Kemenag Fasilitasi Penyelesaian GMS Bantul, Stafsus Menag: Kedepankan Musyawarah

Kemenag Fasilitasi Penyelesaian GMS Bantul, Stafsus Menag: Kedepankan Musyawarah

Kemenag memastikan hadir sebagai fasilitator untuk menyelesaikan persoalan Gereja Mawar Sharon (GMS) Bantul. Negara menjamin kebebasan beribadah setiap warganya.... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 03/06/26 13:34 238685

SURABAYA - Kementerian Agama memastikan hadir sebagai fasilitator untuk menyelesaikan persoalan Gereja Mawar Sharon (GMS) Bantul. Negara menjamin kebebasan beribadah setiap warganya.

Komitmen itu disampaikan Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar usai berdiskusi langsung dengan Pimpinan GMS di GMS Church Surabaya, Selasa (2/6/2026) malam. Hadir juga dalam pertemuan tersebut Pendeta Philip Mantofa dan Pendeta Irene Mantofa.

Dalam kesempatan tersebut, Gugun mengaku telah berkomunikasi dengan UKP Gus Miftah, Kapolda DIY, hingga Bupati Bantul. Tujuannya satu yakni mendorong percepatan penyelesaian masalah secara damai dan konstruktif. Menag: Pembubaran Ibadah di Bantul Tak Boleh Terulang Lagi

“Saya tadi malam berkesempatan hadir di GMS Church Surabaya untuk berdiskusi terkait perkembangan penanganan persoalan GMS Bantul. Sekaligus saya sudah telepon UKP Gus Miftah, Kapolda DIY, dan Bupati Bantul guna mendorong percepatan penyelesaian masalah secara damai dan konstruktif,” ujar Gugun dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Gugun menjelaskan, Kementerian Agama mengambil peran menjembatani GMS Bantul dengan Pemerintah Kabupaten Bantul. Tujuannya agar seluruh aspek administrasi yang masih menggantung segera diselesaikan pemerintah daerah. Bagi Kemenag, langkah ini murni bentuk kehadiran negara. "Negara wajib melindungi dan menjamin kebebasan setiap warga untuk beribadah sesuai keyakinannya," tegasnya.

Untuk langkah selanjutnya, baik Kemenag maupun GMS sepakat menunggu undangan pertemuan lanjutan dari Pemkab Bantul. Forum itu nantinya akan membahas detail teknis penyelesaian.

Gugun menekankan, semangat yang dibawa sama yakni menjaga kerukunan, ketenangan, dan keharmonisan antarumat beragama. "Jalur dialog dan musyawarah jadi pilihan utama, bukan konfrontasi," tamdasnya.

Di sisi lain, pihak GMS juga menyatakan sikap. Mereka mempercayakan sepenuhnya proses penyelesaian kepada pemerintah dan mendukung penuh upaya yang sedang dilakukan semua pihak terkait. Nasaruddin Umar: Tidak Ada Toleransi Terhadap Kekerasan Fisik dan Seksual di Pesantren

Terakhir, Gugun meminta doa dan dukungan publik. Ia berharap proses mediasi berjalan lancar, melahirkan solusi terbaik untuk semua, dan semakin menguatkan persatuan bangsa Indonesia. Kemenag berharap proses mediasi berjalan kondusif agar hak konstitusional warga dalam beribadah dapat dipenuhi tanpa menimbulkan gesekan baru di tengah masyarakat.

“Mohon doa dan dukungannya. Semoga proses mediasi berjalan lancar, menghasilkan solusi terbaik bagi semua pihak, serta semakin memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa Indonesia,” tuturnya.
(poe)

#kementerian-agama #toleransi-beragama #kerukunan-umat-beragama #surabaya #kebebasan-beragama

https://daerah.sindonews.com/read/1713471/174/kemenag-fasilitasi-penyelesaian-gms-bantul-stafsus-menag-kedepankan-musyawarah-1780466771