IHSG Diprediksi Sideways, Investor Ritel Bisa Cermati Saham BULL, INCO, Hingga ITMG
IHSG diperkirakan bergerak terbatas atau sideways pada perdagangan Senin (29/6/2026).
(Kompas.com) 29/06/26 06:35 262249
JAKARTA, KOMPAS.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas atau sideways pada perdagangan Senin (29/6/2026), setelah indeks terkoreksi 1,72 persen pada perdagangan Jumat pekan kemarin.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi IHSG bergerak pada rentang support 5.809 dan resistance di area 5.906.
“Untuk Senin kami perkirakan pergerakan IHSG akan cenderung terbatas dengan support berada di 5.809 dan resistance berada di 5.906,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Minggu malam (28/6/2026).
Dari sentimen, investor masih mencermati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Lalu, arus dana asing (fund flow) di pasar saham yang dinilai menjadi faktor penentu arah pergerakan indeks.
Selain itu, pelaku pasar masih bersikap wait and see menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, termasuk data Non-Farm Payrolls (NFP), yang berpotensi mempengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Di dalam negeri, fokus investor tertuju pada rencana efisiensi anggaran pemerintah, khusus program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Dengan sentimen yang dapat kami perkirakan, pertama investor masih akan mencermati pergerakan nilai tukar Rupiah dan arus pergerakan dana di pasar saham. Kedua, investor masih akan wait and see akan data tenaga kerja dan NFP AS. Tiga investor juga akan mencermati rencana efisiensi anggaran pemerintah,” paparnya.
Herditya merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor ritel untuk perdagangan awal pekan, diantaranya;
Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dengan target harga di kisaran Rp 364-Rp 378, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dengan rentang harga Rp 3.170-Rp 3.410, serta PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) di kisaran Rp 1.725-Rp 1.755.
Lebih jauh, pada perdagangan pekan depan sejumlah analis juga merekomendasikan beberapa saham yang kaitannya dengan penguatan dollar AS atau pelemahan kurs rupiah beberapa hari terakhir ini.
Emiten seperti PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), hingga PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) berpotensi mencatatkan kinerja yang lebih solid. Hal ini karena mayoritas pendapatan perusahaan berbasis dollar AS, sementara sebagian besar beban operasionalnya masih menggunakan rupiah.
1.PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 11.200
Equity Research Analyst KB Valbury Sekuritas, Adolf R.B. Setiadi
2. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 6.300
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie
3. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 3.500
Equity Analyst OCBC Sekuritas, Devi Harjoto
4. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 34.200
Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Ryan Santoso
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang