Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Transformasi yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dinilai berhasil menciptakan loyalitas pelanggan bukan hanya karena pembaruan teknologi,... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 30/06/26 23:10 264396
JAKARTA - Transformasi yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dinilai berhasil menciptakan loyalitas pelanggan bukan hanya karena pembaruan teknologi, tetapi juga berkat konsistensi dalam menghadirkan layanan yang mudah, aman, dan nyaman. Kepercayaan masyarakat menjadi faktor utama yang membuat perubahan tersebut diterima sekaligus memperkuat posisi KAI di mata pelanggan.Akademisi sekaligus Pengamat Transportasi Darat Djoko Setijowarno mengatakan, keberhasilan transformasi layanan kereta api tidak hanya bergantung pada modernisasi sistem. Pengalaman pelanggan (customer experience/CX) yang terus ditingkatkan melalui standar pelayanan dan pemanfaatan teknologi menjadi elemen penting dalam membangun kepercayaan publik.
Pada awal penerapan layanan berbasis data, masyarakat sempat menyimpan kekhawatiran mengenai perlindungan data pribadi. Namun, seiring waktu kemudahan yang dirasakan pelanggan mulai dari pembelian tiket hingga proses masuk stasiun membuat inovasi tersebut semakin diterima.
“Pada awal penerapannya, penggunaan teknologi berbasis data sempat memunculkan kekhawatiran terkait perlindungan data pribadi. Namun, seiring berjalanya waktu, masyarakat mulai menerima inovasi tersebut karena manfaatnya bisa dirasakan secara langsung, mulai dari proses pembelian tiket hingga akses masuk stasiun yang kini menjadi lebih seamless,” ujar Djoko dalam podcast bertajuk “Menilik Transformasi Pelayanan Kereta Api di Indonesia. Sudah Setara Global!”.
Kepercayaan itu juga terlihat ketika terjadi penyesuaian tarif. Menurut Djoko, penyesuaian tarif, khususnya saat harga naik karena faktor tertentu, pelanggan tetap menerima hal itu karena menilai kualitas layanan yang diberikan sepadan dengan harga yang ditawarkan.
Komitmen KAI terhadap pelanggan juga tercermin melalui kebijakan pengembalian dana penuh saat perjalanan dibatalkan maupun langkah-langkah lain yang mengutamakan kepentingan penumpang.
“Konsistensi tersebut membuat hubungan KAI dengan pelanggan semakin erat. KAI tidak lagi dipandang sekadar sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi telah berkembang menjadi lifestyle brand,” ucapnya.
Pandangan itu diperkuat Taufik Effendi, Travel Content Creator yang telah menjajal layanan kereta api di 24 negara. Menurutnya, salah satu kekuatan terbesar KAI adalah kemampuannya mendengarkan pelanggan.
“Saya pernah mengulas layanan kelas luxury dan menyampaikan kritik terhadap menu makanan. KAI kemudian langsung menghubungi saya untuk meminta masukan lebih lanjut sebagai bahan evaluasi,” kata Taufik dalam podcast bertajuk “Kenapa Video Naik Kereta Bisa Ditonton Jutaan Orang? Rahasia Storytelling Travel Content”.
Di sisi lain, kepercayaan itu juga dibangun melalui pengalaman perjalanan yang konsisten. Berdasarkan pengalamannya menggunakan kereta di berbagai negara, Taufik menilai KAI unggul dalam aspek ketepatan waktu, keamanan, serta keramahan petugas. Sistem boarding dan pengawasan di stasiun juga membuat penumpang merasa lebih aman.
“Kualitas layanan tersebut pada akhirnya melahirkan keterikatan emosional antara pelanggan dan KAI. Jadi jangan heran, tak sedikit pengguna tetap memberikan dukungan ketika terjadi gangguan operasional karena mereka percaya perusahaan telah berupaya memberikan layanan terbaik dan terus melakukan perbaikan,” ucapnya.
Artinya, hal itu menunjukkan bahwa loyalitas pelanggan tidak dibangun dalam semalam. Kepercayaan lahir dari konsistensi menghadirkan layanan yang mudah, responsif, aman dan nyaman. Transformasi itulah yang menjadi fondasi yang membuat KAI tidak hanya memiliki pelanggan, tetapi juga memperoleh kepercayaan dan loyalitas yang terus tumbuh.
(jon)