Kerek Utilitas Pabrik, Abadi Lestari (RLCO) Incar Pendapatan Naik Dobel Digit
Abadi Lestari (RLCO) optimis pendapatan naik dobel digit pada 2026 berkat peningkatan utilitas pabrik dan ekspansi pasar ekspor baru, target omzet Rp600 miliar.
(Bisnis.Com) 08/12/25 13:58 64780
Bisnis.com, JAKARTA – Emiten eksportir sarang burung walet PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) optimistis mampu menorehkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan hingga dobel digit pada 2026.
Direktur Keuangan Abadi Lestari Indonesia Dwiadi Prastian Hadi menerangkan bahwa optimisme itu didukung ekspektasi peningkatan utilitas pabrik setelah mendapatkan dana segar lewat aksi penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Kalau utilisasi saat ini memang belum sampai 50%. Diharapkan nanti dengan adanya penambahan dana IPO ini kami bisa meningkatkan produksi di atas 60%,” katanya, Senin (8/12/2025).
Memandang tahun Kuda Api 2026, RLCO menargetkan pendapatan dapat tumbuh hinggadouble digit. Bahkan, omzet yang ditargetkan perseroan mencapai Rp600 miliar pada tahun depan.
Tidak hanya itu, ekspektasi pertumbuhan juga diharapkan RLCO terjadi pada tahun ini. Per akhir 2025, RLCO berharap mencatatkan laba bersihmencapai Rp35 miliar, yang berarti potensi peningkatan hingga 49,06% YoY dari posisi Rp23,48 miliar pada periode yang sama 2024.
Dwiadi menambahkan ekspansi perseroan ke sejumlah pasar baru di luar negeri juga akan menjadi penopang pendapatan dan laba pada 2026.Setidaknya terdapat empat negara baru yang akan dieksplor RLCO pada 2026, seperti Thailand, Vietnam, AS, hingga Filipina.
Diperinci, aksi ekspor ke Thailand akan dieksekusi pada kuartal II/2026 dan Amerika Serikat pada kuartal IV/2026. Sementara pasar Vietnam telah dijajaki oleh perseroan pada kuartal IV/2025.
Penambahan pasar ekspor tersebut juga diekspektasikan bakal berkontribusi 80% terhadap pendapatan perseroan pada tahun mendatang. Dengan begitu, terdapat setidaknya enam pasar ekspor yang bakal dijangkau perseroan pada 2026 melalui produk olahan.
Adapun mengacu prospektusnya, RLCO akan memanfaatkan seluruh dana yang dihimpun dalam IPO untuk membeli sarang burung walet sebagai modal kerja. Sebesar 56,33% bakal dialokasikan untuk pemenuhan modal kerja RLCO dalam rencana pembelian sarang burung walet.
Sementara itu, sebesar 43,67% bakal dialokasikan kepada PT Realfood Winta Asia (RWA) sebagai penyertaan modal untuk melakukan pembelian sarang burung walet. Abadi Lestari Indonesia menggenggam 93,75% saham RWA.
Perusahaan ini berlokasi di Bojonegoro, Jawa Timur dan telah didirikan sejak 2014. Sejak saat itu, RLCO telah melakukan ekspor terhadap sarang burung walet sebagai lini usaha utamanya.
Di pasar internasional, produk RLCO telah menembus pasar China, Hong Kong, hingga AS. Di sisi operasional, Abadi Lestari Indonesia memiliki kapasitas produksi untuk sarang burung walet mencapai 32 ton per Mei 2025.
Selain itu, RLCO juga memiliki kapasitas produksi 5,40 juta unit consumer goods jar, 2,52 juta unit produksi jelly, dan 1,29 juta unit kapasitas produksi powder yang dijalankan oleh anak usaha.
Beberapa portofolio perseroan antara lain minuman sarang burung walet, kaldu ayam, suplemen kolagen, dan nutrisi berbasis protein.
“Perseroan tumbuh dari eksportir sarang burung walet menjadi salah satu pemimpin kesehatan konsumen di Indonesia. Menyelaraskan diri dengan perubahan preferensi konsumen dan kebutuhan kesehatan, perseroan bertransformasi dari ekspor bahan mentah menjadi produsen untuk produk Superfood melalui anak usaha,” kata manajemen dalam prospektusnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#abadi-lestari #rlco #sarang-burung-walet #pendapatan-dobel-digit #utilitas-pabrik #ipo-bei #ekspor-sarang-burung #pasar-ekspor-baru #laba-bersih-rlco #ekspansi-pasar-luar-negeri #produk-olahan-rlco #m