Indonesia-Jerman Teken Work Plan Infrastruktur Mutu 2026-2027
Indonesia dan Jerman menandatangani Work Plan 2026-2027 untuk memperkuat infrastruktur mutu, meningkatkan daya saing industri, dan akses pasar ekspor.
(Bisnis.Com) 15/05/26 05:42 221459
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Jerman menandatangani Work Plan kerja sama bidang Quality Infrastructure atau infrastruktur mutu periode 2026—2027. Langkah ini dilakukan guna memperkuat daya saing industri nasional dan memperluas akses pasar ekspor.
Penandatanganan dilakukan dalam agenda 3rd High-Level Indonesian-German Annual Meeting on Quality Infrastructure di Jakarta, Kamis (7/5).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penguatan infrastruktur mutu menjadi kunci bagi industri nasional untuk menghadapi dinamika perdagangan global dan transformasi industri berbasis digital.
“Kerja sama Indonesia dan Jerman di bidang Quality Infrastructure diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri nasional agar semakin kompetitif, adaptif terhadap perkembangan regulasi global, serta mampu memperluas akses pasar ekspor, khususnya ke kawasan Eropa,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, penguatan standardisasi, penilaian kesesuaian, dan transformasi digital perlu terus didorong agar industri manufaktur nasional mampu memenuhi standar global dan meningkatkan kepercayaan pasar internasional.
Sementara itu, Kepala BSKJI Kemenperin Emmy Suryandari mengatakan, kerja sama Indonesia dan Jerman juga diarahkan untuk memperkuat harmonisasi regulasi teknis dan transformasi digital industri di tengah tantangan global.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi Jerman dipimpin oleh Ole Janssen dari Federal Ministry for Economic Affairs and Energy (BMWE). Adapun forum membahas tiga isu strategis.
Pertama, harmonisasi sistem Quality Infrastructure dalam kerangka Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), termasuk peluang peningkatan akses pasar melalui penguatan standar dan penilaian kesesuaian.
Kedua, yaitu mengangkat penguatan keselamatan dan kualitas produk melalui standardisasi. Termasuk di dalamnya, peran standardisasi nasional, kesesuaian dengan sistem internasional, serta pentingnya keterlibatan lembaga penilaian kesesuaian dalam mendukung regulasi dan meningkatkan kepercayaan pasar.
Adapun sesi ketiga menyoroti digitalisasi infrastruktur mutu, khususnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi implementasi Digital Product Passport (DPP) Uni Eropa. Diskusi mencakup konteks kebijakan DPP, inisiatif digitalisasi Quality Infrastructure, serta contoh implementasi DPP di sektor industri.
#indonesia-jerman-kerja-sama #infrastruktur-mutu #quality-infrastructure #daya-saing-industri #akses-pasar-ekspor #high-level-meeting #transformasi-digital-industri #harmonisasi-regulasi #standardisasi