuan dalam pembiayaan pendidikan global, layanan kesehatan internasional, hingga pengelolaan aset lintas negara.
Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menunjukkan dinamika yang signifikan. Berdasarkan data Bank Indonesia, kurs rupiah dalam beberapa tahun terakhir bergerak fluktuatif, memperlihatkan pentingnya diversifikasi mata uang dalam strategi perlindungan keuangan keluarga.
President Director Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, menilai perencanaan finansial saat ini menuntut pendekatan yang lebih menyeluruh. Menurutnya, keluarga Indonesia membutuhkan solusi yang mampu menjaga kesinambungan nilai kekayaan dari waktu ke waktu sekaligus selaras dengan prinsip syariah.
“Proteksi bukan hanya tentang mitigasi risiko, tetapi tentang menjaga kesinambungan kualitas hidup keluarga dan memastikan aset yang dibangun hari ini dapat diwariskan dengan utuh dan bermakna. PRUHeritage Syariah Essential Plan USD dirancang untuk mendukung kebutuhan tersebut, memberikan kepastian manfaat, fleksibilitas perencanaan, serta ketenangan bagi keluarga dalam menyiapkan masa depan lintas generasi, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah.” tegas dia.
PRUHeritage Syariah Essential Plan USD hadir sebagai bagian dari lini PRUHeritage Syariah Essential Plan yang telah lebih dulu tersedia dalam denominasi rupiah. Dengan tambahan opsi USD, keluarga memiliki fleksibilitas lebih luas dalam menyusun strategi proteksi yang terdiversifikasi.
“Produk ini menawarkan perlindungan hingga usia 100 tahun (whole life protection), sehingga dapat menjadi instrumen warisan jangka panjang. Selain itu, tersedia manfaat Booster Proteksi hingga 50% dari santunan awal, yang dibayarkan secara bertahap pada awal tahun polis ke-6 dan ke-11. Skema ini dirancang untuk membantu menjaga nilai perlindungan di tengah potensi kenaikan biaya hidup,” tegas dia.
Kontribusi yang dibayarkan bersifat tetap selama masa pembayaran, dengan pilihan periode kontribusi yang fleksibel sesuai kemampuan dan kebutuhan peserta. Pendekatan ini memberikan kepastian perencanaan sekaligus kemudahan dalam pengelolaan arus kas keluarga.
Sebagai produk berbasis syariah, skema perlindungan ini juga mengedepankan prinsip tolong-menolong (ta’awun) antar peserta. Artinya, manfaat yang diterima tidak hanya bernilai finansial, tetapi juga menjadi bagian dari mekanisme solidaritas sesuai nilai-nilai syariah.
Melalui inovasi ini, Prudential Syariah menegaskan komitmennya sebagai mitra keluarga Indonesia dalam membangun fondasi ketahanan finansial jangka panjang. Di tengah ketidakpastian global, perencanaan yang matang dan terdiversifikasi menjadi kunci untuk menjaga kualitas hidup sekaligus memastikan warisan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
(SAW)
OPINI: Suksesi sebagai Momentum Penguatan Tata Kelola Perusahaan Keluarga
Perusahaan keluarga di Indonesia menghadapi transisi kepemimpinan generasi baru, menghadirkan tantangan dan peluang dalam tata kelola. Tata kelola yang baik menjadi kunci keberlanjutan. [958] url asal
#perusahaan-keluarga #tata-kelola #suksesi-kepemimpinan #bisnis-keluarga-indonesia #generasi-penerus #tata-kelola-perusahaan #tantangan-bisnis #keberlanjutan-bisnis #konflik-keluarga #governansi-bisnis
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 16/12/25 16:30
v/74732/
Bisnis.com, JAKARTA - Berbagai perusahaan keluarga besar Indonesia kini telah menjalani transisi kepemimpinan menuju generasi ketiga. Bluebird, Indofood, Djarum, dan Lippo adalah di antara perusahaan yang baru saja melewati proses suksesi.
Axton Salim di Indofood, Noni Purnomo di Blue Bird, dan John Riady di Lippo menunjukkan wajah-wajah baru yang kini memegang peran penting dalam mengemudikan arah perusahaan. Di sisi lain, muncul pula generasi muda perempuan seperti Putri Tanjung dan Angela Tanoesoedibjo yang mulai mengambil ruang dalam lanskap bisnis keluarga Indonesia.
Transisi ini, tentu saja, menjadi peluang bagi pembaruan. Namun, di balik peluang itu, terdapat tantangan besar. Situasi bisnis yang dihadapi generasi baru jauh berbeda dibandingkan era para pendirinya: mulai dari disrupsi digital, tuntutan tata kelola yang transparan, ekspektasi praktik dan kontribusi keberlanjutan, hingga meningkatnya persaingan global.
Tidak semua perusahaan keluarga mampu menjawab tantangan ini. Beberapa bahkan tumbang, seperti Sritex dan Nyonya Meneer, akibat lemahnya tata kelola dan kegagalan dalam mengelola dinamika keluarga internal. Ketika perusahaan keluarga besar seperti ini bangkrut, maka dampaknya pun luas. Ratusan bahkan ribuan pekerjaan terhenti, dan ikon-ikon bisnis lokal lenyap dari lanskap industri nasional.
Sebaliknya, perusahaan keluarga yang berhasil bertahan dan berevolusi justru menjadi pendorong pertumbuhan sektor-sektor strategis nasional. Paragon Technology and Innovation (keluarga Subakat), Samudera Indonesia (keluarga Soedarpo Sastrosatomo), Kalbe Farma (keluarga Muljadi), dan Mayora (keluarga Atmadja), menunjukkan bagaimana perusahaan keluarga bisa berkembang secara profesional dan menjaga relevansi lintas generasi.
Dalam mempertahankan keberlanjutan, sebagian perusahaan keluarga konglomerasi melakukan divestasi atas lini bisnisnya dan mengurangi lingkup usaha untuk meningkatkan fokus dan efisiensi. Grup Lippo, misalnya, melepas sebagian kepemilikan di bisnis ritel dan e-commerce untuk memperkuat lini properti dan layanan kesehatan.
Sampoerna melepas Sampoerna Agro kepada Posco setelah dua dekade sebelumnya melepas HM Sampoerna ke Philip Morris. Di sisi lain, perusahaan seperti Sinar Mas dan Salim Group terus memperluas diversifikasi ke sektor baru: dari energi terbarukan hingga teknologi digital.
Faktanya, perusahaan keluarga merupakan bentuk bisnis yang mendominasi di berbagai belahan dunia. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyebutkan bahwa sekitar 95% perusahaan di Indonesia dimiliki oleh keluarga, dan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 25%.
Dengan tingginya jumlah dan keragaman perusahaan keluarga dari sisi usia, ukuran, hingga cakupan industri menjadi semakin penting untuk menyoroti hal mendasar yang menentukan keberlanjutan mereka: tata kelola.
Kompleksitas tata kelola perusahaan keluarga
Salah satu pembeda utama antara perusahaan keluarga yang berumur panjang dan yang rentan konflik adalah tata kelola atau governansi.
Governansi bukan hanya soal prosedur formal, tetapi juga menyangkut bagaimana keluarga membangun struktur, nilai, dan mekanisme yang menjaga keberlangsungan bisnis dan keharmonisan keluarga.
Dalam banyak kasus, perusahaan keluarga gagal bukan karena strategi bisnis yang buruk, melainkan karena tidak adanya mekanisme tata kelola yang mampu mengatur keterlibatan keluarga secara sehat.
Ketika anggota keluarga memegang posisi manajerial tanpa kompetensi yang memadai, atau ketika keputusan bisnis dikendalikan oleh emosi ketimbang logika bisnis, maka keberlangsungan usaha berada dalam ancaman. Tidak jarang, konflik antar anggota keluarga bahkan menyeret perusahaan ke dalam sengketa hukum dan disintegrasi organisasi.
Baron dan Lachenauer (2021) dalam panduan tata kelola bisnis keluarganya menyarankan untuk membagi setiap dimensi ke dalam empat ‘kamar’ yang terpisah namun saling terhubung: kamar pemilik, kamar dewan komisaris/direksi, kamar manajemen, dan kamar keluarga.
Kamar-kamar tersebut saling terpisah dalam arti bahwa pada setiap kamar memerlukan aturan tersendiri terkait dengan peran dan jenis keputusan yang dibuat.
Namun kamar-kamar tersebut juga terhubung karena implikasi keputusan pada satu kamar akan berdampak pada kamar yang lain. Kamar pemilik, misalnya, memutuskan apa yang menjadi definisi atas kesuksesan dalam bisnis.
Kamar komisaris/direksi memberikan pengawasan dan pengarahan terhadap bisnis, kamar manajemen memberikan rekomendasi strategi dan operasi bisnis. Terakhir, kamar keluarga berfokus pada penjagaan kesatuan keluarga dan pengembangan generasi selanjutnya.
Ketika fungsi-fungsi ini dijalankan dengan jernih dan disiplin, perusahaan keluarga bisa menjadi lebih tangguh dibandingkan perusahaan non-keluarga.
Seorang anggota keluarga bisa berada di lebih dari satu kamar, misalnya sebagai pemilik sekaligus direksi. Di sinilah kunci keberhasilan: ketika keselarasan antara kepemilikan, tata kelola, dan eksekusi strategi bisa terjaga, maka anggota keluarga dapat menjadi pelayan (steward) bagi visi bersama.
Sebaliknya, ketika kamar-kamar ini disfungsional, baik karena tumpang tindih kepentingan, ketidakjelasan aturan, atau kegagalan membina generasi penerus, maka risiko konflik dan perpecahan akan semakin besar.
Momentum perubahan
Berita baiknya, dorongan untuk meningkatkan tata kelola bisnis keluarga kini makin kuat. Mulai muncul kesadaran generasi penerus untuk membangun sistem yang lebih terbuka dan profesional. Noni Purnomo di Blue Bird, misalnya, menempuh jalur karier dari bawah sebelum memimpin perusahaan.
John Riady membawa pendekatan baru berbasis data dan strategi internasional di Lippo Group. Axton Salim aktif merespons isu keberlanjutan dan gizi masyarakat melalui lini produk Indofood. Mereka adalah penerus nama besar dan juga pembaharu perusahaan.
Langkah lain yang perlu diapresiasi adalah terbitnya Pedoman Umum Governansi Bisnis Milik Keluarga Indonesia (PUG-BMKI) yang disusun oleh Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG). Pedoman ini diterbitkan pada tahun 2022 dan merupakan referensi penting bagi keluarga bisnis di Indonesia dalam membangun sistem tata kelola yang mengatur peran keluarga sebagai pemilik, pengelola, dan penjaga nilai.
Perusahaan keluarga memiliki peran yang bukan sekadar sebagai entitas bisnis. Ia juga adalah refleksi dari nilai, sejarah, dan ketekunan lintas generasi. Namun, nilai dan sejarah tidak akan cukup jika tidak ditopang oleh sistem yang kuat. Tata kelola adalah tulang punggung yang menghubungkan antara tradisi, inovasi, dan profesionalisme.
Dengan dominasi dan kontribusi ekonomi yang besar, sudah saatnya kita melepaskan stigma ketidakprofesionalan yang selama ini dilekatkan pada perusahaan keluarga. Ketika tata kelola bisnis keluarga mampu lebih baik dan mapan, maka keberlanjutannya dan dampak positif baik secara ekonomi maupun sosial—juga akan semakin besar.
Di balik nama-nama besar perusahaan keluarga di Indonesia, tersimpan pelajaran penting: bahwa keberlangsungan bisnis tidak hanya tentang modal dan strategi, tapi juga tentang bagaimana perusahaan mampu mengelola dimensi keluarga, kepemilikan, dan bisnis secara seimbang. Bukan hal yang mudah, memang. Tetapi itulah kunci dari perusahaan keluarga yang mampu tumbuh dan bertahan lintas generasi.
70 Persen Keluarga Indonesia Tertekan Biaya Hidup, Separuh Tanpa Rencana Keuangan
Kenaikan biaya hidup membuat banyak keluarga menunda perencanaan jangka menengah. [289] url asal
#biaya-hidup #perencanaan-keuangan #ketahanan-finansial #keluarga-indonesia #warisan-pendidikan #financial-resilience-index #pengeluaran-keluarga #literasi-keuangan #kenaikan-biaya-kebutuhan #solusi-fi
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Biaya hidup yang makin mahal pada 2025 membuat banyak keluarga kewalahan. Financial Resilience Index Sun Life Indonesia 2025 mencatat 70 persen masyarakat merasakan kenaikan signifikan biaya kebutuhan sehari-hari.
Pada saat yang sama, 52 persen keluarga belum punya rencana keuangan lebih dari 12 bulan, padahal mayoritas masih berharap bisa membangun kekayaan dan menyiapkan warisan bagi pendidikan generasi berikutnya. Tekanan ini mendorong keluarga mengencangkan ikat pinggang. Sekitar 58 persen keluarga mengurangi belanja yang tidak terlalu penting, sementara 43 persen sudah memangkas kebutuhan yang seharusnya prioritas.
Meski pengeluaran ditekan, harapan jangka panjang tetap kuat. Sebanyak 71 persen ingin meningkatkan kekayaan keluarga dan 73 persen menargetkan warisan kelak untuk pendidikan anak-cucu. President Director Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo menilai keluarga saat ini berada pada posisi sulit karena harus menyeimbangkan kebutuhan harian dengan persiapan masa depan.
“Keluarga Indonesia saat ini berada di persimpangan yang sulit, mereka harus memenuhi kebutuhan mendesak hari ini sambil tetap mempersiapkan masa depan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (3/12/2025). Karena itu, menurutnya, keluarga membutuhkan solusi yang bisa menjawab dua kebutuhan tersebut sekaligus.
Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia Maika Randini juga menekankan tantangan tiap keluarga berbeda-beda sehingga pendampingan finansial perlu disesuaikan dengan fase kehidupan, mulai dari keluarga muda hingga keluarga mapan yang bersiap menurunkan warisan. Certified Financial Planner Aline Wiraatmaja menambahkan banyak keluarga masih kesulitan membagi fokus antara kebutuhan sekarang dan tujuan jangka panjang. Menurut dia, keluarga perlu kerangka keuangan yang terstruktur agar tetap punya pegangan di masa sulit sekaligus menjaga arah masa depan.
Kenaikan biaya hidup dan lemahnya perencanaan jangka menengah diperkirakan masih menjadi isu besar sepanjang 2025. Di tengah tingginya kebutuhan pendidikan dan keinginan menyiapkan warisan, literasi serta ketahanan finansial rumah tangga menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk diperkuat bersama.
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)