Ini Strategi KB Bank, BCA, Citibank, dan OCBC Kala Banjir Dana di Himbara

Ini Strategi KB Bank, BCA, Citibank, dan OCBC Kala Banjir Dana di Himbara

Bank swasta seperti KB Bank, BCA, Citibank, dan OCBC melihat penempatan dana pemerintah di Himbara sebagai stimulus positif, bukan ancaman.

(Bisnis.Com) 14/10/25 13:55 2735

Bisnis.com, JAKARTA — Penempatan dana pemerintah senilai Rp200 triliun di bank-bank milik negara (Himbara) menjadi sorotan di industri perbankan.

Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai berpotensi mengubah peta likuiditas perbankan nasional sekaligus menciptakan dinamika baru dalam persaingan penyaluran kredit, terutama bagi bank swasta.

Kendati demikian, sejumlah bank swasta seperti KB Bank, BCA, Citibank, dan OCBC Indonesia, menilai langkah pemerintah itu tidak serta-merta menjadi ancaman bagi kinerja penyaluran kredit mereka. Sebaliknya, kebijakan ini dianggap sebagai stimulus positif bagi sektor keuangan dan perekonomian nasional.

Direktur Utama PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) atau KB Bank, Kunardy Darma Lie, mengatakan bahwa secara industri, tren penyaluran kredit sepanjang tahun ini masih menunjukkan momentum positif, meskipun disertai sejumlah dinamika likuiditas di sistem perbankan nasional.

“Di KB Bank, pertumbuhan kredit tetap terjaga secara sehat, dengan fokus pada sektor-sektor produktif dan nasabah berkualitas yang memiliki rekam jejak dan fundamental bisnis yang kuat. Kami percaya pertumbuhan yang berkelanjutan harus selalu sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin,” ujarnya.

Kunardy menjelaskan, penempatan dana pemerintah di Himbara merupakan kebijakan strategis yang bertujuan mempercepat penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor prioritas nasional. Namun, dampaknya terhadap KB Bank dinilai relatif terkendali.

Positioning kami tidak semata bergantung pada arus likuiditas jangka pendek, tetapi lebih pada kekuatan relasi jangka panjang, ekosistem nasabah, serta sinergi lintas grup KB Financial yang menjadi diferensiasi kami dibanding bank-bank lain,” katanya.

Dia tidak menampik bahwa kebijakan tersebut membuat kompetisi antarbank semakin ketat, khususnya di segmen korporasi dan komersial. Namun, KB Bank memilih melihat kondisi ini sebagai momentum untuk memperkuat proposisi nilai.

“Kami memperkuat layanan yang lebih customized, mempercepat proses, dan meningkatkan kemampuan menyediakan solusi finansial terintegrasi yang memberi nilai tambah bagi nasabah,” ujarnya.

Dari sisi likuiditas, KB Bank menegaskan kondisi perusahaan masih sangat terjaga dan resilien. Strategi memperkuat basis dana murah (CASA), memperluas jaringan korporasi multinasional, serta mengoptimalkan dukungan pendanaan dari grup, terbukti menjaga stabilitas pendanaan dan ruang pertumbuhan kredit.

“Bagi kami, dinamika likuiditas dan persaingan bukan hambatan, tapi bagian dari siklus pasar yang mendorong inovasi dan efisiensi. Fokus kami tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset, memperkuat fundamental pendanaan, serta memastikan ekspansi kredit berdampak positif bagi ekonomi Indonesia,” tegas Kunardy.

Senada, EVP Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) atau BCA, Hera F. Haryn, mengatakan bahwa BCA terus mencermati perkembangan pasar, kondisi likuiditas, dan kebijakan pemerintah serta otoritas perbankan.

Menurutnya, penyaluran kredit di industri perbankan ditentukan oleh berbagai faktor seperti kondisi makroekonomi, strategi bisnis masing-masing bank, dan permintaan di tiap sektor ekonomi.

“Ditopang likuiditas yang memadai, BCA senantiasa mendorong penyaluran kredit ke semua sektor dan segmen dengan prinsip kehati-hatian serta manajemen risiko yang disiplin,” ujarnya.

Hera menambahkan, hingga Agustus 2025, kredit BCA secara bank only tumbuh 9,3% (year on year/YoY) menjadi Rp921 triliun. Angka ini menunjukkan ketahanan dan optimisme BCA dalam menjaga pertumbuhan di tengah berbagai dinamika industri.

Sementara itu, CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi menilai penempatan dana pemerintah di Himbara justru akan berdampak positif terhadap industri perbankan secara keseluruhan.

“Kita, sih, positif saja. Ujung-ujungnya cost of fund turun, likuiditasnya tambah, dan krediturnya nambah,” ujarnya.

Batara menilai bahwa tambahan likuiditas di Himbara sebesar Rp200 triliun akan mempercepat transmisi penurunan suku bunga kredit ke sektor riil. “Saya rasa transmisi penurunan suku bunga itu akan segera cepat, karena disuntik dengan 200 triliun itu. Sehingga dana itu mesti menemukan di mana tempat mengalirnya,” katanya.

Dengan demikian, Citibank menilai persaingan kredit saat ini masih dalam koridor wajar dan bahkan dapat memberi dorongan terhadap efisiensi di industri perbankan.

Adapun, Presiden Direktur OCBC Indonesia Parwati Surjaudaja menyebutkan bahwa persaingan antarbank akibat tambahan likuiditas Himbara masih dalam batas normal.

“Persaingan kan biasa, masih normal-normal saja, pertumbuhan [kredit] kami bisa lebih baik,” ujarnya.

Parwati menjelaskan, OCBC memiliki berbagai strategi untuk menghadapi ketatnya kompetisi, mulai dari perbaikan proses bisnis hingga fokus pada sektor-sektor industri yang masih potensial.

“Macam-macam ya, dari perbaikan proses, mencari industri yang masih bisa kami dukung. Harapannya, semuanya bisa jadi lebih baik,” katanya optimistis.

Purbaya Buka Peluang Tambah Likuiditas

Kementerian Keuangan menyampaikan membuka peluang menambah penempatan dana di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna mendorong ekspansi kredit dan pertumbuhan ekonomi di kuartal IV/2025.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan sejumlah bank Himbara seperti BRI telah mengajukan tambahan penempatan dana pemerintah. Pemerintah, katanya, masih akan meninjau kembali kapasitas penyerapan masing-masing bank.

“Kan BRI bilang minta tambah, ada beberapa yang minta tambah juga. Nanti kami lihat bisa apa enggak. Mungkin bisa ya,” ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Senin (13/10/2025).

Dia menjelaskan, dampak penempatan dana pemerintah di perbankan akan mulai terlihat pada kuartal IV/2025. Berdasarkan perhitungannya, pertumbuhan ekonomi nasional berpotensi mencapai di atas 5,5% pada periode tersebut.

Lebih lanjut, Purbaya menepis anggapan bahwa penempatan dana di Himbara justru membebani bank. Menurutnya, kebijakan itu justru memperkuat penyaluran kredit dan mempercepat perputaran ekonomi.

Namun, dia menegaskan bahwa langkah tersebut tidak akan mengubah struktur anggaran negara maupun memperluas kebijakan fiskal.

#bank-likuiditas #strategi-kb-bank #bca-kredit #citibank-indonesia #ocbc-indonesia #dana-pemerintah-himbara #penyaluran-kredit #sektor-keuangan #pertumbuhan-kredit #manajemen-risiko #persaingan-antarba

https://finansial.bisnis.com/read/20251014/90/1920125/ini-strategi-kb-bank-bca-citibank-dan-ocbc-kala-banjir-dana-di-himbara