Gubernur Jateng: IJD mampu menumbuhkan ekonomi desa sampai kota
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkapkan bantuan Inpres Jalan Daerah (IJD) di Jateng yang diprioritaskan untuk konektivitas jalur ekonomi dan ...
(Antara) 23/06/26 17:15 257614
Pati (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkapkan bantuan Inpres Jalan Daerah (IJD) di Jateng yang diprioritaskan untuk konektivitas jalur ekonomi dan penghubung ke destinasi wisata, telah mampu menumbuhkan ekonomi desa sampai kota.
"Dengan adanya Inpres Jalan Daerah akan membantu kabupaten/kota maupun provinsi, sebagaimana instruksi Presiden untuk menumbuhkan ekonomi baru dari pedesaan sampai kota," ujarnya saat menghadiri peresmian bantuan IJD secara daring dari Pendopo Kabupaten Pati, Selasa.
Peresmian bantuan Inpres Jalan Daerah (IJD) dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring di Sampang, Jawa Timur.
Berdasarkan data, bantuan IJD TA 2025 di Jawa Tengah terdapat 30 paket pekerjaan penanganan jalan daerah. Totalnya sepanjang 132,62 kilometer dengan anggaran sebesar Rp493,284 miliar.
Puluhan paket tersebut tersebar di 19 kabupaten/kota. Kabupaten Blora menjadi daerah di Jawa Tengah dengan alokasi penanganan IJD terbesar, yaitu 20,81 kilometer dengan total anggaran Rp93,21 miliar.
Ia mengungkapkan bantuan IJD tersebut sangat membantu sekali dalam pembangunan jalan di provinsi ini.
Melihat dampak dari penanganan jalan melalui IJD tersebut, maka pada 2026 Provinsi Jateng sudah mengusulkan penanganan jalan sepanjang 36,30 kilometer dan penanganan jembatan sepanjang 249,70 meter. Apabila disetujui, pelaksanaan konstruksi direncanakan pada tahun anggaran 2027.
"Besok kami tambah lagi. Tahun 2027 (roadmap pembangunan) kita adalah pariwisata, prioritaskan jalan menuju kawasan wisata, desa wisata, dan potensi ekonomi baru," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga sudah menginstruksikan kepada Dinas PUPR untuk terus memantau dan mereview terkait kondisi kemantapan jalan.
"Tahun 2026 ini kondisi kemantapan jalan provinsi di Jawa Tengah harus kembali pada 94 persen. Sebab, di awal tahun sempat mengalami penurunan karena hujan yang berkepanjangan," katanya.
Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan untuk tahun anggaran 2025 lalu Blora memang mendapat bantuan IJD senilai Rp93 miliar. Berkat bantuan itu, jalan-jalan di perbatasan dan antarkecamatan semakin baik.
Manfaat lain adalah dampak ekonomi di daerah yang mendapatkan IJD. Daerah yang dulu terisolir sekarang sudah terbuka. Di sisi lain adalah naiknya nilai jual objek pajak sehingga pendapatan asli daerah juga naik.
"Ke depan sudah diminta lagi mengusulkan untuk daerah-daerah yang memang basis ketahanan pangan dan pariwisata kita usulkan agar dapat IJD lagi," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengatakan Inpres Jalan Daerah tahun anggaran 2025 menangani sepanjang 1.151 kilometer jalan di 37 provinsi se-Indonesia.
Jalan-jalan tersebut sangat berguna untuk distribusi hasil panen petani, hasil kebun, hasil perikanan, dan berbagai produk lainnya dari desa menuju pasar, pusat distribusi, dan kawasan industri. Sebaliknya, barang dari berbagai daerah juga menuju ke desa-desa.
"Tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses terbatas. Biaya distribusi juga akan lebih murah kalau ada konektivitas antara pusat produksi dan tempat-tempat pemukiman," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026