Pemerintah Gelontorkan Rp 4,2 Triliun untuk Program Magang Nasional Angkatan II
Yassierli mengatakan peningkatan kuota menjadi 150.000 peserta merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia
(Kompas.com) 29/06/26 15:31 262644
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4,2 triliun untuk penyelenggaraan Program Magang Nasional Angkatan II Tahun 2026. Hal ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Melalui program prioritas Presiden tersebut, kuota peserta ditingkatkan menjadi 150.000 orang, naik dari 100.000 peserta pada tahun sebelumnya, guna memperluas kesempatan lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja sekaligus mempercepat transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja.
Yassierli mengatakan peningkatan kuota menjadi 150.000 peserta merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia sekaligus menjawab tingginya minat lulusan perguruan tinggi terhadap program magang.
"Tahun ini Presiden memutuskan untuk menambah kuota Program Magang menjadi 150.000 peserta, meningkat dari sebelumnya 100.000 peserta. Ini tentu menjadi kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi,” ujar dia.
“Dengan dukungan anggaran sekitar Rp 4,2 triliun, ini menjadi amanah bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan program magang," tambah Yassierli.
Yassierli mengatakan, saat ini Kemnaker telah membuka pendaftaran bagi perusahaan, kementerian, dan lembaga yang ingin menjadi penyelenggara program melalui platform Magang Hub di ekosistem SIAPKerja.
Selama masa pendaftaran, para penyelenggara dapat mengusulkan berbagai posisi magang yang nantinya akan diverifikasi oleh Kemnaker.
"Kami memberikan kesempatan kepada perusahaan, kementerian, dan lembaga untuk mendaftarkan diri sebagai penyelenggara serta mengunggah lowongan magang,” ujar dia.
“Seluruh lowongan akan kami verifikasi agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan lulusan perguruan tinggi. Selain itu, jumlah peserta magang dibatasi maksimal 20 persen dari total karyawan agar proses pembelajaran di perusahaan tetap optimal," tambahnya.
Yassierli menambahkan, proses pendaftaran penyelenggara dan verifikasi akan berlangsung hingga 15 Juli 2026 hingga 28 Juli 2026.
"Yang paling ditunggu tentu adalah pendaftaran peserta. Pendaftaran dibuka mulai 15 hingga 28 Juli 2026. Setelah itu pelaksanaan dilakukan dalam tiga batch, masing-masing sebanyak 50.000 peserta hingga total mencapai 150.000 orang," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Program Magang Nasional merupakan jembatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia kerja.
Selama mengikuti magang selama enam bulan, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mendapatkan penghasilan yang disesuaikan dengan upah minimum di daerah tempat mereka bekerja.
"Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, untuk langsung bekerja melalui skema magang selama enam bulan. Selama mengikuti program, peserta memperoleh penghasilan sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 6 juta per bulan, tergantung lokasi penempatan, sekaligus mendapatkan pendampingan langsung dari mentor di perusahaan," ujar Teddy.
Ia mengungkapkan, keberhasilan penyelenggaraan program pada tahun lalu menjadi alasan pemerintah meningkatkan kuota peserta pada 2026. Dari sekitar 100.000 peserta magang tahun sebelumnya, sebanyak 30 persen langsung memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan masa magang.
"Dari sekitar 100.000 peserta magang tahun lalu, sekitar 30 persen langsung diterima bekerja setelah menyelesaikan program selama enam bulan. Artinya, program ini menjadi jembatan nyata bagi lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia kerja sekaligus memperoleh penghasilan," kata Teddy.
Selain diperuntukkan bagi lulusan perguruan tinggi, Teddy menambahkan program tersebut juga membuka kesempatan bagi kelompok profesi tertentu dan penyandang disabilitas untuk mengikuti program magang sesuai ketentuan yang berlaku.
"Harapannya program ini terus berkembang. Tahun lalu kuotanya 100.000 peserta, tahun ini meningkat menjadi 150.000 peserta sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para lulusan perguruan tinggi dan kelompok masyarakat lainnya yang menjadi sasaran program," tegas Teddy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#magang-nasional-2026 #magang-nasional-2026-kapan-dibuka #anggaran-magang-nasional-2026 #jadwal-magang-nasional-2026