Slank Tetap Percaya Rilisan Fisik Musik Masih Dicari & Dikoleksi
Slank merilis album ke-26, Republik Fufufafa, dalam format fisik dan digital. Meski streaming mendominasi, rilisan fisik tetap diminati kolektor dan generasi muda.
(Bisnis.Com) 05/06/26 20:39 241618
Bisnis.com, JAKARTA - Slank kembali menambah deretan karya mereka dengan merilis album studio ke-26 bertajuk Republik Fufufafa. Album tersebut diperkenalkan secara resmi dalam acara peluncuran yang berlangsung di Markas Slank, Jalan Potlot 14, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (5/6).
Album yang berisi 10 lagu tersebut tidak hanya tersedia di berbagai platform musik digital. Slank juga menghadirkannya dalam format fisik untuk para kolektor dan penggemar, mulai dari CD, kaset, hingga piringan hitam (vinyl).
Meski layanan streaming kini mendominasi cara masyarakat menikmati musik, Slank meyakini bahwa rilisan fisik masih memiliki tempat di hati para penggemar. Karena itu, mereka tetap menghadirkan album Republik Fufufafa dalam berbagai format fisik sebagai alternatif bagi pendengar yang ingin mendengarkan musik secara konvensional
Untuk menambah nilai koleksi, Slank memberikan sentuhan berbeda pada setiap format rilisan fisik. CD, kaset, dan vinyl masing-masing hadir dengan desain sampul yang tidak sama, sehingga setiap versi memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri bagi para penggemar maupun kolektor.
"Rilisan fisik itu sekarang jadi collectible item," kata Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
Menurut Bimbin, peminat rilisan fisik saat ini juga tidak hanya datang dari generasi yang tumbuh bersama kaset dan CD. Menurutnya, belakangan semakin banyak anak muda dari kalangan Generasi Z hingga Generasi Alpha yang mulai tertarik menelusuri skena musik era sebelumnya, termasuk berburu kaset dan CD dari musisi favorit mereka.
Dia juga menilai keberadaan rilisan fisik tetap penting karena menjadi simbol eksistensi sebuah karya sekaligus dapat dijadikan koleksi atau kenang-kenangan bagi penggemar. Di sisi lain, rilisan fisik kerap memiliki nilai tambah sebagai barang koleksi karena harganya cenderung meningkat seiring waktu.
Selain memiliki nilai sentimental, Bimbim juga menyoroti potensi nilai koleksi dari rilisan fisik. Menurutnya, harga kaset dan CD lawas terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Dia mencontohkan, kaset yang dulu dibeli dengan harga sekitar Rp6.000 kini bisa memiliki nilai jual hingga ratusan ribu rupiah, bahkan mencapai sekitar Rp100.000 atau lebih.
"Jadi ini kebalikan ya. Kalau rupiah ke dolar turun, kalau kaset Slank enggak," imbuhnya.
Untuk album Republik Fufufafa, Bimbim mengatakan jumlah rilisan fisik yang diproduksi akan dibuat terbatas. Menurutnya, jumlah cetakannya kemungkinan hanya mencapai ratusan keping dan belum sampai menyentuh angka ribuan.
#slank-album-baru #rilisan-fisik-musik #album-republik-fufufafa #koleksi-kaset-slank #vinyl-slank #generasi-z-musik #koleksi-musik-fisik #kaset-dan-cd #nilai-koleksi-musik #harga-kaset-slank #musik-kon