Strategi Adira Finance (ADMF) Dongkrak Pembiayaan di Tengah Tantangan Ekonomi

Strategi Adira Finance (ADMF) Dongkrak Pembiayaan di Tengah Tantangan Ekonomi

Adira Finance (ADMF) memproyeksikan pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru hingga akhir tahun ini di kisaran low single digit.

(Bisnis.Com) 15/10/25 14:45 4317

Bisnis.com, JAKARTA — PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) atau Adira Finance menilai saat ini melemahnya daya beli dan kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi memengaruhi permintaan pembiayaan di industri multifinance.

Chief of Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan akibat hal itu banyak masyarakat yang masih menunda pembelian kendaraan lantaran fokusnya ada pada kebutuhan pokok.

“Selain itu, persaingan yang semakin ketat dengan perbankan serta pemain digital seperti fintech dan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) membuat industri multifinance harus beradaptasi lebih cepat,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (14/10/2025).

Meski situasinya seperti itu, Gani menyampaikan bahwa piutang pembiayaan perusahaan hingga Juni 2025 tercatat sebesar Rp54 triliun. Adira Finance, katanya, memproyeksikan pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru hingga akhir tahun ini di kisaran low single digit.

Lebih lanjut, dia membeberkan setidaknya ada empat strategi yang diterapkan perusahaan untuk bisa terus bertumbuh di tengah kondisi ekonomi saat ini. Strategi pertama adalah memperluas jangkauan pasar.

“Dengan mengoptimalkan potensi jaringan distribusi di wilayah potensial, khususnya di luar Pulau Jawa, hingga memperkuat layanan dan proses retensi pelanggan guna menjaga loyalitas nasabah,” ucapnya.

Kedua, lanjut Gani, perusahaan juga mendorong diversifikasi bisnis melalui ekspansi ke segmen non-otomotif, seperti pembiayaan multiguna dan alat berat. Ketiga, menguatkan sinergi dan entitas dalam grup untuk percepatan transformasi digital.

“Terakhir yang tidak kalah penting perusahaan memberikan pembiayaan yang tersegmentasi sesuai dengan risk appetite perusahaan dan memastikan kegiatan collection dilakukan secara efektif untuk mengurangi potensi kredit macet,” ujar Gani.

Lebih jauh, dia berharap penurunan suku bunga acuan atau BI Rate dapat memperbesar peluang pertumbuhan pembiayaan ke depan dan mendorong minat masyarakat dalam melakukan pembelian kendaraan.

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan di industri multifinance per Agustus 2025 tumbuh 1,26% secara (year on year/YoY) menjadi Rp505,59 triliun.

Sebagai perbandingan, pertumbuhan ini sangat jauh berbeda dengan periode yang sama tahun lalu atau Agustus 2024 yang pertumbuhannya sebesar 10,18% YoY. Secara MtM pun pertumbuhannya turun, per Juli 2025 pertumbuhan piutang pembiayaan sebesar 1,79%.

#adira-finance #strategi-pembiayaan #tantangan-ekonomi #daya-beli-konsumen #industri-multifinance #pembiayaan-kendaraan #persaingan-fintech #buy-now-pay-later #piutang-pembiayaan #jangkauan-pasar #dive

https://finansial.bisnis.com/read/20251015/89/1920416/strategi-adira-finance-admf-dongkrak-pembiayaan-di-tengah-tantangan-ekonomi