Ekspor perdana 47.250 ton pupuk Indonesia tiba di Australia

Ekspor perdana 47.250 ton pupuk Indonesia tiba di Australia

Ekspor pupuk urea PT Pupuk Indonesia sebanyak 47.250 ton yang merupakan pengiriman perdana di bawah skema antarpemerintah (Government to Government/G to G) ...

(Antara) 22/06/26 13:41 256170

Brisbane (ANTARA) - Ekspor pupuk urea PT Pupuk Indonesia sebanyak 47.250 ton yang merupakan pengiriman perdana di bawah skema antarpemerintah (Government to Government/G to G) antara Indonesia dan Australia tiba di Pelabuhan Brisbane, Australia, Senin.

Pengiriman itu merupakan bagian perdana dari kesepakatan ekspor sebanyak 250 ribu ton antara Pemerintah Indonesia dan Australia. Puluhan ribu ton bahan baku sektor pertanian tersebut dibawa oleh Kapal Madi Luna dari Bontang, Kalimantan Timur, pada Mei 2026.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi di Pelabuhan Brisbane, Australia, menjelaskan ekspor pupuk tersebut untuk memperkuat ketahanan pangan serta stabilitas rantai pasok pupuk di kawasan Indo-Pasifik.

"Australia dari waktu ke waktu selalu jadi pasar utamanya pupuk urea Indonesia. Tapi pengiriman ini spesial, karena diatur melalui skema G to G dan melalui kontrak jangka panjang," katanya.

Rahmad mengatakan pada pengiriman perdana tersebut, volume ekspor mencapai 47.250 ton. Pengiriman selanjutnya akan dilakukan bertahap hingga Desember 2026 dengan total volume sebesar 250.000 ton.

Menurut dia, ekspor pupuk itu akan memperkuat posisi Indonesia sebagai stabilisator pasokan pupuk di regional dan mendukung langkah pemerintah Indonesia untuk memperkuat diplomasi pangan.

"Pentingnya Indonesia dan Australia saling kerja sama, karena kedua negara saling membutuhkan," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono mengatakan kerja sama Indonesia dan Australia semakin erat, terutama setelah berlakunya Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Menurut Siswo, nilai perdagangan kedua negara meningkat signifikan dalam lima tahun yakni terakhir dari sekitar 14 miliar dolar Australia menjadi 32 miliar dolar Australia.

Dengan kerja sama pasokan pupuk tersebut, kata Siswo, hubungan Indonesia dan Australia dalam mendukung ketahanan pangan masing-masing negara akan semakin erat.

Menurut Siswo, hubungan perdagangan kedua negara bersifat saling menguntungkan karena Indonesia juga mengimpor berbagai komoditas pertanian dari Australia, termasuk kapas dan gandum yang menjadi bahan baku penting bagi industri nasional.

"Indonesia yang kuat menguntungkan Australia dan Australia yang kuat menguntungkan Indonesia," kata Siswo.

Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono dalam penyambutan ketibaan ekspor pupuk urea perdana dalam skema "government to government" dari PT Pupuk Indonesia ke Australia sebanyak 47.250 ton di Pelabuhan Brisbane, Australia, Senin (22/6/2026). (ANTARA/Indra Arief Pribadi)

Sementara itu, Asisten Sekretaris Pertama Departemen Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia Amanda Calmers mengatakan pasokan pupuk dari Indonesia memberikan kepastian bagi petani Australia sekaligus mendukung ketahanan pangan di kawasan.

"Pupuk ini memberikan kepastian dan keyakinan yang dibutuhkan para petani kami, tetapi juga memberikan ketahanan pangan bagi Australia dan kawasan yang kita miliki bersama," ujar dia.

Menurut mitra operator Pupuk Indonesia di Australia Incitec Pivot Fertilisers, pasokan pupuk tersebut akan digunakan untuk mendukung produksi kapas, gandum, buah-buahan, dan sayuran di Queensland dan wilayah utara New South Wales sebelum sebagian lainnya dikirim ke Geelong.

"Hasil pertanian yang ditanam Australia nantinya akan kembali menemukan jalannya ke Indonesia, dan hubungan antara Pupuk Indonesia, Incitec Pivot, serta pemerintah Indonesia dan Australia merupakan hubungan yang sangat penting ketika kita berupaya memastikan ketahanan pangan dan ketersediaan pupuk bagi petani Australia," ujar Chief Operating Officer Incitec Pivot Fertilisers Scott Bowman.

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

#ekspor-pupuk #pupuk-indonesia #australia #ketahanan-pangan #pasokan-pangan

https://www.antaranews.com/berita/5617649/ekspor-perdana-47250-ton-pupuk-indonesia-tiba-di-australia