Banyak Kasus Perundungan di Lingkungan Ponpes, Menag: Pesantren Hanya jadi Objek
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pondok pesantren sering menjadi objek dalam kasus perundungan, namun minat masyarakat terhadap pesantren terus meningkat.
(Bisnis.Com) 27/11/25 15:11 52517
Bisnis.com, SURABAYA – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar angkat suara mengenai kasus bullying atau perundungan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren (ponpes). Menurutnya, ponpes acapkali dijadikan sebagai objek semata dalam kasus perundungan.
Sebagai informasi, salah satu santri di bawah umur membakar gedung asrama putra Dayah (Pesantren) Babul Maghfirah pimpinan Tgk. Masrul Aidi di Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Provinsi NAD karena sering menerima tindakan perundungan dari beberapa temannya.
"Sebetulnya kalau bullying itu ya aslinya bukan dari pondok pesantren, cuma pondok pesantrennya kadang-kadang jadi objek, tapi sehebat apapun pesantren jadi target dan jadi objek, tetapi masyarakat juga akan menilai. Sekarang buktinya bahwa walaupun begitu, pondok pesantren sekarang ini peminatnya semakin bertambah," ucap Nasaruddin di Surabaya, dikutip Kamis (27/11/2025).
Nasaruddin juga mengklaim, bahwa sekolah-sekolah umum saat ini tengah mengalami krisis peserta didik, sepi peminat, bahkan hingga tutup. Dirinya pun menyatakan bahwa jumlah peserta didik di madrasah atau pesantren semakin meningkat dari tahun ke tahun.
"Dan sebaliknya juga pendidikan umum sekarang ini banyak yang gulung, banyak yang krisis murid. Mereka itu lari ke madrasah, lari ke pondok. Itu kan urusannya masyarakat ya kan. Karena itu masyarakat itu menilai anak saya nanti di masa depan seperti apa. Jadi, kami punya data di Kementerian Agama bahwa peminat untuk masuk di madrasah itu semakin meningkat dari tahun ke tahun," ucapnya.
Imam Besar Masjid Istiqlal ini juga menyebut, saat ini masyarakat lebih memilih untuk menyekolahkan buah hatinya ke madrasah atau pesantren. Isu-isu yang menerpa sekolah madrasah ataupun pondok pesantren, sebut Nasaruddin, tidak menurunkan minat masyarakat untuk memasukkan anak mereka ke lembaga pendidikan berbasis keagamaan itu.
"Berarti masyarakat ini kan punya choice-nya sendiri kan. Kenapa mereka masuk ke madrasah, kenapa mereka masuk ke pondok pesantren, walaupun ada isu macam-macam ya, mereka kan sangat objektif juga melihat," pungkasnya.
#ponpes-bullying #kasus-perundungan-ponpes #pesantren-objek-perundungan #santri-korban-bullying #pesantren-babul-maghfirah #perundungan-di-pesantren #peningkatan-peminat-pesantren #krisis-sekolah-umum #n-a