Membandingkan Emiten Sarang Walet NEST & RLCO

Membandingkan Emiten Sarang Walet NEST & RLCO

Emiten sarang walet NEST dan RLCO meramaikan perkembangan industri di Bursa Efek Indonesia (BEI).

(Bisnis.Com) 09/12/25 17:56 66790

Bisnis.com, JAKARTA—Aksi IPO dan pencatatan saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menambah semarak emiten di industri sarang burung walet.

RLCO mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (8/12/2025). RLCO menetapkan harga penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp168 per saham.

Perseroan melepas sebanyak 625.000.000, dengan demikian dana segar yang dikantongi dalam IPO ini Rp105 miliar.

Sebelumnya, BEI telah kedatangan PT Esta Indonesia Tbk. (NEST), yang tercatat di Bursa pada 8 Agustus 2024. Emiten ini memiliki fondasi bisnis kokoh dan ekosistem hulu–hilir yang lengkap.

Berdasarkan prospektus NEST dan rekam jejak operasionalnya, perusahaan ini berada pada posisi lebih strategis berkat model bisnis vertically integrated yang mencakup pembibitan, budidaya, pengolahan hingga perdagangan sarang walet. Struktur terintegrasi ini membuat NEST tidak hanya menjadi pemain hilir, tetapi juga menguasai proses hulu.

Saat ini, NEST mengoperasikan 15 rumah walet sebagai fasilitas produksi, didukung pabrik pengontrol kualitas yang memastikan konsistensi standar bahan baku. Dengan kontrol penuh atas rantai produksi, NEST dapat meminimalkan ketergantungan terhadap pasokan pasar bebas yang rentan fluktuasi harga.

Selain itu, NEST juga memiliki unit usaha pengolahan melalui PT Tunas Esta Indonesia (TEI). Kapasitas produksi NEST sebanyak 30 ton dan TEI sebanyak 50 ton, sehingga total kapasitas produksi mencapai 80 ton per tahun. Kapasitas ini jauh di atas standar banyak pemain lain, sekaligus memperkuat kesiapan NEST menghadapi permintaan ekspor.

NEST memiliki keunggulan hilir yang signifikan sebagai supplier utama Xiamen Yan Palace Bird\'s Nest Industry Co Ltd, produsen sarang walet terbesar di China dengan Penjualan per tahun mencapai Rp5 triliun dan valuasi perusahaan senilai 3,2 miliar dolar Hong Kong.

Xiamen Yan Palace juga sebagai pemegang 5% saham NEST, sehingga memberikan akses pasar global yang lebih luas dan stabil. Pendekatan ini kontras dengan RLCO yang mencatat pendapatan downstream hanya Rp50 miliar, menunjukkan skala dan cakupan yang lebih kecil.

Dari sisi model bisnis, RLCO mengandalkan pengolahan dan pencucian sarang walet yang sepenuhnya bergantung pada pembelian bahan baku eksternal. Ketergantungan ini membuat perusahaan lebih terekspos pada volatilitas harga sarang walet mentah.

Namun pada segmen hilir, posisi RLCO lebih unggul karena produk siap konsumsinya merupakan hasil produksi sendiri, sementara itu NEST masih bekerja sama dengan mitra dari China.

Dari sisi liabilitas, saat ini NEST tidak memiliki utang berbunga dan telah melunasi utang Rp22 miliar pada September 2024. Per 30 September 2025, total liabilitas dapat ditekan 61,9% (year-to-date) menjadi Rp44,03, dengan jumlah ekuitas Rp367,6 miliar. Dengan demikian, debt to equity ratio (DER) NEST hanya 0,12 kali.

Sementara itu, DER RLCO per 31 Mei 2025 mencapai 2,88 kali yang mencerminkan tingginya tingkat leverage. Hingga akhir Mei 2025, liabilitas RLCO sebesar Rp509,25 miliar yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp477,97 miliar. Adapun ekuitas hanya Rp176,52 miliar, dengan jumlah saldo laba Rp21,74 miliar atau melorot 36,8%.

Per 31 Mei 2025, RLCO hanya memiliki kas dan setara kas senilai Rp4,03 miliar dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp32,16 miliar. Mengacu pada cash flow di periode Januari—Mei 2025, penurunan kas ini terutama dipengaruhi arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp36,97 miliar.

Dari sisi laporan keuangan, selama lima bulan pertama tahun ini, RLCO mencatatkan penjualan Rp231,32 miliar atau meningkat 47,56% dibandingkan periode yang sama di 2024 senilai Rp156,76 miliar. Sementara itu, laba bersih pada 5M25 sebesar Rp12,34 miliar atau melonjak 609,2% (year-on-year/ YoY).

Perusahaan mitra utama untuk ekspor RLCO, yakni TJ Seven Incorporation mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp108,6 miliar selama lima bulan pertama di 2025. Sementara itu, sepanjang 2024 perusahaan yang menjadi kontributor terbesar RLCO ini mencatatkan nilai transaksi Rp125,86 miliar.

No.

Perbandingan

NEST

RLCO

1.

Model Bisnis

Terintegrasi hulu-hilir (budidaya, pengolahan, perdagangan)

Fokus pengolahan

2.

Fasilitas Produksi

15 rumah walet + Pabrik Modern

100% beli di pasar

3.

Kapasitas Produksi

80 ton/tahun (NEST 30 + TEI 50)

Kapasitas bergantung pada pasokan pembelian

4.

Downstream

Dijalankan melalui Xiamen Yan Palace (valuasi Rp5 triliun, pemegang saham NEST)

Pendapatan downstream sekitar Rp50 miliar. RLCO lebih unggul, karena memiliki produk hasil produksi sendiri.

5.

Akses Ekspor

Reputasi Ekspor dan budidaya rumah walet >20 tahun

Baru membangun reputasi ekspor

6.

Keuangan

- DER: 0,12x

- Total Hutang 9M25: 44M

- Total Aset 9M25: 411,6M

- Total Equity 9M25: 367,6M

- DER: 2,88x

- Total Hutang 5M25: 509M

- Total Aset 5M25: 685,7M

- Total Equity 5M25: 176,5M

7.

Penggunaan Dana IPO

Ekspansi pabrik & teknologi

Pembelian bahan baku

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#emiten-sarang-walet #ipo-rlco #ipo-nest #bursa-efek-indonesia #harga-saham-rlco #harga-saham-nest #model-bisnis-nest #model-bisnis-rlco #kapasitas-produksi-nest #kapasitas-produksi-rlco #akses-ekspor

https://market.bisnis.com/read/20251209/192/1935495/membandingkan-emiten-sarang-walet-nest-rlco