Semarang IP Summit 2025 Ungkap Prospek Bisnis Baru dari Sektor Ekokraf
Acara yang baru pertama kali digelar di Kota Semarang itu mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis Kekayaan Intelektual.
(Bisnis.Com) 26/11/25 11:32 50745
Bisnis.com, SEMARANG - Penyelenggaraan Semarang Intelectual Property (IP) Summit 2025 berhasil menarik ratusan peserta dari dalam hingga luar Kota Semarang. Acara yang digelar pada 23-24 November 2025 itu menjadi bukti dukungan Pemerintah Kota Semarang terhadap sektor ekonomi kreatif berbasis Kekayaan Intelektual (KI).
"Ide adalah mata uang utama, kota-kota yang mampu melindungi, merawat, dan mengembangkan ide kreatif akan menjadi pemenang," kata Plt. Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Diah Supartiningtias, dikutip Rabu (26/11/2025).
Diah menjelaskan bahwa di era perkembangan teknologi, khususnya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), ada peluang bisnis baru yang membutuhkan inovasi kreatif dari para pelaku usaha. Dalam hal ini, AI dapat mempercepat produksi, memperbaiki kualitas, serta membuka peluang bisnis baru.
Untuk memaksimalkan peluang bisnis baru di tengah perkembangan AI, Diah mendorong para pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif untuk mulai mendaftarkan KI untuk karya telah dibuat. "Daftarkan IP, kembangkan karakter, bangun jejaring, dan bermimpilah besar. Tidak ada karya yang terlalu kecil untuk menjadi besar," lanjutnya.
Fandhi N. Luthfi, Chairman Semarang IP Summit 2025, menjelaskan bahwa Kota Semarang memiliki potensi besar pada sektor ekonomi kreatif. Sebagai ibukota provinsi, wilayah itu juga berpeluang besar untuk menjadi mesin ekonomi baru pada sektor-sektor kreatif seperti animasi digital, gim, komik, juga kartun.
"Dibuktikan dengan banyaknya pelaku industri pada level nasional hingga internasional di Kota Semarang. Kami ingin industri ini menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Semarang IP Summit 2025 sendiri baru pertama kali digelar di Kota Semarang. Kegiatan ini menyasar anak muda kreatif yang menggandrungi media komik, gim, animasi, ilustrasi, juga teknologi secara umum. Fandhi menyampaikan bahwa acara tersebut terdiri dari rangkaian kegiatan seperti digital creative exhibition, cosplay parade, panel talkshow, serta business forum dan konferensi.
Sesi business forum diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari pelaku usaha, akademisi, pemerintah, hingga pegiat komunitas kreatif di Kota Semarang. Dalam kesempatan itu Sekretaris Komite Ekonomi Kreatif Kota Semarang, Bambang Supradono, memberikan paparan mengenai regulasi dan ketentuan legal terkait sektor usaha ekonomi kreatif.
"Kota Semarang sudah memiliki Peraturan Daerah dan Peraturan Wali Kota Semarang tentang Perlindungan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif. Sehingga, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang wajib melaksanakan perintah dari regulasi tersebut," tegas Bambang.
#semarang-ip-summit #ekonomi-kreatif #kekayaan-intelektual #bisnis-baru #teknologi-ai #inovasi-kreatif #daftarkan-ip #sektor-ekokraf #animasi-digital #gim-semarang #komik-semarang #kartun-semarang #dig