Indeks Keyakinan Konsumen Jatim Tembus 122,6 pada Mei 2026, Lampaui Catatan Nasional

Indeks Keyakinan Konsumen Jatim Tembus 122,6 pada Mei 2026, Lampaui Catatan Nasional

BI mencatat Indeks Keyakinan Konsumen Jawa Timur pada Mei 2026 sebesar 122,6, lebih tinggi dari nasional. Optimisme ditopang pendapatan, lapangan kerja, dan konsumsi.

(Bisnis.Com) 18/06/26 13:30 253252

Bisnis.com, SURABAYA — Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Provinsi Jawa Timur sebesar 122,6. Indeks ini tercatat melampaui kuantitas 100 yang mengindikasikan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jawa Timur tetap kuat.

Direktur Eksekutif Kantor Perwakilan BI Provinsi Jatim Ibrahim menyebut catatan tersebut juga melampaui capaian IKK nasional yang juga berada pada zona optimis sebesar 120,9. Pihaknya meyakini bahwa kepercayaan diri masyarakat terhadap keadaan ekonomi dewasa ini serta beberapa bulan ke depan masih tetap terjaga meski pada bulan sebelumnya mengalami koreksi.

Menurutnya, keyakinan konsumen di Jawa Timur yang tetap kuat didukung oleh persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini serta ekspektasi terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang.

"Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) pada Mei 2026 tercatat sebesar 116,2 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tercatat pada level 129,0. Indikator tersebut masih berada pada zona optimistis meski lebih rendah dari level pada bulan sebelumnya, masing-masing sebesar 120,9 dan 131,5," beber Ibrahim, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi tersebut ditopang oleh tiga faktor sentral. Di antaranya Indeks Penghasilan Saat Ini, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja, dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama.

"Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi tercermin lewat berbagai faktor tersebut mengindikasikan tingkat pendapatan yang baik, peluang kerja yang tetap tersedia, serta aktivitas konsumsi barang tahan lama yang tetap terjaga," paparnya.

Lalu, kondisi IKE pada Mei 2026 ditopang oleh optimisme pada seluruh komponen penyusunnya yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja, dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama.

Ibrahim menyebut beragam komponen penyusun tersebut mengindikasikan bahwa tingkat pendapatan yang baik, peluang kerja yang tetap tersedia, serta aktivitas konsumsi barang tahan lama yang tetap terjaga.

Sementara itu, level IEK yang tetap terjaga didukung oleh tetap kokohnya ketiga komponen penyusunnya, yakni Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha, Indeks Ekspektasi Penghasilan, dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja yang solid.

"Beragam komponen penyusun yang solid itu kemudian mencerminkan bahwa prospek aktivitas usaha, peningkatan pendapatan, dan peluang kerja ke depan masih diprakirakan tetap baik," ucapnya.

Meski begitu, Ibrahim mengingatkan bahwa dinamika ekonomi global yang tidak menentu, khususnya eskalasi konflik yang berkecamuk di kawasan Jazirah Arab tetap perlu diperhatikan. Sebabnya, hal tersebut dapat memengaruhi tingkat kepercayaan diri dari konsumen.

"Namun, dinamika ekonomi global, khususnya eskalasi konflik di Timur Tengah, tetap perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi optimisme konsumen," tegasnya.

Secara spasial, Ibrahim menyebut seluruh kota/kabupaten pantauan di Provinsi Jawa Timur, yakni Surabaya, Malang, Kediri, dan Jember, mencatatkan keyakinan konsumen yang juga tetap kuat seiring dengan level IKE dan IEK.

Dari sisi pengelolaan keuangan, pendapatan masyarakat Jawa Timur pada Mei 2026 mayoritas masih dipergunakan untuk konsumsi dengan porsi mencapai 70,1%. Lalu, alokasi untuk pembayaran cicilan tercatat sebesar 11,7% dan porsi tabungan sebesar 18,1%.

Hasil survei tersebut menunjukkan daya beli dan optimisme masyarakat Jatim terhadap kondisi ekonomi masih tergolong kuat di tengah berbagai eskalasi kondisi ekonomi global yang semakin dinamis.

#indeks-keyakinan-konsumen #survei-konsumen-bi #ekonomi-jawa-timur #indeks-kondisi-ekonomi #optimisme-konsumen #indeks-ekspektasi-konsumen #pendapatan-masyarakat-jatim #peluang-kerja-jatim #konsumsi-ba

https://surabaya.bisnis.com/read/20260618/532/1981596/indeks-keyakinan-konsumen-jatim-tembus-1226-pada-mei-2026-lampaui-catatan-nasional