Libur Sekolah, Danamon Ajak Generasi Muda Mengenal Industri Keuangan dan Perbankan
OJK menyebut ada ketimpangan tajam (gap) pada kelompok usia muda (18–25 tahun).
(Kompas.com) 25/06/26 16:32 259752
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Danamon Indonesia Tbk memanfaatkan momentum libur sekolah untuk memperkenalkan industri perbankan kepada generasi muda melalui program DIVE (Danamon Immersive Visit & Exploration) – Chapter Youth.
Program ini adalah upaya perusahaan dalam meningkatkan literasi keuangan, memperluas wawasan karier, serta menyiapkan generasi muda agar lebih memahami dinamika dunia kerja sejak usia sekolah.
Program yang merupakan bagian dari inisiatif DAYATARA (Danamon Berdaya Mengusung Kesetaraan) tersebut digelar pada 22–23 Juni 2026 di Menara Bank Danamon, Jakarta.
Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anak-anak karyawan Danamon berusia 13–18 tahun, untuk mengenal lebih dekat dunia perbankan melalui berbagai aktivitas edukatif dan interaktif.
Melalui pendekatan experiential learning, peserta diajak mengeksplorasi berbagai produk, layanan, dan aplikasi digital yang dimiliki Danamon. Mereka juga memperoleh pemahaman mengenai visi, misi, nilai perusahaan, hingga fungsi kerja berbagai divisi di lingkungan perbankan.
Program ini turut menghadirkan office tour berbasis mission-based exploration yang dilengkapi dengan “Junior Banking Passport”. Selain itu, peserta mengikuti sesi Career in Danamon dan AI for Daily Life and Future Career untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi serta peluang karier di masa depan.
Chief Human Capital and Operations Officer Danamon, Evi Damayanti, mengatakan bahwa program tersebut dirancang untuk memperkuat hubungan antara perusahaan, karyawan, dan keluarga sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi generasi muda.
“Di Danamon, kami percaya bahwa dukungan terhadap keseimbangan antara kehidupan kerja dan keluarga merupakan salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat," kata Evi dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
"Melalui program DIVE – Chapter Youth, kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya memperkenalkan dunia perbankan kepada generasi muda, tetapi juga membangun keterlibatan yang lebih erat antara perusahaan, karyawan, dan keluarga,” lanjut Evi.
Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat membantu peserta memahami dunia kerja, khususnya sektor perbankan, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam merencanakan karier mereka di masa depan.
“Kami berharap, melalui pengalaman belajar yang interaktif dan sejak dini ini, para peserta dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai dunia kerja khususnya di bidang perbankan, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kesiapan mereka dalam merencanakan karier di masa depan,” kata Evi.
Selain memperkenalkan industri perbankan, Danamon juga menempatkan literasi keuangan sebagai salah satu fokus utama program. Peserta dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak sejak dini melalui berbagai aktivitas kolaboratif dan permainan edukatif.
"Kami juga ingin turut serta dalam pengembangan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini diharapkan menumbuhkan kesadaran karier sejak dini di sektor jasa keuangan," tegas dia.
Sebagai informasi, data OJK mencatat anak muda Indonesia saat ini memiliki tingkat inklusi keuangan yang sangat tinggi, namun tidak diimbangi dengan pemahaman risiko (literasi) yang memadai.
OJK menyebut ada ketimpangan tajam (gap) pada kelompok usia muda (18–25 tahun). Indeks inklusi keuangan mereka melesat hingga 89,96 persen, tetapi indeks literasi keuangan baru menyentuh 73,2 persen.
Kesenjangan sebesar 16,74 persen ini memicu fenomena "partisipasi yang rentan", di mana anak muda sangat cepat mengadopsi produk finansial digital tanpa memahami konsekuensi jangka panjangnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang