Saham Big Caps Potensi Jadi Motor Penggerak Laju IHSG

Saham Big Caps Potensi Jadi Motor Penggerak Laju IHSG

Saham big caps berpotensi memulihkan IHSG di semester II/2026, didorong oleh bargain hunting investor domestik dan stabilitas makro ekonomi.

(Bisnis.Com) 23/06/26 15:13 257398

Bisnis.com, JAKARTA — Momentum pemulihan saham-saham berkapitalisasi pasar jumbo (big caps) membuka peluang bagi kelompok saham unggulan untuk kembali menjadi motor penggerak IHSG pada semester II/2026.

Selama perdagangan 15 – 19 Juni 2026, indeks LQ45 tercatat menguat 2% menuju level 609,40. Kenaikan ini sejalan dengan pemulihan IHSG yang juga membukukan pertumbuhan sebesar 2,82% sepanjang pekan lalu.

Adapun kenaikan itu terjadi setelah saham-saham blue chip menjadi kelompok yang paling tertekan di tengah sentimen negatif terkait MSCI, arus keluar dana asing, dan pelemahan pasar secara umum. Saat tekanan mulai mereda, saham-saham tersebut lantas muncul sebagai motor pemulihan indeks komposit.

Equity Research Analyst Simpan Asset Management Genandy Amiharja menjelaskan bahwa karena IHSG menggunakan metode bobot kapitalisasi pasar, kejatuhan saham-saham blue chip berimbas dalam ke indeks.

Kejatuhan saham bank jumbo, TLKM, dan ASII akibat tekanan MSCI serta aksi jual asing sebelumnya berdampak sangat signifikan terhadap penurunan performa indeks komposit secara keseluruhan.

Namun, Genandy memandang bahwa koreksi tajam yang sempat terjadi belakangan ini mulai memicu aksi perburuan saham murah oleh investor domestik yang menjadi motor utama penguatan indeks.

“Kami juga melihat dari arus lokal yang mulai menciptakan bargain hunting yang muncul dikarenakan penurunan yang cukup dalam ini,” ucapnya saat dihubungi Bisnis pada Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, untuk mendapatkan pemulihan yang berkelanjutan, pasar saham masih membutuhkan konfirmasi dari kembalinya dana asing, realisasi kinerja emiten di semester kedua dan stabilitas makro domestik.

Di sisi lain, sentimen negatif terkait tinjauan MSCI sebenarnya sudah cukup diantisipasi pelaku pasar mengingat besarnya volume arus modal keluar asing.

Apalagi, penilaian MSCI terhadap aksesibilitas pasar Indonesia sejauh ini masih terhitung cukup baik jika dibandingkan negara-negara peers di regional.

Genandy menyatakan investor asing diproyeksikan akan kembali masuk secara konsisten apabila nilai tukar rupiah mulai bergerak stabil, tingkat imbal hasil riil menarik, serta arah kebijakan ekonomi kian jelas.

“Jika hal tersebut dilakukan, peluang untuk asing kembali lagi berinvestasi akan dimulai melalui saham-saham blue chip yang saat ini secara valuasi sedang murah secara historikal,” ucapnya.

Dia menambahkan keunggulan utama saham big caps terletak pada likuiditasnya yang memadai untuk menampung aliran dana besar dari investor global secara fleksibel di pasar.

Selain itu, ketika investor asing memutuskan untuk kembali ke pasar domestik, aliran dana biasanya akan mengalir terlebih dahulu ke saham-saham likuid utama yang sebelumnya mereka lepas.

Situasi tersebut membuat potensi kenaikan harga yang didorong oleh aliran dana terbesar berada di barisan saham-saham berkapitalisasi pasar besar.

“Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk melakukan akumulasi portofolio saham, melihat posisi tingkat valuasi yang sudah terdiskon dalam,” ucapnya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#big-caps #saham-unggulan #motor-ihsg #pemulihan-ihsg #indeks-lq45 #saham-blue-chip #tekanan-msci #dana-asing #bargain-hunting #investor-domestik #stabilitas-makro #investor-asing #nilai-tukar-rupiah #n-a

https://market.bisnis.com/read/20260623/189/1982714/saham-big-caps-potensi-jadi-motor-penggerak-laju-ihsg