Masih Banyak UMKM Belum Pakai QRIS, DANA Dorong Digitalisasi
DANA dorong UMKM, terutama wanita & disabilitas, masuk ekosistem digital lewat SisBerdaya & DisBerdaya 2026. Program ini tingkatkan pendapatan hingga 113% dan adopsi QRIS.
(Kompas.com) 26/06/26 18:51 261053
JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan teknologi keuangan berbasis dompet digital DANA berupaya untuk mendorong pelaku UMKM masuk ke dalam ekosistem digital melalui program SisBerdaya dan DisBerdaya 2026.
Director of Communication Olavina Harahap mengatakan, salah satu masalah yang dihadapi UMKM pada saat ini adalah minimnya penggunaan teknologi dalam menjalankan bisnisnya.
“Belum menggunakan teknologi secara optimal, digitalisasi secara optimal,” kata dia ketika ditemui dalam Offline Mentoring WorkshopSisBerdaya dan DisBerdaya 2026, Jumat (26/6/2026).
Kompas.com/Inten Esti Pratiwi Slamet, penjual pentol di sekitar Candi Borobudur yang sudah menerapkan pembayaran pakai QRIS.Ia menambahkan, bahkan belum semua UMKM yang masuk dalam 35 peserta terpilih program SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 memiliki layanan pembayaran Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).
Penggunaan QRIS dinilai menjadi salah satu bagian dari digitalisasi keuangan yang penting dimiliki oleh pelaku UMKM.
“Kalau mereka tidak punya layanan keuangan digital, bagaimana yang mau beli. Kan hari gini agak susah transfer, ribet. Semua sudah senangnya pakai QRIS,” ungkap dia.
Selain itu, peserta UMKM yang semua dijalankan oleh wanita tersebut juga didorong untuk lebih memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk promosi yang meningkatkan cakupan produk yang dijual.
“Jadi kami hadir untuk bisa bantu mereka ke digital,” imbuh dia.
Dari sisi pengelolaan keuangan, masih banyak UMKM yang belum melakukan administrasi secara optimal.
“Makanya, kami dalam salah satu modul, salah satu kurikulumnya adalah bagaimana mengatur keuangan secara digital untuk UMKM,” ucap dia.
SHUTTERSTOCK/ODUA IMAGES Ilustrasi UMKM kuliner.Tak hanya itu, Ola bilang, pihaknya juga mendorong UMKM untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) demi mendukung keberlanjutan berusaha.
Perlu ada upaya lebih dan kemampuan untuk sebuah usaha dapat memiliki NIB.
UMKM juga menghadapi kompetisi di tengah banyaknya pelaku usaha yang ada di Indonesia.
Ke depan, Ola berharap UMKM peserta SisBerdaya dan DisBerdaya dapat tersambung ke akses permodalan melalui fitur DANA Bisnis yang ada di aplikasi.
“Pengennya memang begitu, tujuannya begitu, tapi kami pelan-pelan lah,” tutup dia.
Sedikit catatan, peserta program ini berasal dari berbagai wilayah termasuk peserta dari luar Pulau Jawa.
Hal ini selaras dengan 40 persen pengguna DANA saat ini yang berada di kota tier 2 dan 3.
Salah satu peserta SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 dari Medan bernama Ike Purba mengatakan, program pendampingan ini sangat berguna untuk usaha yang masih baru.
Ike sendiri baru 6 bulan menjalankan bisnis minyak rempah dengan jenama Minyak Kempu Karo.
“Jadi kita butuh pembinaan supaya berkembang, bisa belajar,” ucap dia.
Sebagai informasi, SisBerdaya diinisiasi oleh DANA Indonesia bersama Ant International Foundation sejak 2023.
Program ini berfokus pada pemberdayaan UMKM perempuan melalui pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas bisnis berbasis teknologi.
Pada 2024, program diperluas melalui, DisBerdaya untuk mendukung UMKM perempuan penyandang disabilitas.
Setelah melalui tahap seleksi dan mentoring, 35 finalis SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 akan mendapatkan bantuan uang tunai dengan total ratusan juta rupiah untuk mengembangkan usahanya dan memanfaatkan teknologi.
Dampak yang dihasilkan sepanjang pelaksanaan program ini adalah peserta mencatat rata-rata peningkatan pendapatan sebesar 113 persen dan pertumbuhan produksi sebesar 126 persen dalam enam bulan setelah mengikuti program.
Pada 2026, lebih dari 6.800 peserta berpartisipasi di SisBerdaya dengan kategori usaha terbesar yakni F&B (52 persen), fashion & aksesori (23,3 persen), kerajinan tangan (8,8 persen), jasa, kecantikan dan perawatan diri (3,3 persen).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang