AIA Financial Ungkap Faktor Pendorong Laba Industri Asuransi Jiwa Tembus Rp7,85 Triliun

AIA Financial Ungkap Faktor Pendorong Laba Industri Asuransi Jiwa Tembus Rp7,85 Triliun

Laba asuransi jiwa naik Rp7,85 triliun pada Maret 2026 didorong oleh investasi, pertumbuhan premi, kesadaran proteksi, dan manajemen risiko yang kuat.

(Bisnis.Com) 05/06/26 13:51 241041

Bisnis.com, JAKARTA — PT AIA Financial berpendapat setidaknya ada empat faktor pendorong yang membuat laba industri asuransi jiwa meningkat menjadi Rp7,85 triliun pada Maret 2026.

Direktur Hukum dan Kepatuhan AIA, Rista Qatrini Manurung mengatakan faktor itu mencakup perbaikan hasil investasi yang dipengaruhi oleh strategi investasi yang lebih hati-hati dan terdiversifikasi.

“Kemudian, pertumbuhan premi pada kanal distribusi utama, khususnya bancassurance yang menjadi kontributor besar premi industri,” ucapnya kepada Bisnis, dikutip pada Jumat (5/6/2026).

Selanjutnya, faktor ketiga adalah adanya kesadaran masyarakat untuk memiliki proteksi meningkat. Faktor keempat adalah adanya penguatan manajemen risiko dan tata kelola.

Untuk terus menjaga pertumbuhan laba, AIA terus memperkuat fokus pada proteksi jiwa dan kesehatan. Pendekatan ini dilakukan dengan menghadirkan solusi yang relevan, komprehensif, dan memberikan nilai tambah bagi konsumen.

Dilanjutkan Rista, cara kedua adalah AIA memperkuat jalur distribusi, baik melalui kanal keagenan maupun bancassurance. Pihaknya pun terus meningkatkan kualitas tenaga pemasar agar dapat memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

“Kami juga terus memperkuat manajemen risiko dan tata kelola perusahaan [GCG], termasuk dalam pengelolaan klaim, agar tetap prudent, transparan, dan berkelanjutan. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas kinerja keuangan sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen,” tegasnya.

Sebab demikian, Rista menekankan AIA optimis prospek bisnis industri asuransi jiwa hingga akhir 2026 akan terus tumbuh positif. Hal ini didukung oleh kinerja yang solid sepanjang 2025.

“Dengan fondasi tersebut serta didukung penguatan investasi, transformasi produk terutama di asuransi kesehatan dan peningkatan inklusi, kami optimis industri asuransi jiwa akan mencatatkan pertumbuhan yang lebih berkualitas dengan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan proteksi bagi seluas-luasnya masyarakat Indonesia,” pungkas Rista.

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa pada Maret 2026, kinerja profitabilitas industri perasuransian secara umum menunjukkan perbaikan, terutama untuk asuransi jiwa.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan per kuartal I/2026, laba setelah pajak industri asuransi jiwa tercatat sebesar Rp7,85 triliun atau meningkat Rp3,96 triliun dibandingkan periode sebelumnya.

“Peningkatan tersebut didorong oleh membaiknya hasil investasi, pertumbuhan premi pada beberapa lini usaha, serta penguatan efisiensi dan manajemen risiko perusahaan,” ucapnya dalam lembar jawaban RDK OJK April 2026, dikutip pada Minggu (31/5/2026).

#asuransi-jiwa #laba-industri #aia-financial #faktor-pendorong #hasil-investasi #strategi-investasi #pertumbuhan-premi #kanal-distribusi #bancassurance #kesadaran-proteksi #manajemen-risiko #tata-kelol

https://finansial.bisnis.com/read/20260605/215/1978669/aia-financial-ungkap-faktor-pendorong-laba-industri-asuransi-jiwa-tembus-rp785-triliun