Misbakhun Ungkap Nilai Investasi Kampung Haji Danantara Hampir Rp100 Triliun
Danantara Indonesia berencana investasi Rp100 triliun di Kampung Haji Makkah, membuka 7.500 lapangan kerja, dan mendukung ekonomi Indonesia.
(Bisnis.Com) 03/12/25 16:45 59567
Bisnis.com, SURABAYA – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengungkapkan nilai investasi yang rencananya digelontorkan oleh Danantara Indonesia terhadap salah satu proyek strategis, yakni Proyek Kampung Haji di Makkah, Arab Saudi, yang berpotensi membuka 7.500 lapangan kerja, dengan nilai ekonomi lebih dari Rp2,5 triliun per tahun.
Misbakhun memaparkan bahwa nilai investasi Danantara terhadap proyek yang diharapkan meningkatkan kualitas akomodasi jamaah haji tanah air tersebut sebesar hampir mencapai nominal Rp100 triliun.
"Investasinya [Kampung Haji di Makkah] hampir Rp100 triliun. Hampir Rp100 triliun, dan itu untuk apa? Itu untuk rakyat Indonesia," ungkap Misbakhun di Surabaya dikutip Rabu (3/12/2025).
Politikus Golkar tersebut memaparkan, proyek Kampung Haji di Makkah melalui Inpres No.15/2025 adalah satu dari sekian investasi pada sektor strategis yang dilakukan oleh superholding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, dan saat ini tidak sedang menjadi lirikan sektor privat atau swasta.
"Jadi karena contoh salah satu tadi memang tujuan kita investasinya di dalam negeri, tidak di luar negeri, tapi ada satu yang luar biasa mempengaruhi hajat hidup orang Indonesia yaitu investasi di Mekkah. Untuk apa? Perkampungan haji Indonesia di Mekkah. Kita punya dan itu dimiliki oleh BUMN kita," tegasnya.
Selain melakukan investasi Perkampungan Haji Indonesia di Tanah Suci, Misbakhun menjelaskan bahwa proyek domestik lainnya yang tengah direncanakan Danantara adalah waste-to-energy (WtE), yang berorientasi untuk mendukung ketahanan energi dan pengelolaan sampah nasional.
Selain itu, Misbakhun juga menyarankan agar Danantara dapat berinvestasi pula pada sektor industri petrokimia, yang disebutnya menjadi salah satu kekuatan industrial yang dimiliki Indonesia.
"Kalau mau kita kuat di industrialisasi. Kimia dasar dan logam dasar. Maka dia [Danantara] masuk ke petrokimia. Dengan siapa? Menggandeng yang selama ini sangat kuat di aromatik ya di Grup Barito. Mereka akan masuk kepada sektor-sektor yang strategis itu. Inilah yang kita arahkan," pungkasnya.
Danantara Indonesia menekankan penerapan investasi strategis yang berorientasi pada imbal hasil berkelanjutan, sekaligus berdampak positif bagi ekonomi ekonomi sosial dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI.
Dalam rapat tertutup yang berlangsung pada Senin (1/12), Danantara memaparkan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun 2026 sebagai kewajiban konsultatif sesuai UU No. 16/2025 tentang Holding Investasi.
CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan bahwa roadmap investasi 2026 akan memperkuat ketahanan ekonomi dan mendukung transformasi nasional.
“Roadmap investasi kami disusun dengan pendekatan terukur, berorientasi pada penciptaan nilai lintas generasi. Mandat kami jelas, menghadirkan imbal hasil sehat bagi negara sambil memastikan setiap investasi memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dan mendorong transformasi nasional,” ujar Rosan.
Adapun, strategi Danantara untuk 2026 akan mencakup pengembangan proyek strategis, penguatan sektor prioritas, serta diversifikasi portofolio lintas kelas aset dan geografi. Investasi juga bakal memadukan proyek jangka panjang dengan opsi publik dan privat untuk menghasilkan arus kas stabil.
Rosan menyebutkan bahwa setiap keputusan investasi disebut perlu menjaga nilai aset negara, sekaligus memastikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami membangun portofolio dengan landasan kehati-hatian dan diversifikasi yang kuat,” pungkas Rosan.
Danantara juga menerapkan kerangka klasifikasi proyek strategis yang ketat. Setiap investasi harus sejalan dengan aspirasi pembangunan nasional, memiliki dampak sosial-lingkungan signifikan, serta tetap layak secara komersial.
#kampung-haji #investasi-kampung-haji #nilai-investasi #proyek-strategis #danantara-indonesia #investasi-mekkah #lapangan-kerja #investasi-bumn #sektor-strategis #investasi-petrokimia #ketahanan-energi