Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencabut izin distribusi pupuk subsidi setelah menerima laporan dari mahasiswa terkait dugaan pelanggaran, sebagai ... [500] url asal
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencabut izin distribusi pupuk subsidi setelah menerima laporan dari mahasiswa terkait dugaan pelanggaran, sebagai langkah tegas memperbaiki tata kelola demi produktivitas pangan Indonesia.
"Dicabut (izinnya) tadi sudah dicabut. Cuma 10 menit dicabut karena (pencabutan izinnya melalui) online. Terima kasih mahasiswa, inilah yang kita harapkan," kata Mentan usai diskusi bersama sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia di Jakarta, Rabu.
Mentan menunjukkan respons cepat dan terbuka terhadap aspirasi mahasiswa dalam diskusi bersama BEM seluruh Indonesia yang digelar di Jakarta.
Dalam forum yang dihadiri sekitar 118 perwakilan mahasiswa dari berbagai daerah tersebut, Mentan langsung menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran di sektor pertanian yang disampaikan para mahasiswa.
Dua laporan yang langsung direspon yakni dugaan peredaran bawang merah ilegal di Sumatera Utara serta kelangkaan pupuk subsidi bagi petani bawang merah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Atas laporan tersebut Mentan langsung melakukan sambungan telepon kepada pihak terkait di daerah.
“Terima kasih mahasiswa. Inilah yang kita harapkan. Kalau ada pelanggaran, laporkan. Tidak boleh ada pembiaran. Kita berantas mafia, kita tindak tegas,” ucap Mentan.
Ia bahkan langsung mencoba menghubungi aparat penegak hukum di Sumatera Utara terkait laporan bawang merah ilegal yang dinilai merugikan petani lokal.
Menurutnya, praktik ilegal seperti itu tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak harga pasar dan melemahkan kesejahteraan petani.
“Nah itu ditangkap, masukkan penjara. Kapan negeri ini bisa makmur kalau ada pembiaran? Sama dengan beternak kejahatan di republik ini,” ujarnya.
Selain itu, laporan dari mahasiswa asal NTB terkait kelangkaan pupuk subsidi juga langsung direspons cepat. Mentan menegaskan akan segera menelusuri distribusi pupuk di wilayah tersebut dan memastikan tidak ada penyimpangan di lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan publik, khususnya di sektor pertanian. Ia mengapresiasi sikap mahasiswa yang dinilai kritis namun tetap konstruktif.
“Kita butuh pengkritik yang konstruktif. Bukan fitnah, tapi kritik berbasis data. Kita buka apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas praktik mafia di sektor pertanian. “Ada koruptor, kita penjarakan. Di sektor pertanian sudah 76 tersangka. Ini bukti bahwa kita tidak main-main,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator BEM SI Wilayah Sumatera Utara, Muzan Mirisan, mengapresiasi respons cepat Mentan Amran atas aporan mahasiswa.
Ia menyebut, langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan di lapangan.
“Kami berharap setelah kegiatan ini bisa dapat dibasmi mafia-mafia, terutama bawang merah ilegal yang masuk ke daerah Sumatera Utara,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Muhammad Abdi Maludin, mahasiswa asal NTB yang melaporkan persoalan pupuk. Ia menjelaskan bahwa ada oknum yang mempermainkan sehingga pupuk bersubsidi tidak sampai ke petani bawang merah.
Ia menilai respons cepat Mentan Amran menjadi bukti keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa.
“Saya lihat Pak Menteri langsung merespon dan berkoordinasi saat itu juga. Ini yang kami harapkan, agar persoalan di daerah bisa cepat ditangani,” katanya.
Melalui forum dialog itu, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan generasi muda serta memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara cepat, transparan, dan tegas.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengajak Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) meninjau langsung kondisi riil stok cadangan ... [703] url asal
Ini pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengajak Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) meninjau langsung kondisi riil stok cadangan beras pemerintah yang dikelola di Gudang Bulog Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan transparansi serta menunjukkan ketersediaan pangan nasional yang saat ini dalam kondisi aman dan melimpah.
“Alhamdulillah siang hari ini kami bersama BEM Seluruh Indonesia hadir, menyaksikan dan berkunjung ke gudang Bulog yang ada di Jakarta, yaitu di Sunter,” kata Rizal usai menunjukkan langsung kondisi stok beras di gudang tersebut kepada sejumlah BEM SI di Jakarta, Rabu.
Menurut Rizal, keterlibatan mahasiswa penting agar publik mendapatkan informasi langsung dan objektif terkait kondisi stok beras nasional.
Dia mengatakan, Bulog sengaja mengajak perwakilan BEM dari seluruh Indonesia untuk melihat langsung kondisi gudang yang saat ini telah terisi penuh oleh beras hasil panen petani di dalam negeri dengan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) mencapai Rp6.500 per kilogram.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menunjukkan langsung kondisi stok beras yang dikelola di Gudang Bulog Sunter, Kelapa Gading, kepada sejumlah BEM Seluruh Indonesia, di Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026). ANTARA/Harianto
Rizal mengungkapkan, hingga saat ini total stok cadangan beras pemerintah yang dikelola BUMN pangan tersebut secara nasional telah mencapai 5,2 juta ton setara beras.
"Ini pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka, beras Indonesia terbanyak di hari ini. Dan ini cukup membanggakan dan kami sengaja bawa adik-adik mahasiswa khususnya dari BEM seluruh Indonesia untuk menyaksikan langsung kondisi stok beras Bulog," beber Rizal.
Ia menambahkan, kunjungan para BEM SI juga memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai proses pengolahan beras, mulai dari gabah hingga menjadi beras premium maupun medium yang siap didistribusikan kepada masyarakat.
Sementara itu, lanjut Rizal, untuk Gudang Bulog Sunter, yang merupakan bagian dari gudang Kantor Wilayah DKI Jakarta & Banten, tingkat keterisian saat ini telah mencapai sekitar 98 persen dari total kapasitas yang tersedia.
Kapasitas gudang di Sunter mencapai 355 ribu ton, sehingga stok yang tersimpan saat ini berkisar sekitar 350 ribu ton.
Tingginya tingkat keterisian tersebut membuat Bulog harus menyewa gudang tambahan di wilayah Tangerang dan Banten.
Secara keseluruhan, sekitar 140 ribu ton stok beras juga telah ditempatkan di gudang untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten guna menjaga distribusi dan stabilitas harga komoditas tersebut di pasaran.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberi keterangan kepada awak media usai menunjukkan langsung kondisi stok beras yang dikelola di Gudang Bulog Sunter, Kelapa Gading, kepada sejumlah BEM Seluruh Indonesia, di Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026). ANTARA/Harianto
Sementara itu, Emon Wirawan, perwakilan BEM Seluruh Indonesia menilai ketahanan pangan Indonesia dalam kondisi baik karena mereka telah melakukan peninjauan langsung di lapangan secara real time.
Menurutnya pemerintah melalui Kementerian Pertanian bersama Perum Bulog telah berupaya menjaga ketahanan pangan nasional.
Para mahasiswa menyaksikan langsung ketersediaan stok beras Bulog yang mencapai 5,2 juta ton sebagai penopang ketahanan pangan Indonesia ke depan.
Menurutnya, berbagai isu yang meragukan kondisi ketahanan pangan yang beredar di masyarakat tidak sesuai dengan fakta yang mereka lihat secara langsung di lapangan.
"Dan kami sebagai mahasiswa sudah menyaksikan itu (stok beras di gudang Bulog) dan beberapa isu yang mungkin tersebar di media sana yang mungkin meragukan bagaimana ketahanan pangan Indonesia," katanya.
"Maka hari ini kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia sebagai perwakilan dari mahasiswa, ketahanan pangan kita untuk ke depan sudah terjaga, optimislah untuk Indonesia maju," tambahnya.
Senada dengan itu, Hani Fatimah dari Universitas Trilogi menyampaikan setelah melihat langsung kondisi stok cadangan beras pemerintah, hal itu dapat memastikan ketersediaan komoditas itu tetap aman menghadapi ancaman potensi El Nino.
"Kekhawatiran kita tentang nanti akan ada El Nino yang besar, itu juga sudah bisa dipastikan beras kita tuh aman dalam jangka waktu satu tahun ke depan," katanya.
Zakir Ramdani dari STAI Al Hidayah Bogor menyampaikan mahasiswa diundang bersama BEM fakultas dan universitas meninjau langsung gudang Bulog di Kelapa Gading, menyaksikan stok beras penuh.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan swasembada beras yang disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah tercapai pada akhir 2025, merupakan fakta, sekaligus memperkuat keyakinan mahasiswa terhadap ketahanan pangan nasional saat ini.
Sebagai sosial kontrol, lanjut Zakir, mahasiswa akan terus mengawasi pasokan dan kondisi gudang, serta mengajak masyarakat berkolaborasi menjaga ketahanan pangan.
Sebanyak 1.743 personel gabungan dikerahkan mengamankan demonstrasi Aliansi BEM SI bertepatan dengan momentum satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebanyak 1.743... | Halaman Lengkap [187] url asal
JAKARTA - Sebanyak 1.743 personel gabungan dikerahkan mengamankan demonstrasi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia ( BEM SI ) bertepatan dengan momentum satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Demonstrasi digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025) siang.
"1.743 personel pengamanan massa unjuk rasa di wilayah Jakarta Pusat," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.
Susatyo menekankan pengamanan dilakukan humanis, tanpa senjata api. Rekayasa lalu lintas (lalin) akan diterapkan situasional melihat eskalasi massa.
"Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran penyampaian aspirasi publik," ucapnya.
Sebelumnya, Aliansi BEM SI menyerukan aksi turun ke jalan dalam momentum satu tahun Prabowo-Gibran dengan tujuan mendorong kebijakan yang tidak pro kepada rakyat dibatalkan.
"Melihat Momentum 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang semakin hari semakin membuatkan kita cemas tentang keberlangsungan masa depan Indonesia. Oleh karena itu saatnya kita lakukan sebuah pergerakan untuk mengawal dan mendorong kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat untuk dibatalkan. Maka, BEM SI mengajak semua elemen untuk ikut serta membersamai melakukan Teknis Lapangan Nasional," tulis laman Instagram @bem_si.